
Pulang sekolah, Rafa pulang ke rumah besar karena dia rindu dengan ibu dan kakak nya juga kakek nya, dia melajukan mobil nya dengan cepat agar sampai di rumah besar. Di sana dia mendapati ibu nya sedang berbincang bincang dengan kedua kakak laki laki nya ,siapa lagi kalau bukan James dan Alex yang menyempatkan pulang ke rumah besar. Rafa yang melihat kedua kakak nya pulang langsung berlari dan memeluk kakak kakak nya dari belakang, tentu saja James dan Alex sangat kaget dengan kelakuan adik nya itu.
" Kakak, kalian pulang kok nggak ngabarin aku sih?" tanya Rafa setelah melepas pelukan nya.
" Kakak aja baru sampai ,rencana nya nanti kakak mau jemput kamu untuk tidur di sini" kata James.
" Oh kirain lupa kalau kalian punya adik tampan seperti ku ini" kata Rafa.
" Dasar narsis, sikap mu ini sangat mirip dengan Elisa , dia sangat manja dengan ku" kata James sedih dan membuat raut wajah Rafa berubah.
__ADS_1
" Alah manja apa ,setiap ketemu kamu tu bawa.anya berantem mulu, adu mulut aku saja sampai jengkel mendengar ocehan kalian berdua" kata Alex mencoba melucu.
" Benarkah? jadi kak James berbohong ?" kata Rafa sambil menoleh ke arah James.
" Hehehehe eh manja nya Elisa sama aku tu beda dari yang lain, dia manja dengan ku dengan cara nya sendiri, dia sangat imut kalau lagi ngambek hahaha" kata James sambil tertawa.
" Oh, ih kak James malah cerita soal kakak aku kan jadi tambah kangen, aku tadi dari rumah papa sudah berencana mau pulang kesini nengok ibu sama kakak" kata Rafa.
" Ayo kita ke makam nya , sudah lama juga aku tidak menemui nya" kata James sambil berdiri dan berjalan ke arah makam Elisa dan kakek nya kemudian di ikuti Alex, Rafa dan ibu nya.
__ADS_1
Sebelum ke makam , James menyempatkan untuk memetik bunga mawar yang sedang bermekaran di taman yang dulu menjadi tempat favorit Elisa ketika waktu senggang. Rafa juga memetik beberapa bunga bakung merah dan spider lily kedua bunga itu juga merupakan bunga favorit kakak nya, sementara Alex hanya memetik setangkai mawar putih. Setelah selesai memetik bunga, mereka berjalan menuju makam yang agak jauh dari rumah utama.
Mereka sampai di depan makam Elisa dan juga kakek Brawijaya, Rafa tak bisa lagi membendung air mata nya, dia sangat sedih dan rindu dengan suara kakak nya, dialah yang paling kehilangan karena Elisa menghembuskan nafas terakhir nya di depan mata Rafa sendiri, dia masih ingat tangan dingin kakak nya menggenggam tangan nya dengan erat ketika sekarat, dia seperti merasakan sakit yang di alami kakak nya itu. Rafa tidak akan pernah bisa melupakan kejadian itu, itu adalah malam terkelam bagi Rafa, bahkan ketika ayah nya mengabaikan nya dulu, dia tidak merasakan sakit yang lebih dari ketika melihat kakak nya meregang nyawa. Rafa meletakkan bunga yang di bawanya di atas pusara kakak nya, dia mengusap foto yang ada di nisan, ya masih sama Elisa dengan seragam militer nya.
" Kakak ,Rafa ke sini jenguk kakak, tahukah kak Rafa sangat rindu sekali dengan mu, Rafa ingin bertemu kakak, bayang bayang kakak ketika akan meninggal terus saja menghantui ku kak, tidur ku selalu tidak nyenyak, aku rindu sekali kak, bisakah kakak kembali lagi, huhuhuhuhu" kata Rafa sambil menangis di depan pusara kakak nya.
" Sudahlah nak, kakak mu tidak akan bisa kembali lagi, sudah bertahun tahun dia pergi, dan sekarang kamu telah tumbuh menjadi pemuda tampan, pasti kakak mu senang di sana ,jangan lagi kamu berharap kakak mu bisa kembali lagi nak, itu tidak mungkin" kata ibu nya sambil memeluk putra nya dari belakang.
James meletakkan bunga mawar merah nya di pusara adik nya itu ,begitu juga dengan Alex yang meletakkan bunga nya di tengah tengah bunga nya James ,warna nya sangat kontras. James memandangi potret wajah tersenyum Elisa yang mengenakan seragam kebanggaan nya itu, dia gugur setelah menyelamatkan nyawa seseorang, bahkan mendapat lencana kehormatan, namun belum juga sehari dia mengenakan lencana itu, dia terlebih dulu di ambil Tuhan Yang Maha Esa.
__ADS_1
Mereka berada di sana sangat lama, saling menumpahkan kerinduan yang selama ini selalu menganggu hati mereka, mereka juga berbicara di depan makam kakek Brawijaya yang juga telah menyusul cucu nya. James dan Alex sangat rindu dengan sosok pria tua namun masih terlihat gagah semasa hidup nya ,yang telah menyelamatkan mereka berdua dari penderitaan dan mengangkat mereka berdua menjadi cucu nya. James dan Alex sudah bertekad tidak akan pernah berkhianat dan juga sewenang wenang memimpin Dewa Kematian yang telah do serahkan kepada mereka berdua, mereka akan meneruskan impian Elisa untuk menakhlukan dunia.
Bersambung.........