
Pagi hari, Elisa mendapat panggilan dari atasan nya di militer, beliau menyampaikan misi khusus penyelamatan anak anak korban perdagangan manusia di benua Afrika, Elisa satu tim dengan beberapa anggota pasukan khusus dunia, namun Elisa belum tahu bahwa salah satu yang akan menjadi rekanya adalah Aditya. Dalam misi ini Elisa menjadi pemimpin tim dan memang Elisa selalu menjadi pemimpin di setiap misi yang di berikan, kadang dia ikut terjun langsung ke medan pertempuran kadang juga berada di balik layar berkutat dengan hacker yang berusaha membobol keamanan militer. Elisa akan berangkat menuju pusat misi 3 hari lagi ,jadi selama tiga hari Elisa berusaha menyelesaikan pekerjaanya dengan sebaik mungkin dan nanti sisannya akan di handle oleh sekretaris nya dan satu hari sebelum berangkat, Elisa mengadakan meeting dengan seluruh Ceo kepercayaanya melalui aplikasi Zoom. Elisa berdiskusi mengenai perencanaan proyek ,siklus pasar dan mencari inovasi untuk berbagai produknya dan yang paling penting pemeriksaan keuangan setiap perusahaan, karena Elisa membenci kesalahan setitik saja dan pengamatan nya yang jeli jadi tidak ada yang terlewat dari penglihatannya. Dan di bagian ini lah momen paling menegangkan
ketika meeting bersama Elisa karena sering sekali para Ceo itu kena omel Bos muda mereka., apalagi Elisa kalau mau meeting pasti dadakan jadi pada gugup bahkan ada yang belum selesai membuat data keuangan bulanan dan tahunan, dan meeting selesai jam 4 sore hari
Setelah meeting selesai Elisa berkemas membawa segala sesuatu yang di butuhkan di misi, dia mengeluarkan tas militer nya yang berwarna hijau dari lemari tasnya. Elisa memasukkan pistol, pisau lipat, laptop khusus untuk misi misi militer, kaos militer, celana panjang militer, topi, kacamata canggih, beberapa amunisi dan beberapa barang lainya. Rencananya dia akan berangkat menuju markas pusat di Jakarta malam ini, setelah selesai berkemas, dia masuk kamar mandinya. dan mandi utnuk menghilangkan penat setelah itu Elisa mengenakan pakaian formalnya di kemiliteran dan bergegas turun untuk berpamitan kepada kakek dan juga kedua kakaknya.. Setelah berpamitan, Elisa meminta barang barangnya untuk di masukkan ke dalam helikopter nya, setelah semua nya siap , Elisa berangkat menuju pangkalan TNI di Jakarta dengan menerbangkan heli nya sendiri. Setelah menempuh perjalanan selama beberapa waktu sampailah Elisa di landasan heli pangkalan utama TNI, dia di sambut jenderalnya dan beberapa prajurit lainya.
Setelah melakukan laporan kepada jenderalnya Elisa memasuki kantor sekaligus tempat tinggal sementara , untuk merapikan barang barangnya setelah selesai Elisa mengumpulkan prajurit di bawah kekuasaan nya untuk breafing dan pembagian tugas, Elisa mengumpulkan 20 orang paling berprestasi untuk ikut denganya menjalankan misi ke benua Afrika, breafing pun selesai dan Elisa mempersilahkan ke 20 orang yang terpilih untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk misi dan berkumpul di landasan pesawat militer 2 jam lagi.
2 jam telah berlalu.......
Ke 20 orang prajurit memasuki pesawat militer yang akan diterbangkan oleh Elisa sendiri dan bersama seorang co-pilot yang selalu menemani Elisa di penerbangan militer. Setelah semuanya siap, Elisa melepas landaskan pesawatnya dan terbang ke ketinggian 10.000 mdpl.Setelah menempuh beberapa jam penerbangan sampailah Elisa di bandara militer Afrika Selatan, di sana telah ada 3 pesawat militer dari 3 negara lainya. Sebelum berangkat menuju pos masing masing , Elisa selaku pemimpin dari misi kali ini mengumpulkan para ketua ke 3 negara yang menjadi rekan seperjuangan untuk breafing dan mendiskusikan strategi. Setelah selesai Elisa membubarkan semuanya dan menyuruh mereka semua berada di pos masingasing dan menunggu aba aba darinya, setelah semuanya berada di posisi masing masing, Mereka semua melakukan pengintaian terlebih dahulu dari 4 penjuru mata angin, tim sniper telah di siagakan , tim pengintai sedang menjalankan tugasnya dan melaporkan setiap pergerakan kepada Elisa melalui alat komunikasi canggih seperti earphone dan terpasang di telinga.
