ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Jalan jalan dengan Rafa


__ADS_3

Rencana nya Elisa akan membawa Rafa dan ibu nya untuk tinggal bersama besok, namun ibu nya belum ingin pergi. Elisa pun memutuskan tinggal di rumah ibu nya sampai ibu nya mau ikut dengan nya. Sementara kakek dan kedua kakak nya Elisa suruh untuk pulang kembali ke mansion, mereka pun setuju namun juga khawatir dengan Elisa jika sewaktu waktu penyakit nya kambuh.


" Gampang kirim saja dokter Arnold kesini, bereskan" kata Elisa enteng.


" Tapi kakek takut , di sini banyak masalah yang akan mempengaruhi emosi mu nak, kakek takut kamu drop" kata kakek nya.


" Kek izinkan Elisa tinggal di sini lebih lama, biarkan Elisa mengenang masa kecil Elisa di sini ,nanti kalau ibu sudah mau ikut, Elisa pasti pulang" kata Elisa menyakin kan kakek nya.


" Elisa janji akan belajar mengontrol emosi ku kek, lagi pula di sini Elisa juga di jaga banyak orang, ada Zidan juga kan" imbuh nya lagi.


" Baik lah kakek mengalah, kakek dan kedua kakak mu akan pulang dulu, jangan lama lama di sini ya ,nanti biar kakek suruh dokter Arnold menyusul ke sini" kata kakek nya.


" Terima kasih kek, oh iya pastikan kak James dan kak Alex serius bekerja kek awasi betul betul mereka berdua" kata Elisa sambil menoleh kepada kedua kakak nya.


" Eh apa ini , emang selama ini kakak mu nggak serius kerja?" kata James sambil melotot.


" Ya kali aja kakak malah pacaran " kata Elisa sambil nyengir.


" Enak aja, pacar nggak nggak punya malah sekarang di tuduh nggak serius kerja karena pacaran" kata James cemberut.


" Becanda lho kak, sekaligus nyindir kalo kakak masih jomblo,hahaha" kata Elisa yang membuat semua orang tertawa kecuali James yang cemberut.


Elisa pun mengantarkan keluarga nya sampai ke mobil, Elisa menjabat tangan kakek nya dan berpelukan kepada kedua kakak nya. Ibu nya memandang keakraban mereka dengan menahan tangis, hati nya masih merasa bersalah karena dulu beliau tidak menyayangi putri nya. Elisa telah tumbuh menjadi gadis cantik dan berlimpah kasih sayang pengganti dari kakek dan sekarang punya 2 kakak yang walaupun beda tali darah ,namun terlihat sangat menyayangi Elisa. Setelah keluarga nya pulang, Elisa kembali masuk ke rumah ibu nya. Elisa membantu ibu nya memasak di dapur sekalian belajar masak karena Elisa juga jarang masak sendiri di dapur. Setelah makanan jadi ,mereka bertiga makan dengan lahap bahkan Elisa yang akhir akhir ini nafsu makan nya menurun sekarang nambah dua piring, ya mungkin saking kangen nya dengan masakan ibu nya.

__ADS_1


Kakek Elisa meninggalkan satu mobil untuk Elisa jika ingin pergi, dan juga menaruh sekitar 20 orang anak buah Dewa Kematian untuk menjaga Elisa bahkan Zidan pun tetap di tugaskan di sisi Elisa. Ke esokan hari nya ibu nya berangkat bekerja ke pabrik dan adiknya berangkat sekolah ke TK, Elisa mengantar adik nya terlebih dahulu setelah itu mengantar ibu nya menggunakan mobil sportnya. Setelah ibu nya masuk ke pabrik Elisa kembali ke rumah dan ketika melewati rumah baru ayah nya, dia melihat ayah nya akan berangkat kerja dan di antar oleh istri dan anak baru nya di depan rumah, Elisa sengaja mempelankan laju mobil nya untuk melihat wajah ayah yang selama ini dia rindukan. Namun semua rasa rindu itu menjadi kebencian tatkala melihat ayah nya begitu dekat dengan keluarga baru nya terlebih lagi dia sangat terlihat sangat menyayangi anak nya yang masih kecil itu, Elisa mencengkram erat kemudi, hati nya terluka kembali dan tak terasa air mata nya menetes keluar. Sedetik kemudian tatapan mereka bertemu, ya ayah nya melihat ke arah Elisa yang kini menghentikan mobil mewah nya di depan rumah itu, dia memandang sinis kepada ayah nya , kemudian memalingkan muka dan kembali melajukan mobil nya pulang ke rumah.


Seharian Elisa di rumah tidak punya kegiatan ,dia menjadi bosan ,dan jam belum menunjukkan waktu adik nya pulang sekolah. Elisa pun membuka laptop nya ,tiba tiba dia punya ide untuk meretas sistem cctv di pabrik ibu nya. Tak sulit bagi nya dan beberapa saat kemudian, terlihatlah semua video dari kamera cctv di pabrik ibu nya, dia pun mencari posisi ibu nya di mana, Nah itu dia, ibu nya sedang bekerja dengan seorang teman nya di pabrik bagian belakang. Tak ada yang ganjil sih, dia mengamati wajah ibu nya yang penuh keringat karena kerja keras dan juga di sana sangat panas. Elisa merasa kasihan kepada ibu nya , dia akan terus membujuk ibu nya agar mau pulang ke mansion ,agar ibu nya tidak bekerja seperti itu lagi.


Saat nya menjemput adik nya , dia pun kembali melajukan mobil nya menuju sekolah , disana adik nya telah menunggu nya . Semua teman teman dan orang tua yang menjemput di sana terpukau dengan mobil Elisa yang sangat mewah, mereka baru pertama kali melihat mobil yang seperti Elisa kendarai. Elisa pun keluar dari mobil dan menjemput adik nya, disana juga ada guru nya, mereka tidak memperbolehkan Elisa membawa Rafa karena mereka tidak mengenal Elisa.


