
Tak berapa lama Zidan kembali dengan membawa Elvan menuju ruangan kerja Elisa, dimana bos nya telah menunggu bersama asistenya. Elisa tersenyum kala remaja itu memasuki ruangan dengan tangan terikat dan di belakangnya ada Zidan dan teman nya. Elvan nampak kesal dan beberapa kali memberontak namun tenaganya tidak sebanding dengan tangan kekar Zidan yang mencengkram pundaknya, akhirnya dia pasrah di bawa menghadap Elisa. Dan ketika masuk dia begitu terkejut mendapati seorang gadis muda yang cantik sedang duduk di kursi kerjanya sambil tersenyum kepadanya. Apakah dia bosnya? batin Elvan.
" Nah Elvan Satria, apa kamu mengakui kesalahanmu? " tanya Elisa dengan tatapan elangnya.
" Aah apa ? kesalahan apa? " tanya Elvan balik.
" Oh tidak mau mengaku rupanya, apakah sistem hukuman mafia kita cocok untuknya Zidan?" kata Elisa sambil menatap Zidan.
" Hmmm sepertinya sangat cocok bos, dan hukuman yang seperti apa yang harus aku lakukan bos? racun? tidak tidak kursi listrik? em sepertinya tidak cocok, bagaimana kalau kita kuliti dia dan buang ke kandang singa, aku yakin singa singa bos sangat menikamati" kata Zidan sambil tersenyum menyeringai.
" A aapa ,aku akan di kuliti? tidak tidak aku masih muda aku tidak mau mati sekarang dan itu terlalu menyakitkan , baiklah aku mengaku ,maaf kan aku karena mencuri uangmu" kata Elvan dengan badan gemetar dan mata berkaca kaca, dirinya tidak menyangka telah mengusik bos mafia .
" Hahaha aku bercanda, aku tahu kenapa kamu mencuri uangku, hmm ternyata nasibmu malang juga, ayahmu di penjara karena membunuh orang, ibu mu sakit sakitan hutang keluarga mu sangat banyak dan di kejar kejar rentenir dan kamu putus sekolah karena tidak ada biaya, baiklah aku maafkan toh uang ku juga sudah aku ambil kembali, sekarang kamu aku lepaskan dengan satu syarat" kata Elisa .
" Apakah syarat itu?" tanya Elvan.
__ADS_1
" Kamu harus bergabung denganku di organisasi mafia ku, hutang hutang keluarga mu akan aku lunasi dan untuk ibumu aku akan membiayai pengobatannya sampai sembuh dan satu lagi kamu harus mau sekolah lagi tapi di luar negeri " kata Elisa.
" Emmm tapi aku tak pandai bela diri aku juga penakut , dan aku juga tak tahu apa apa tentang dunia mafia" kata Elvan.
" Tidak masalah, aku akan mencarikan guru untuk melatihmu beladiri , jika kamu mau belajar dan bekerja keras tidak ada yang tidak mungkin kamu akan sedikit demi sedikit mengerti toh kamu juga tidak akan punya pilihan lain, aku tanya untuk yang terakhir kalinya bergabung atau mati di kandang singa?" tanya Elisa dengan raut wajah serius.
" Baiklah demi ibuku, aku akan bergabung" kata Elvan dengan mantap.
" Bagus, sekarang juga akan aku urus hutang hutangmu dan ibu mu akan aku pindahkan ke rumah sakit ku, dan seminggu dari sekarang bersiaplah aku akan mengirim mu Amerika untuk melanjutkan SMA mu di sana, aku akan mengirim seorang guru beladiri bersama mu dan tenang saja kau akan tinggal di villa milik keluarga ku bersama dengan anggota mafia Dewa Kematian yang aku sekolahkan ,belajarlah dengan giat kembangkan bakat mu " kata Elisa.
" Baiklah ,Zidan lepaskan ikatan talinya dan segera pindahkan ibunya ke rumah sakit kita." perintah Elisa.
" Baik bos" kata Zidan sambil melepaskan tali di tangan Elvan dan bergegas pergi mengurus kepindahan ibunya Elvan.
" Hallo pak Hendra , siapkan kamar tamu segera dan bawa Elvan untuk tinggal di sana" perintah Elisa pada kepala pelayan nya melalui telfon rumah.
__ADS_1
" Baik nona muda akan segera saya laksanakan" kata pak Hendra.
" Nah Elvan kamu bisa turun dan mencari pak Hendra ,dia akan menunjukkan kamar mu" kata Elisa.
" Tapi bagaimana dengan barang barang ku di rumah?" tanya Elvan.
" Tenang saja nanti malam barang barang mu akan ada di kamarmu" kata Elisa.
Elvan meninggalkan ruangan kerja Elisa dan turun ke lantai bawah. Setelah Elvan pergi , Elisa menyuruh Bella untuk kembali ke perusahaan dan Elisa akan ke kamarnya untuk istirahat Elisa sangat lelah setelah melaksanakan misi militer selama 3 hari , ya misi militer memang sangat menguras pikiran dan tenaga. Oh iya Elisa akan mengunjungi dokter pribadinya di rumah sakit. Elisa tidak akan memanggil dokter ke rumah karena tidak mau keluarganya khawatir.
Bersambung...........
di atas adalah visual Elvan Satria ππ
__ADS_1