
Sudah 3 hari Elisa di rawat di rumah nya ,dan belum ada tanda tanda sembuh dan kondisi nya stabil. Dia masih berbaring lemah dengan semua alat alat medis yang menghunjam di tubuh nya, kakek nya semakin khawatir dan selalu ada di samping cucu nya. Walaupun Elisa telah sadar namun tatapan nya kosong, Elisa menjadi pendiam dan sering melamun, semua orang menjadi bingung harus bagaimana.
" Nak katakan sesuatu jangan diam terus ,kakek semakin khawatir jika kamu diam terus seperti ini" kata kakek nya yang lagi lagi tidak di jawab cucu nya.
" Nak apa kamu nggak mau sembuh? apa kamu nggak kasihan lihat kakek yang sudah tua ini? apa kamu tidak mau bertemu ayah ibu mu lagi?" tanya kakek lagi yang kali ketika menyebut orang tua nya ,Elisa menoleh kepada kakek nya.
" Ayah? ibu?" kata Elisa lemah.
" Iya apa kamu nggak rindu sama mereka ? kalau kamu mau ketemu mereka kakek izinin deh, tapi janji dulu ku harus semangat dan sembuh ya" kata kakek nya senang karena Elisa merespon ucapan nya.
" Benarkah? Elisa bisa ketemu ayah sama ibu?" kata Elisa sambil menangis.
" Iya nak asalkan Elisa mau berobat agar sembuh ,kamu bisa ketemu ayah sama ibu mu setiap hari, ayo kamu harus bangkit lagi katanya kamu mau menggapai impian mu itu, jika kamu tidak ada keinginan untuk sembuh gimana mau menggapai semua itu" kata kakek nya.
__ADS_1
" Hmm kayak nya semua udah sia sia kek, Elisa hanya tinggal menunggu waktu Elisa saja sekarang, lagipula ayah dan ibu ku tidak menyayangi ku kek, bahkan orang yang sangat Elisa cintai harus pergi dari sisi Elisa kek" kata Elisa menangis.
" Kamu nggak boleh ngomong gitu, Elisa kan cucu kakek yang sangat kuat, ingat kamu punya banyak tanggung jawab yang kamu urus, kamu adalah pemimpin banyak orang , masa seorang pemimpin putus asa? apakah ini yang kakek mu ini ajarkan padamu? sebagai seorang pemimpin kamu nggak boleh lemah ,dalam dunia mafia ini siapa yang lemah akan tertindas nak, apa kamu mau?" kata kakek.
Elisa menggeleng kan kepala nya.
" Kakek tahu hati mu sakit melalui semua ini, namun jangan jadikan hal itu kelemahan mu, sekarang lihat lah wajah wajah anak buah mu yang menggantung kan semua harapan dan perjuangan mereka kepada mu, mereka sudah memutuskan setia kepada mu nak, kamu harus dengarkan sumpah mereka yang memutuskan mengikuti mu dan menjadi anak buah mu" kata kakek nya.
" Benar kata kakek, aku telah rela menjalani kehidupan ku sebagai seorang mafia, aku adalah pemimpin yang membawa baik buruk nya anak buah ku, kakek benar aku nggak boleh lemah, aku harus tunjukkan pada dunia bahwa seorang perempuan pun bisa menakhlukkan dunia, aku ingin mereka tahu bahwa wanita tidak boleh di remehkan , kakek aku janji akan mengikuti semua prosedur pengobatan nya kecuali operasi kek" kata Elisa.
" Nggak , operasi pun kamu harus mau melakukan nya" kata kakek nya.
" Kakek untuk saat ini aku belum mau operasi kek, operasi adalah solusi terakhir ketika jantung ku sudah tidak kuat lagi memberi kehidupan pada tubuh ku ini" kata Elisa.
__ADS_1
" Baik lah baiklah kakek tidak bisa membujuk mu, sekarang yang terpenting kamu punya kemauan untuk sembuh saja kakek bersyukur, ya sudah sekarang makan dulu, setelah itu minum obat dan istirahat " kata kakek nya sambil menyuapkan makanan pada cucu nya.
" Iya kek dan terima kasih kakek selalu ada untuk Elisa" kata Elisa.
" Apapun akan kakek lakukan jika itu menyangkut cucu kakek yang cantik ini" kata kakek nya sambil tersenyum.
Akhirnya Elisa mau untuk melakukan pengobatan nya kembali, karena dukungan dan nasehat dari kakek nya. Dia juga meminta jika dia sudah sembuh, Elisa mau pulang ke rumah nya di kampung, mengunjungi ayah ibunya yang selama bertahun tahun ini Elisa tidak tahu kabar mereka sama sekali. Dan benar saja ,karena semangat nya untuk sembuh dari sakit nya dan juga dukungan dari keluarganya Elisa pun sembuh dari sakit nya ( bukan penyakit nya ya ). Elisa sudah bisa melakukan aktivitas nya seperti biasa, namun belum di perbolehkan berangkat kerja oleh kakek dan kedua kakak nya.
Rencana nya Elisa akan pulang ke rumah orang tua nya minggu depan, dan kakek nya setuju asalkan Elisa menjaga kesehatan nya dan minum obat nya tepat waktu, di sana nanti Elisa juga di larang bekerja yang berat berat dan Elisa pun menyanggupi semua persyaratan dari kakek nya itu. Elisa pun sangat senang diri nya akan pulang menemui ayah ibu nya, bagaimanapun Elisa adalah seorang anak, sejahat jahat nya orang tua nya, Elisa tidak pernah bisa membenci mereka walaupun dulu Elisa pernah bertekad akan membenci ayah ibu nya seumur hidup nya, namun kerinduan nya mengalah kan semua rasa benci dan marah Elisa kepada orang tua nya.
Ayah dan ibu, Elisa akan pulang ,Elisa sangat rindu dengan kalian, apa kalian akan merindukan aku? batin Elisa senang..
Bersambung......
__ADS_1