ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Sakit


__ADS_3

Setelah dari rumah sakit Elisa kembali ke kantor untuk mengurus beberapa dokumen yang tadi sempat di tinggalnya, Bella memasuki ruangan bos nya mengatakan bahwa 15 menit lagi ada jadwal meeting dengan investor dari Australia. Elisa pun mengiyakan dan memanfaatkan waktu untuk menyelesaikan beberapa dokumen lagi sebelum pergi. Jadwal meeting nya ternyata mepet dengan jam makan siang, Elisa membawa obat nya dan berangkat meeting di resto mewah yang ada di dekat kantornya.


Meeting berlangsung selama 1 jam ,karena selesai tepat di waktu makan siang ,klien Elisa mengajak nya untuk makan siang bersama, Elisa pun tak jadi pergi kembali ke kantornya. Setelah selesai makan siang Elisa pamit kembali ke kantornya. Elisa terburu buru kembali karena batas waktu minum obatnya hampir habis, dan Elisa adalah seseorang yang taat akan semua aturan dan sangat disiplin. Setelah sampai di ruangan nya ,Elisa segera meminum obat obatan yang banyak itu dengan cepat. Tadinya Elisa ingin minum obatnya di resto tadi namun Elisa tidak mau Bella curiga dan nanti malah melapor ke kakeknya. Elisa kembali melanjutkan pekerjaan nya yang semakin menumpuk dan baru selesai pada jam 4 sore, satu jam sebelum pulang kerja. Mungkin karena efek obatnya ,Elisa merasakan pusing dan lemas, karena pusing nya tidak mereda Elisa memutuskan untuk pulang ke rumah lebih awal. dia menghubungi Zidan untuk menjemputnya ke kantor, karena kondisinya yang tidak memungkin kan dirinya menyetir mobil sendiri. Tak berapa lama Zidan pun sampai di kantor dan menunggu bos nya di depan. Elisa turun menggunakan lift khusus yang hanya dirinya dan keluarganya yang boleh menggunakanya setelah sampai di di depan dia segera masuk ke mobil. Ternyata Zidan dari tadi mengamati wajah Elisa yang pucat dan ber keringat.


" Aku tahu apa yang kamu pikirkan Zidan tapi jangan berani kamu mengungkitnya di depan kakek ku dan kakak kakak ku terutama kak James" kata Elisa yang sadar di perhatikan terus oleh Zidan.


" Maaf bos, apakah bos sakit? aku tidak berani bos* kata Zidan.


" Aku hanya kelelahan dan pusing saja, istirahat sebentar nanti sembuh" kata Elisa.


" Oh " kata Zidan.


Suasana kembali senyap karena Elisa memilih tidur sebentar untuk mengurangi pusing nya, tak berapa lama dia di bangunkan oleh Zidan karena telah sampai di mansion. Elisa pun bangun dan segera masuk langsung menuju kamar nya ,dia ingin menghindari keluarganya dulu ,dan beruntungnya Elisa tidak berpapasan dengan salah satu dari mereka. Setelah sampai di kamar nya Elisa langsung melemparkan tas nya dan melepas high hells nya ,Elisa langsung melompat ke ranjang nya dan tertidur. Elisa baru bangun setelah di bangunkan kakak nya, James.


" Dek adek bangun ih udah malem dek, ayo bangun sekarang mandi, setelah itu turun makan malam" kata James sambil mengguncang pelan bahu Elisa.

__ADS_1


" Hmmmm aku nggak ikut makan malam lah kak, kepala ku pusing banget dan lemes aku mau lanjut tidur aja" kata Elisa sambil mengeliat dan membuka matanya yang berair dan wajah nya yang memerah.


" Loh adek sakit ya? aduh panas banget , kok nggak bilang sih dek?" kata James sambil menempelkan punggung tanganya ke dahi adek nya.


" Cuma sakit sedikit kok kak, istirahat sebentar nanti sembuh" kata Elisa.


" Nggak orang panas banget kamu bilang sakit sedikit, udah sekarang kakak panggil dokter Arnold deh buat periksa" kata James.


" Nggak usah kak, beneran cuma demam aja kak besok juga udah sembuh " kata Elisa karena gelisah ketika kakak nya mau memanggil dokter Arnold.


Karena James lama membangunkan Elisa, kakek Brawijaya dan Alex naik ke atas menuju kamar Elisa. Setelah sampai mereka berdua melihat Elisa yang masih tidur di ranjang nya sementara James sedang menelfon dokter Arnold di dekat jendela memunggungi mereka berdua.


" James kenapa lama sekali sih? dan Elisa kenapa kamu masih tidur nak?" tanya kakek.


" Elisa sakit kek, dia demam tinggi ,ini James lagi manggil dokter Arnold ke sini" kata James.

__ADS_1


" Benarkah? kenapa tidak bilang dari tadi kalau Elisa sakit" kata kakek, sedangkan Alex berlari ke bawah untuk mengambil air hangat dan handuk untuk mengompres adek nya.


Setelah mendapat semua yang di butuh kan Alex berlari kembali ke kamar Elisa dan mulai mengompres dahi Elisa dengan telaten , sedangkan James menggosok kedua telapak tangan dan kaki Elisa yang sangat dingin. Kakek Brawijaya terharu melihat perlakuan kedua cucu angkat nya kepada Elisa, begitu juga dengan Elisa yang menetes kan air mata karena kedua kakak nya sangat perhatian dan menyayangi Elisa, belum pernah Elisa mendapatkan perlakuan demikian ketika sakit.


" Kenapa malah nangis , apa ada yang sakit ?" tanya Alex.


" Nggak kok kak, cuma terharu aja , ketika sakit ada kalian yang akan selalu ada untuk menjagaku ,dulu ketika aku sakit ,aku mengobati diriku sendiri tanpa di bantu siapa pun bahkan ayah ibu juga nggak peduli, tapi sekarang ada kakek dan kalian yang menjagaku" kata Elisa sambil menangis.


" Sudah sudah ,kakak pastikan mulai hari sampai kapan pun kakak akan selalu ada untuk mu, sekarang tenang lah " kata Alex.


" Terima kasih kak" kata Elisa.


Dokter Arnold pun telah datang dan langsung memeriksa keadaan Elisa , dan dokter Arnold mengerti dengan isyarat mata dari Elisa untuk tidak mengatakan keadaan yang sebenarnya. Dokter Arnold mengatakan hanya demam karena kelelahan dan banyak pikiran, Elisa hanya harus istirahat total selama 3 hari. Semua orang lega karena demam Elisa tidak serius. Setelah dokter Arnold pulang, semua orang kecuali Alex kembali ke kamar masing masing untuk istirahat. Alex akan menemani dan merawat Elisa , setelah itu akan di gantikan James di pagi hari sampai Elisa sembuh.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2