ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Selamat tinggal semua


__ADS_3

Resepsi pertama, Meyra menggunakan adat Jawa Solo Putri karena dia keturunan orang Jawa, dia memakai kebaya putih dengan hiasan di kepala, bunga melati, dan juga paes di kening nya Meyra membuat nya seperti seorang ratu, sedangkan Aditya memakai blankon, beskap berwarna putih dengan hiasan manik manik yang berkilauan dan juga jarit yang menutupi dari pinggang sampai kaki, di pinggang nya terselip keris. Kemudian mereka berdua keluar ke tempat pelaminan bergantian, di mulai dari Aditya terlebih dahulu, kemudian Meyra yang menyusul beberapa saat kemudian, para tamu undangan yang sebagian besar orang luar Indonesia, merasa takjub dengan dandanan Solo Putri yang di kenakan Meyra, semua nya berdecak kagum dan banyak dari mereka mengabadikan nya dalam bentuk foto.


Setelah pengantin laki laki dan perempuan bertemu, mereka kemudian duduk di kursi pelaminan, sementara Elisa duduk di bangku paling akhir menyaksikan kedua orang yang dia sayangi melakukan upacara adat, Elisa duduk dengan gelisah menahan sakit yang terus mendera nya semenjak dia pulang tadi, kening nya berkeringat dan wajah nya pucat sekali, Aditya dan Meyra melihat ke arah Elisa dan yang di tatap nya tersenyum seolah mengatakan bahwa dia baik baik saja. Elisa mencengkram ujung kursi yang diduduki nya, tuhan tolong sebentar lagi, gumam Elisa di dalam hati.


Elisa bertahan sampai sore, pengantin di giring kembali ke kamar rias untuk istirahat dan bersiap siap untuk acara pesta nanti malam, para tamu undangan pulang ke rumah atau pun ke hotel masing masing untuk istirahat dan melanjutkan pesta nanti malam. Elisa dengan tertatih berjalan menuju kamar utama, dia hendak mandi dan berganti baju, langkah kaki nya gemetar menahan tubuh nya yang semakin lemah, rasa sakit nya tidak berhenti, dan itu sangat menyiksa nya, di tambah luka tembak nya kembali berdenyut tadi juga sempat di remas oleh Elisa untuk meredakan sakit nya namun malah luka nya robek kembali dan mengeluarkan darah, untung tidak tembus keluar mengenai baju seragam nya.


Setelah mandi ,Elisa mengganti perban luka nya dan memberi obat pada luka nya, setelah itu dia berpakaian. Ingin sekali dia keluar dan bergabung dengan kedua pengantin dan 3 keluarga yang kini sedang berkumpul, namun tubuh nya sudah tak mampu lagi melangkah keluar, kaki nya lemas dan bergetar, di tambah rasa sakit yang semakin tak tertahan kan, Elisa meminum obat nya lagi berharap bisa memberi nya kesempatan hidup sampai beberapa jam ke depan, namun tetap saja obat itu sudah tidak ber efek pada nya , sakit nya tetap ada.


Dia pun memilih berbaring di ranjang nya dan menutupi tubuh nya dengan selimut karena badan nya merasa dingin sekali. Air mata nya telah mengalir dari tadi, apakah sudah saat nya? batin nya. Kemudian dia mengambil ponsel nya , dia membuka galeri foto nya dan melihat foto diri nya dan pasukan nya untuk terakhir kali nya, dia juga melihat foto foto nya saat bersama Aditya, air mata nya semakin deras mengalir.


Elisa di kejutkan oleh suara pintu yang terbuka dan dari sana muncul kepala kakek dan juga menantunya. Elisa buru buru menghapus air mata nya dan meletakkan ponsel nya di nakas.


" Eh kakek ,ibu, kenapa malah kesini?" tanya Elisa.


" Kakek khawatir dengan mu , maka nya kakek kesini" kata kakek nya sambil mengelus kening cucu nya yang terasa dingin.


" Nak kening mu dingin sekali dan juga wajah mu sangat pucat apa ada yang sakit?" tanya kakek nya.


