ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Bertamu


__ADS_3

Setelah selesai meeting Elisa kembali tenggelam menekuni pekerjaan nya, tak terasa jam 15:00 telah tiba. Elisa di kejutkan oleh suara dering telefon. Tanpa melihat siapa yang menelfon Elisa menekan tombol hijau dan menlostspeaker dan meletakkan nya di meja . Mata Elisa masih tertuju ke laptop nya.


" Hallo, udan sore pulang sekarang" suruh seseorang yang ternyata adalah James.


" Kakak aku kirain siapa ,, ih baru jam berapa ini kak, lagian nanggung ini sebentar lagi selesai" kata Elisa.


" Udah deh nggak usah bawel ya, baru sembuh juga, cepetan kakak tunggu kalo nggak balik balik kakak seret kamu pulang" kata James.


" Iya iya ini aku pulang, dasar cerewet" kata Elisa kesal.


" Ni anak kurang ajar banget ma kakak nya" kata James.


Elisa mematikan telfon tanpa menggubris omelan kakak nya ,dia segera menyelesaikan pekerjaanya yang untung tinggal sedikit, 15 menit kemudian Elisa sudah selesai dan merapikan mejanya, memasukkan laptop ke dalam tas memakai jas dan keluar menuju parkiran basemant kantor untuk pulang.


" Bella aku pulang duluan ya ,kakak ku James suruh pulang awal kalo nggak di turuti nanti ngamuk dia" kata Elisa di ruangan Bella sebelum pulang.


" Baik presdir, apa masih ada pekerjaan yang belum selesai ? nanti saya selesaikan" kata Bella .


" Tidak ada ,semua sudah selesai " kata Elisa.


Elisa keluar dari ruangan Bella dan menuju lift khusus nya menuju parkiran dan mengendarai mobil sport nya untuk pulang. Di jalan Elisa terpikir Aditya, sepertinya dia masih marah, saat meeting Aditya hanya bersikap dingin kepada Elisa, ah sudah lah nanti juga nggak marah lagi ,pikir Elisa. Tak berselang lama Elisa sampai di mansion nya dan melihat mobil asing terparkir di depan , Elisa memasukkan mobilnya ke garasi, dan bergegas masuk ke dalam. Ketika masuk Elisa mendapati di ruang tamu semua keluarganya berkumpul di tambah seorang laki laki yang tampak tidak asing bagi Elisa , dia duduk memunggungi Elisa jadi dia tidak melihat wajah nya.


" Eh rame sekali tumben ada acara apa?" tanya Elisa yang membuat semua orang menoleh ke arah nya tak terkecuali laki laki tadi yang tak lain adalah Aditya.

__ADS_1


" Ini ada tamu spesial kamu lho " kata James menggoda adek nya.


" Ih apaan sih kak, oh ternyata Aditya , baru sampai sayang?" tanya Elisa.


" Ciye sayang sayangan lagi panggil nya" kata James lagi, Aditya hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Lah ya iyalah kak orang pacar sendiri ,emang nya kakak jomblo" kata Elisa dengan senyum kemenangan.


" Jangan nyindir deh dek" kata James cemberut.


" Lha emang iya kan kakak jomblo, makanya cari pacar biar bisa sayang sayangan masa kalah sama adeknya" kata Elisa yang membuat semua orang tertawa kecuali James yang memanyunkan bibir nya.


" Eh kak Alex ikut ketawa apa sudah punya pacar? " tanya Elisa .


" Ha kapan kamu punya pacar? deket sama wanita aja nggak pernah" tanya James.


" Heh bukan berarti aku nggak punya ya, pacarku orang Jerman dia tetanggaku dulu" kata Alex.


" Jadi kalian ldr.an ? " tanya Elisa.


" Ya iyalah dia lagi kuliah di sana ,nanti kalau udah selesai kuliah aku ajak kesini kenalkan sama kalian" kata Alex.


" Wah nggak sabar aku pengen cepet cepet punya kakak ipar lepas tu ponakan" kata Elisa dengan antusias.

__ADS_1


" Apaan sih dek orang masih lama dia kesininya, masih 2 tahun lagi" kata Alex.


" Yah kelamaan kak, suruh pindah kuliah di sini saja napa sih" kata Elisa.


" Ya nggak bisa dong " kata Alex.


" Ehem ehem kalian mau sampai kapan nganggurin tamu hah? Elisa sana mandi dulu kan baru pulang kerja" kata kakek nya.


" Hehehe maap kek, Adit sebentar ya aku mau mandi dulu udah lengket ni" kata Elisa yang langsung lari ke kamar nya.


" Ya ampun jangan lari nanti jatuh, ni anak ya susah banget di atur" kata James.


Selama menunggu Elisa mandi, mereka ber 4 berbincang bincang ringan di ruang tamu, kakek Elisa menanyakan bagaimana kabarnya ,bagaimana bisnisnya dan banyak lagi. James dan Alex pun tak ketinggalan ikut berbicara. Tak berapa lama Elisa turun dengan pakaian santai nya, wajah nya lebih segar dan rambut panjangnya di gerai menambah kesan cantik dan sexy dari seorang Elisa. Mata Aditya tak lepas dari Elisa ,hingga dia di sadarkan oleh deheman para lelaki yang justru memandangnya dengan kesal.


" Tolong di kondisikan matanya Aditya" kata James.


" Eh hehehe maaf kak, aku terkesima dengan kecantikan Elisa" kata Aditya.


" Adek ku emang udah cantik dari lahir " kata James.


" Iya iya kak" kata Aditya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2