
" Hmmm..... baiklah aku akan memilih keluargaku ,selama kamu berjanji padaku untuk selamanya tidak menyentuh keluargaku!" kata Sergio dengan serius.
" Nah ... gitu dong dari tadi, oke , aku berjanji tidak akan mengganggu keluarga mu selama keluarga mu tidak mencari masalah dengan ku terutama putrimu dan mulai sekarang Dewa Kematian dan Odordo adalah rekan dan akan bekerja sama di situasi apapun akan tetapi kalian berada di bawah pengawasan Dewa Kematian , selama kalian tidak bertindak menyeleweng kami tidak akan campur ataupun menganggu urusan dan bisnis kalian kecuali di bisnis narkoba , disini aku jelaskan saja , perdaggangan narkoba aku hilangkan dan asal kalian tahu mafia mafia di bawah kekuasaan kami semuanya telah bebas dari narkoba, dan jangan sekali kali kalian langgar , kalian tidak akan sanggup menanggungnya, cuma itu persyaratan ku, oh iya jika kalian perlu bantuan dalam bentuk apapun jangan sungkan mencari kami karena kami siap membantu siapapun yang membutuhkan nya ya pokoknya kita saling membantu dan saling tolong menolong lah" kata Elisa kepada Sergio, pedang yang menempel di leher Sergio pun sudah terlepas , Sergio meringis menahan sakit ketika pedang tajam itu di angkat.
" Baiklah aku terima semua persyaratan kalian dan kami adalah orang orang yang menepati janji kami " kata Sergio mantap.
Melihat luka di leher Sergio , Elisa mengeluarkan sapu tangan putihnya dan di berikan kepada Aretha dan menyuruhnya membalut luka ayahnya itu, Aretha dan ayahnya tercengang dengan tindakan Elisa. Aretha pun menerima sapu tangan tersebut dan segera membalut luka ayahnya. Setelah itu Aretha tiba tiba mendekati Elisa, James menjadi waspada namun dengan isyarat tangan Elisa , James pun mundur. Aretha tiba tiba memeluk Elisa dengan erat kemudian menangis dan meminta maaf juga mengucapkan terima kasih kepada Elisa.
__ADS_1
" Terima kasih Elisa, kamu mau melepaskan ayahku ,kau tahu, ayahku adalah duniaku ,dia selalu sayang denganku , tidak pernah marah se nakal apapun diriku, selalu membelaku padahal aku yang salah ,selalu menuruti apapun kemauanku walau itu tidak masuk akal, tadi aku sangat ketakutan jika ayah pergi meninggalkan aku, padahal aku sudah berulang kali melihat ayah berada di ambang kematian namun itu tetap membuatku takut walaupun sudah terbiasa melihatnya" kata Aretha di sela sela tangisnya.
" Hmm aku tahu ayahmu mencintaimu Aretha, kamu sangat lah beruntung mempunyai ayah seperti dia, walaupun ayahmu seorang bos mafia yang kejam dan bengis namun dia lebih mementingkan keluarganya dia atas nyawanya sendiri, aku jadi iri dengan mu Aretha ,punya orang tua yang selalu menyayangi mu dan selalu ada untuk mendukungmu , aku benar benar iri " kata Elisa yang tak bisa menahan lagi tangisnya, perlahan air matanya mengalir dari sudut matanya, Aretha melepas pelukannya dan beralih menatap mata Elisa dengan dalam mencari makna perkataan Elisa, dan Aretha melihat ada kesedihan yang amat dalam terpancar di kedua mata cokelat Elisa.
Aretha tahu maksudnya , Elisa telah mengalami banyak sekali peristiwa menyakitkan sejak dia kecil dan sejak dia memahami satu persatu makna kehidupan , Elisa terlalu banyak menelan kepahitan di usianya , kekerasan, penghinaan, diabaikan ,tumbuh tanpa kasih sayang orang tua memang sangat menyakitkan , namun Aretha kagum dengan Elisa, kepahitan di masa kecilnya telah mendewasakan sosok Elisa lebih cepat dan membuat Elisa menjadi sosok kuat dan di segani di masa remajanya.
" Aditya segera siapkan mobil, cepat dan suruh Alex kembali ke villa dengan teman temannya, dan Zidan kamu tetap di sini membantu dan mengawasi , bereskan semua kekacauan ini sebelum media dan aparat datang ,kita harus bergerak cepat " teriak James.
__ADS_1
" Siap tuan James , saya beserta yang lain akan membereskan semuanya dengan cepat" kata Zidan, Aditya telah kembali dengan mobil militer yang di kendarai Elisa tadi.
James segera masuk ke mobil sambil menggendong Elisa, dan dengan cepat Aditya mengendarainya membelah jalanan Rusia menuju villa, di perjalanan James menghubungi dokter pribadi yang di siapkan oleh kakek Elisa, namanya dokter Arnold. Setelah di hubungi dokter Arnold segera menuju villa karena dia sedang berada di aparteme nya. Aditya mengemudi dengan cepat sambil sesekali melirik Elisa dari balik cermin di depanya. Terlihat sekali wajahnya yang panik dan khawatir melihat keadaan Elisa yang kritis. James pun melihat ekspresi Aditya yang mencemaskan adiknya, dia tersenyum tipis dan berpikir akankah Elisa akan bahagia dengan Aditya? jika itu bisa membuat Elisa bahagia, James pun akan selalu mendukung hubunganya dengan Aditya. James juga melihat ada cinta dan kasih sayang setiap mata itu memandang Elisa, dia bisa merasakan ketulusan dari Aditya.
Akankah takdir cinta Elisa telah datang? simak terus kelanjutan kisah hidup dan asmara bos mafia muda , bernama Elisa.
πΊπΊ jangan lupa like, comment, dan vote author ya, dukungan kalian sangat berarti bagiku , jangan lupa juga tinggalkan jejak nanti aku pasti mampir balik πππΊπΊ
__ADS_1