" Nggak kok kek, Elisa baru saja mandi dan Elisa sangat lelah kek ,Elisa mau tidur dulu" kata Elisa sambil tersenyum.


" Nak jika ada yang sakit bilang sama ibu nak, jangan di rasa sendiri" kata ibu nya sambil memegang tangan anak nya yang juga sangat dingin dengan ujung jari membiru.


" Nak kenapa tangan mu sangat dingin dan lihat yah, ujung nya membiru dan juga kaki nya juga sangat dingin ,nak ibu panggilkan dokter ya?" kata ibu nya panik.

__ADS_1


" Nggak usah bu, Elisa baik baik saja kok , Elisa hanya lelah saja ,kan tadi Elisa udah bilang kalau Elisa baru saja mandi , Lihat Elisa selimuti badan nya Elisa, nanti juga hangat lagi bu" kata Elisa menenangkan ibu nya.


" Benarkah?" tanya ibu nya.


" Iya bu, oh iya aku ingin berfoto dengan ibu dan kakek oh iya dengan Rafa juga, bu panggil Rafa bu" kata Elisa ,dan ibu nya pun keluar kamar mencari Rafa, setelah ketemu beliau membawa Rafa ke kamar Elisa.


Kemudian Elisa duduk di ranjang nya agak ke tengah, di samping kiri nya adalah Rafa, dan di samping kanan nya adalah ibu nya sedangkan sang kakek berdiri dengan lutut tertekuk di belakang cucu nya dan memeluk ketiga manusia yang paling di sayangi nya di dunia, dan ponsel Elisa mengabadikan itu. Mereka berpose dengan banyak gaya di depan kamera ponsel Elisa yang di letakan di tripod, setelah puas Elisa mengambil ponsel nya dan melihat hasil foto mereka. Karena acara pesta akan di mulai ,Elisa memaksa ibu dan kakek nya untuk turun bergabung dengan yang lain nya, sedangkan Rafa adik nya merengek untuk menemani kakak nya di kamar ,karena Elisa tidak akan ikut pesta, dia beralasan kelelahan.


Malam itu adalah malam bahagia bagi kedua pengantin dan juga keluarga nya namun juga menjadi malam terkelam karena seseorang akan menghembuskan nafas terakhir nya. Di pertengahan pesta, Elisa sudah tidak kuat lagi, nafas nya memburu terkadang cepat terkadang lambat, mata nya terus mengeluarkan air mata ,bukan saja menahan rasa sakit ketika di ujung sakaratul maut, namun juga sedih harus meninggalkan keluarga nya di saat saat yang bahagia. Rafa sejak tadi menangis histeris melihat keadaan kakak nya, dia berulang kali ingin pergi memberitahu ibu nya namun tangan nya selalu di tahan oleh Elisa.


" Dek jangan dek, kakak mohon, biarkan mereka bersenang senang, kakak tidak apa apa, hanya sesak saja" kata Elisa menenangkan adik nya.


Namun ,nafas nya semakin sesak, rasa nya seperti di cekik, sangat susah sekali bernafas, Rafa menggenggam tangan dingin kakak nya dengan erat, tangisan nya semakin kencang, namun tidak terdengar sampai ke luar karena kamar nya kedap suara.


" Dek hosh hosh dengarkan kakak, kakak akan pergi jauh, adek jaga diri dan juga jaga ibu dan juga kakek ya, adek harus hosh hosh hosh belajar yang rajin, hah hah hah kelak jika hah hah adek udah besar, adek akan memimpin perusahaan hosh hosh menggantikan kakak, jangan nakal dan bandel ya! hosh hosh nanti ikut om Adit, dia yang akan mendidik adek jadi pemimpin hah hah hah turuti semua perintah nya" kata Elisa, keringat bercucuran di wajah dan leher nya, bibir nya membiru suhu tubuh nya menurun dengan cepat.


" Iya kak ,adek janji akan jadi anak yang patuh, tapi kakak jangan pergi, kakak nggak boleh ninggalin adek , adek butuh kakak" kata Rafa sambil menangis kencang.


