
Satu bulan kemudian, Elisa dan Zidan kembali mengadakan pernikahan yang sah secara agama dan juga negara serta mendapat restu dari orang tua dan seluruh keluarga. Ijab kobul berjalan dengan lancar dan juga khidmat, setelah acara akad selesai, kini di gelarlah resepsi pernikahan yang sangat megah.
Para pejabat penting dan juga semua kolega bisnis Elisa turut di undang untuk memeriahkan pesta pernikahan Elisa dan Zidan. Teman teman militer Elisa juga di undang semua beserta jenderal dan jajaran nya, mereka semua memberi selamat dan do'a terbaik untuk teman seperjuangan di medan perang. Tak lupa juga keluarga Sekar yang di jemput dari Indonesia 2 hari sebelum hari H.
Tak ada lagi musuh dan dendam di antara para pemimpin mafia kepada Elisa dan keluarga nya, dengan gaun putih menggembung dan mahkota yang menghiasi kepala nya, Elisa berjalan menuju pelaminan di gandeng oleh ayah dan ibu nya, Zidan telah berada di sana menunggu istri nya. Setelah sampai di hadapan Zidan ayah Elisa menyerahkan tangan putri nya kepada Zidan sambil menyampaikan pesan.
" Anak ku, ku serahkan putri ku kepada mu, terima kasih sudah menjaga nya menggantikan kami, ayah hanya meminta padamu jangan sekali kali kamu menyakiti putri ku apalagi mengkhianati nya, jangan pernah biarkan air mata nya menetes kecuali air mata kebahagiaan, dia sekarang menjadi tanggung jawab mu, kalian adalah putra putri ku yang sangat aku cintai, berjalan lah kalian dan keturunan mu di jalan kebenaran, semoga allah merahmati setiap jalan yang kalian tempuh" kata ayah Elisa sambil meneteskan air mata.
Elisa tak kuasa menahan tangisnya, dulu yang Elisa bayangkan adalah menikah tanpa kehadiran ayah dan ibu nya, namun kini semua angan angan buruk itu terpatahkan, betapa bahagia nya Elisa hari ini, Elisa memeluk ayah dan ibu nya dengan erat.
" Selamat nak, kamu sudah menjadi istri dan juga ibu, didiklah anak anak mu dengan kebaikan ,jangan pernah kau layangkan tangan mu dan meninggikan suara mu membentak anak anak mu, maafkan ayah dan ibu yang dulu tidak menyayangi mu dan selalu menyakiti mu nak" kata sang ibu.
" Sudahlah berapa kali Elisa katakan ,itu semua masa lalu jangan di pikirkan lagi bu, sekarang adalah hari bahagia Elisa dan juga mas Zidan, jangan lagi mengingat ingat masa lalu yang buruk bu" kata Elisa sambil menyeka air mata di mata sang ibu.
Acara pesta resepsi di akhiri dengan sesi foto foto ria, para tamu undangan tak mau ketinggalan ,mereka semua mendapat bagian dalam album foto pernikahan Elisa dan Zidan, terakhir adalah sesi foto foto bersama keluarga besar ,mulai dari keluarga Elisa sendiri ,kemudian keluarga Sekar dan terakhir keluarga Aditya dan Meyra.
__ADS_1
8 bulan telah berlalu, kini keluarga Elisa kembali di beri kebahagiaan dengan acara 7 bulanan Sekar. Ya selang 1 bulan setelah pernikahan resmi Elisa dan Zidan, Sekar di nyatakan positif hamil 4 minggu, keluarga Brawijaya sekali lagi bersuka cita.
Acara hari ini sangat meriah walau hanya di hadiri keluarga besar saja, di mulai dengan acara pengajian dan doa doa yang berjalan dengan khidmat , setelah itu di lanjutkan dengan acara siraman sesuai dengan adat jawa dan juga rangkaian acara lain nya. Kemudian seluruh keluarga makan malam bersama.
" Ehem, ngomong ngomong kak, bagaimana rencana kakak selanjutnya , kapan kakak akan menjabat kembali sebagai presdir?" tanya Rafa di sela sela makan nya.
" Em entahlah dek, kakak capek ngurus perusahaan, kau tahu selama ini kakak ikut andil dalam membantu mu menjadi presdir di perusahaan, kakak hanya ingin memimpin Dewa Kematian saja dan ikut kembali ke militer , seharusnya aku sudah naik pangkat jadi jenderal, tapi sekarang aku baru pangkat laksamana muda" kata Elisa sambil menghela nafas.
" Jadi mama mau pergi berperang lagi ya?" tanya Elvina dengan raut wajah sedih.
Alvaro mewarisi kejeniusan dan kepintaran dari mama nya, dia pendiam dan dingin ,namun jangan coba coba untuk membuat nya marah, dia akan menjadi orang pertama yang maju jika keluarga nya di sakiti, sedangkan Elvina mewarisi ketangkasan dan juga bela diri dari sang papa, dia kebalikan dari Alvaro , sangat cerewet dan juga gemar di puji, suka pamer juga. Walau usia mereka baru 6 tahun ,namun pemikiran mereka sangat berbeda dengan anak anak seusia nya, mereka sangat peka dan juga mudah memahami apapun yang dia ajarkan oleh mama dan papa nya.
" Baiklah, tapi mama harus menjaga diri ,kamu tidak mau mama terluka dan jangan sampai mama tidak kembali " kata Alvaro.
" Tentu saja sayang, mama akan hati hati" kata Elisa sambil tersenyum.
__ADS_1
" Ih kakak kok gitu sih, itu kan hak kakak juga masa aku yang handle semua nya" kata Rafa sambil cemberut.
" Hah, iya iya kakak akan kembali jadi presdir ,tapi kalau sewaktu waktu kakak ada urusan kamu harus siap sedia menggantikan kakak, kamu akan jadi wakil presdir kalau begitu, kerja yang bener awas aja ya kalo nggak bener ,kakak pukul kepala mu" kata Elisa sambil mengacungkan tinjunya.
" Iya iya ,bawel banget sih, nggak akan Rafa main main sama pekerjaan, itu kan hasil jerih payah kakak, mana berani aku menghancurkan nya" kata Rafa.
" Semua itu kakak lakukan untuk mu juga ,itu semua juga ada hak nya kamu dan juga anak mu di masa depan, kakak bekerja keras agar kalian tidak merasakan kepahitan seperti kakak, cukup kakak saja" kata Elisa.
" Makasih kak, Rafa sangat menyayangi kakak, memang kakak lah yang paling baik" kata Rafa sambil menunjukkan 2 jempolnya ke arah Elisa.
" Memang kami nggak baik sama kamu selama ini" kata James dengan mata melotot.
" Oh iya hampir lupa kalau aku masih punya 2 kakak super tampan ini, hehehe maaf kak, kalian juga adalah yang paling baik sama Rafa, makasih ya kak udah ikut mengasuh dan membimbing serta mengajari Rafa segala nya, juga untuk papa Aditya dan mama Meyra, terima kasih sudah menjadi papa dan mama yang hebat untuk Rafa" kata Rafa.
" Iya sama sama nak" kata Aditya dan juga Meyra bersamaan.
__ADS_1
Bersambung..........