" Lapor ,Kapten di sisi barat terdapat penjaga berjumlah 10 orang dengan persenjataan lengkap , situasi agak sulit untuk menyergap karena penjagaan sangat ketat, kami akan terhambat ketika menghadapi mereka dan mungkin akan menjadi pusat perhatian yang lainya." lapor ketua dari negara A.
__ADS_1
" Baik, laporan di terima , jangan melakukan penyergapan terlebih dahulu, kalau bisa tim sniper kalian bunuh para penjaga itu dengan cepat ,tapi tunggu komando selanjutnya dari ku, aku belum mendapat laporan dari tim lainya.
" Baik ,Kapten" kata ketua tim negara A.
Elisa mengintai dengan alat canggih temuanya berupa kaca mata yang di lengkapi sensor malam dan kamera mikro yang mampu menzoom gambar ratusan kali, sehingga memperluas pengintaian. Tak lama laporan dari ketua negara B masuk.
" Lapor ,Kapten kami di sebelah utara telah mengintai situasi, sebelah utara tidak di jaga ketat karena hanya ada 2 penjaga itupun hanya memakai senjata kelas rendah , dan juga karena sebelah utara medanya terjal ,laporan selesai" kata ketua tim negara B.
" Laporan saya terima , baik jangan lengah bisa saja itu jebakan jangan mempercayai begitu saja apa yang kalian lihat , analisa dan teruskan mengintai dulu tunggu komando dariku, setelah semua laporan masuk , akan aku putuskan apa yang harus kita lakukan, tetap waspada" kata Elisa.
Sekarang hanya menunggu laporan dari negara K, dan tak lama laporan yang di tunggu tunggu masuk juga.
" Lapor.........." kata seseorang di sana.
__ADS_1
Deg.... Elisa sangat mengenali suara ini, mungkinkah ...... Aditya?.
" Kami dari sisi timur , melakukan pengintaian dan mendapatkan beberapa informasi sebagai berikut, karena kami berada di sisi yang merupakan pintu masuk markas mereka, penjagaan di sini sangat ketat lebih dari 20 orang penjaga dengan senjata lengkap mondar mandir di sekitar markas mereka, dan kami duga di dalam terdapat kurang lebih 200 orang dengan latar belakang bela diri dan bersenjata tersebar di dalam markas termasuk bos mereka, laporan selesai." kata seseorang itu yang memang adalah Aditya.
" Laporan saya terima, baik saya mau ralat jumlah orang yang berada di dalam bangunan itu tidak lah 200 orang, itu lebih aku sudah mendapatkan data data dari organisasi mafia tersebut, dan jumlah mereka setidaknya 500 orang sekarang" kata Elisa, dia mengaktifkan mode grub di alat komunikasi tersebut sehingga semua pasukan bisa mendengar komandonya.
" Baiklah, tim sniper bersiap di posisi masing masing, tim penyerang bersiap kita akan menyergap dalam beberapa saat lagi, dan tim cadangan kalian harus bersiap siaga untuk membantu dari belakang dan tugas kalian lah yang nanti akan menyelamatkan para korban dan membawa mereka ke tempat yang aman selagi kami mengalihkan perhatian mereka, tim sniper mulai!!!! bunuh mereka yang terlihat oleh mata kalian dengan secepat mungkin, sekarang" perintah Elisa dan semua sniper menjalankan tugas mereka , menembaki para mafia yang terlihat oleh mereka.
Para mafia yang berada di dalam mendengar jeritan kesakitan dari para mafia yang di luar, berhamburan keluar untuk membantu namun mereka mengambil keputusan yang salah begitu mereka berhamburan keluar, mereka langsung terkapar terkena tembakan bertubi tubi dari segala arah tanpa tahu posisi si penembak. lebih dari 200 orang tewas, dan mereka berhenti berhamburan keluar.
"Hentikan serangan ,biarkan mereka panik di dalam, dan kita tunggu beberapa saat , tahan dulu serangan kalian!" perintah Elisa.
Bersambung............
__ADS_1
Hallo para readersku tersayang ketemu lagi sama aku, maaf ya kalau lama up nya , ya karena kesibukan author yang semakin hari semakin bertambah ,jadi harap maklum yaπππ
Dan tak henti hentinya author minta dukungan kalian ya gaes, cuma like, comment dan vote author saja kom, gampang kan? πππππππ