" Saya adalah kakak nya " kata Elisa.


" Saya tidak pernah mendengar Rafa punya seorang kakak, anda pasti berniat menculik Rafa kan?" kata guru nya Rafa, sementara Rafa memberontak dari cengkraman guru tersebut.


" Jangan sakiti adik ku, wajar kalian tidak pernah mendengar nama ku, sejak umurku 14 tahun aku ikut kakek ku dan kuliah ke Rusia" kata Elisa.


" Jangan bohong kamu, umur 14 tahun udah kuliah ,anda sedang bermimpi ya" kata guru itu.


" Jaga omongan anda ya, dan berprestasi apa nya hah? masih muda sudah pintar berbohong" kata guru itu.


Elisa memutar bola mata nya , kesal, dia mengeluarkan kartu anggota mahasiswa nya dan menunjukkan kepada guru itu. Guru itu pun menerima nya dan membaca semua informasi dari kartu itu, dia pun akhirnya mempercayai Elisa. Dia juga mengizinkan Elisa membawa Rafa pulang, sebelum pulang Elisa membawa adiknya ke pusat perbelanjaan di kota nya, dan juga mengajak adiknya ke beberapa tempat wisata di sana, ya tentu saja dengan beberapa anak buah nya yang menjaga mereka dari kejauhan. Rafa pun sangat senang karena ini pertama kali nya dia mengunjungi tempat tempat itu. Di pusat perbelanjaan Elisa membelikan selusin baju untuk Rafa, 10 pasang sepatu paling mahal di salah satu toko dan berbagai belanjaan lain nya, setelah itu dia mengajak adik nya makan di salah satu restoran, adik nya sangat senang dan bahagia begitu juga Elisa. Selesai makan mereka pergi ke tempat tempat wisata dan memperbanyak galeri telefon Elisa dengan foto foto mereka berdua, terakhir mereka membeli makanan seafood dan bergegas menjemput ibu nya dan pulang.


Di depan pabrik banyak karyawan yang berhamburan keluar ada yang menunggu jemputan ,ada yang mau naik bis dan angkutan umum dan lain sebagai nya. Di depan gerbang Elisa melihat ibu nya sedang berjalan bersama beberapa teman nya, mereka terlihat lelah namun tawa dan senyuman mereka perlahan lahan memudarkan aura kelelahan mereka. Elisa keluar dari mobil nya yang di parkir agar ke samping dari gerbang, ya dan lagi mobil nya menjadi pusat perhatian semua karyawan dan orang orang di sekitar sana, apalagi ketika Elisa keluar dari mobil. Para karyawan laki laki terutama yang muda muda melongo menatap kecantikan Elisa yang bak seorang dewi, namun Elisa tidak mempedulikan tatapan kekaguman mereka. Elisa melambaikan tangan ke pada ibu nya dan memanggil nya .


" Ibu!!" teriak Elisa yang membuat semua orang menoleh kepada yang di panggil, mereka penasaran siapa pemilik gadis cantik ini.


" Ya nak, cepat sekali datang nya , apa sudah sampai dari tadi?" kata ibu nya sambil berlari ke arah putri nya, semua teman nya juga ikut mendekat.

__ADS_1


" Eh mbak, ini anak nya toh wah cantik sekali , bolehlah kalau kita besanan" kata salah satu teman nya.


" Emm tanya sama anak nya aja, aku mah terserah dia" kata ibu basa basi.


" Eh maaf sebelum nya bu, saya sudah bertunangan dengan seseorang ,hehehe" kata Elisa sambil nyengir dan menunjukka cincin yang dulu Aditya kasih kepada nya namun masih dia pakai.


" Waduh sudah sold out ternyata, wah selamat ya " kata teman teman ibu nya.


" Iya terima kasih ibu ibu sekalian" kata Elisa.


" Oh iya ngomong ngomong , kok nak Elisa baru kelihatan ya, kemarin kemarin kemana?" tanya teman ibu nya.


" Saya ikut kakek ke kota dan kuliah ke luar negeri bu, jadi selama 6 tahun ini tidak pulang ke rumah dan baru baru ini saya pulang nya" kata Elisa.


" Wah sudah sarjana juga ternyata, hebat sekali kalau boleh tahu sekarang nak Elisa kerja apa? kok saya lihat nak Elisa punya mobil mahal seperti ini" kata teman ibu nya.


" Saya ketika kuliah di Rusia, merintis usaha dan alhamdulillah sekarang udah berkembang menjadi perusahaan besar dan saya adalah pemilik sekaligus pemimpin grub perusahaan saya" kata Elisa sambil menyerahkan kartu nama nya ke salah satu teman ibu nya, dia dengan sabar menanggapi semua pertanyaan teman ibu nya.


" Ya sudah karena hari sudah hampir petang , aku dan anak ku pamit dulu ya, dadah semua sampai bertemu besok" kata ibu nya .


" Oh iya mbak, selamat beristirahat kalau begitu" kata teman nya lagi.


Elisa , Rafa dan ibu nya pun masuk ke mobil ,dan Elisa melajukan mobil nya pulang ke rumah. Di rumah setelah semua nya mandi di lanjutkan dengan makan bersama dengan lauk seafood yang tadi Elisa beli di perjalanan pulang. Makan bersama itu di selingi dengan cerita heboh dari Rafa yang tadi di ajak jalan jalan sama kakak nya. Ibu nya sangat bahagia melihat kedekatan adik kakak yang terpisah lama itu, ternyata tuhan menggantikan rasa sakitnya dengan kehadiran Elisa kembali ke kehidupan nya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2