Genggaman tangan Elisa mengendur, berbarengan dengan hembusan nafas terakhir nya, tangan nya terlepas dari genggaman Rafa dan jatuh. Rafa membulatkan mata nya ,dia tak menyangka kakak nya meninggalkan nya, dia menangis sekencang kencang nya, dia memeluk tubuh kakak nya yang semakin dingin, dia mengguncang guncang tubuh kakak nya berharap kakak nya terusik dan bangun, namun nihil.


" Kakak, kakak bangun kak, jangan tidur huaaaaaaa" kata Rafa sambil menangis histeris.


Karena tidak kunjung mendapat respon, Rafa berlari sekencang kencang nya keluar dan ke bawah mencari ibu nya, para pelayan dan juga orang orang yang melihat Rafa menatap heran dengan anak kecil yang tengah berlari sambil menangis. Rafa mencari ke sana kemari dan menemukan ibu nya sedang berdiri bersama kedua pengantin dan juga keluarga besar nya, di sana juga ada kakek nya ,Rafa pun berlari ke arah ibu nya dan memeluk ibu nya sambil menangis.

__ADS_1


" Ada apa nak? kenapa menangis? dan di mana kakak? apa kamu di jahili kakak lagi?" tanya ibu nya sambil menggendong Rafa.


" Bu, kakak bu, dia tidur tapi nggak bangun bangun lagi" kata Rafa membenamkan wajah nya di ceruk leher ibu nya.


" Apa maksud nya ? mungkin kakak capek nak dan ketiduran" kata ibu nya sambil menepuk nepuk punggung Rafa, kedua pengantin dan juga keluarga mendengarkan Rafa.


" Masa mau tidur aja ,nasehatin Rafa dulu, suruh Rafa jaga ibu ,jaga kakek, dan suruh Rafa belajar yang rajin dan nurut sama om Adit, kata nya kalau Rafa besar nanti, Rafa akan memimpin perusahaan menggantikan kakak" kata Rafa yang membuat semua orang yang mendengar terkejut.


" Kata nya kakak capek, mau pergi jauh bu" kata Rafa lagi.


Sang ibu yang mendengar penuturan putra nya jatuh lunglai ke lantai, untung Rafa berpenggangan kalau tidak Rafa pasti akan terjatuh. Kemudian ibu dua anak itu menangis tersedu sedu, semua nya menatap heran ke arah nya. Sang kakek berjongkok menenangkan menantu nya, dia pun membimbing nya untuk bangkit.


" Ayah ,Elisa yah, dia telah pergi ,dia telah pulang ke Sisi Nya, Elisa putri ku" kata ibu nya Elisa yang tak lama kemudian beliau pingsan,


Aditya membopong wanita paruh baya itu ke kamar Rafa, dan dia langsung menuju ke kamar Elisa yang di sana telah berkumpul 3 keluarga. Mata nya memerah melihat sesosok gadis berwajah pucat dengan senyuman di bibir nya telah memejamkan mata nya. Aditya mendekati Elisa dan kemudian mengelus wajah dingin itu, semua orang memandangnya prihatin.


" Sayang, ini aku Aditya, buka mata mu , ayo bangun sayang ,bangun ya!" kata Aditya dan dia tak kuasa membendung air mata nya, dada nya ikut nyeri melihat gadis yang selama ini dia cintai telah pergi.


" Bangun dong sayang, kata nya mau menaklukkan dunia, ayo aku temani ,bangun dong bangun!!!!" kata Aditya sambil mengguncang tubuh Elisa.


James memegang bahu Aditya namun di tepis nya, James jadi emosi dan menyeret Aditya menjauh dari adik nya, kemudian memukul wajah Aditya, semua orang berseru terkejut.


" Sadar Dit, Elisa sudah pergi, relakan dia, bukan cuma kamu yang sedih dengan kepergian nya ,ada yang lebih terpukul dari pada kamu" kata James sambil mencengkram kerah kemeja Aditya.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2