
Pagi yang cerah mengawali kebahagiaan yang akan terlaksana sebentar lagi, kicauan burung bersama hangat nya sinar mentari menyertai senyum dan tawa bahagia kedua mempelai beserta keluarga, namun di balik semua itu terdapat sebuah ancaman yang tidak terendus oleh Rafa maupun Aditya, hanya Zidan dan juga orang orang dari Dewa Kematian yang mengetahui nya. Ini adalah dendam lama dan juga musuh terkuat dari mafia yang dulu di pimpin oleh Elisa Adeera Brawijaya, walau sempat di hancurkan mereka bersatu kembali ,bangkit sedikit demi sedikit mengumpulkan kekuatan tanpa di ketahui oleh musuh bebuyutan mereka ,yaitu Dewa Kematian, ya Black Pearl membangun istana nya kembali dan juga kerajaan mereka di tempat tersembunyi dan juga rahasia, beruntung pihak Dewa Kematian dapat mengendus kebangkitan mereka lewat seseorang yang sangat penting di dalam mafia Black Pearl, dialah kaki tangan sang bos besar dan menjadi anak buah andalan dan juga terkuat di mafia itu, kekuatan nya setara dengan Zidan di Dewa Kematian.
Pagi itu, Rafa berada di suatu ruangan yang terpisah dari ruangan tempat istri nya Sekar berada, mereka berdua menjalani sesi rias di temani keluarga masing masing, mereka belum boleh bertemu sebelum naik ke pelaminan di taman rumah utama yang telah di hias sedemikian rupa. Mereka berdua masih menggunakan busana dan riasan adat jawa untuk sesi acara penyerahan pengantin putri kepada keluarga pengantin laki laki dan di lanjut dengan sesi adat ngunduh mantu. Rafa telah selesai terlebih dahulu, dia menunggu dengan sabar di ruangan itu sambil bercengkrama dengan keluarga nya, selagi menunggu Sekar selesai di rias.
Tepat pukul 09.00 waktu setempat, acara di mulai, para tamu undangan juga sudah hadir sepenuhnya, para penjaga berjejer memantau situasi begitu juga para anak buah dari mafia Dewa Kematian dan juga anak buah nya Aditya berpencar d
ke segala arah menjaga keamanan. Zidan telah mengendalikan situasi dan menggantikan para anak buah mafia Black Pearl sejak tadi pagi, semua anak buah Zidan telah di posisi, siap menerima perintah kapan saja. 'Dia' juga telah bersiap dengan segala persenjataan dan juga rompi anti peluru telah terpasang di badan nya.
" Saat nya menuntaskan dendam ini, kalian telah berani mengusik keluarga ku maka sekarang lah saatnya kalian menerima akibatnya, kalian salah telah membangunkan singa yang tertidur,hahahahaha" kata 'Dia' dengan sorot mata kebengisan.
Dia pun bergegas keluar menuju tempat resepsi adat di taman rumah utama, 'Dia' menyamar sebagai penjaga dan memakai masker hitam serta kaca mata untuk menutupi identitasnya. Dari jarak 5 meter dari dia berdiri, terlihatlah Rafa yang tersenyum bahagia sedang berjalan perlahan menuju ke panggung pelaminan, di susul dengan istrinya yang sangat cantik di dampingi oleh 2 orang tuanya untuk di serahkan kepada Rafa. Mata 'Dia' berembun siap meneteskan cairan bening dari kelopak mata nya, 'Dia' pun mengalihkan pandangan nya untuk menekan perasaan nya, dan tak sengaja dia melihat sesosok wajah yang familiar di ingatan nya, lama sekali dia memandang wajah itu hingga dia tersadar.
__ADS_1
" Astaga, jadi dia juga ikut terjun langsung untuk berperang dengan ku, baiklah, beruntung sekali aku ini, tidak perlu repot repot mencari nya dan dia malah malah mengantar nyawanya sendiri," gumam nya.
" Zidan, persiapkan anak buah kita, aku telah menemukan target terbesar kita, dia datang sendiri kesini rupa nya, perketat penjagaan di sekitar Rafa dan istri nya, cepat!!" perintah 'Dia' kepada Zidan melalui perangkat canggih yang terpasang di telinga nya dan juga Zidan.
" Baik!" seru Zidan dan segera meneruskan perintah ke seluruh anak buah nya.
Kini kendali berada di tangan 'Dia' ,semua anak buah dari mafia Black pearl telah di singkirkan dan di bawa ke tempat rahasia di bawah tanah. Bos besar black pearl belum menyadari semua itu, dia terlalu fokus untuk membalaskan dendam melalui Rafa dan pernikahan nya, matanya tak lepas dari Rafa dan juga istrinya. 'Dia' celingak celinguk mencari seseorang yang selama ini menjadi informan dalam bagi mafia Dewa Kematian, dia juga adalah orang paling penting bagi Alex yang selama ini dia cari, namun dia tidak menemukannya dimana pun dan juga tidak bisa di hubungi, apakah terjadi sesuatu dengan nya?
Dor!!!!!!........ semua orang terkejut dan takut, 'Dia' mengira tidak akan sempat menghalangi peluru itu, namun dengan kelincahan nya dia berhasil menghalau peluru itu menggunakan tubuh nya dan membuat Rafa jatuh tersungkur dengan 'Dia' di atas tubuh Rafa. Peluru itu meleset mengenai bagian tulang belikat yang tertutup rompi anti peluru, walaupun tidak menimbulkan luka serius ,tapi hantaman peluru itu berhasil membuat luka memar dan rasa ngilu. Rafa sangat terkejut dengan kejadian itu, semua orang lari tunggang langgang menyelamatkan diri dan di pandu oleh anak buah Zidan untuk masuk ke aula utama dan menutup pintu hingga yang tersisa di tempat pesta itu hanya Rafa, Sekar dan kedua keluarga beserta anak buah mafia Dewa Kematian juga anak buah dari Aditya.
Suasana menjadi hiruk pikuk dan mengerikan, 'Dia' bangkit dari jatuhnya dan menatap Marcus di bos besar black pearl dengan tatapan membunuh. 'Dia' sangat marah karena dia dengan terang terangan ingin menyakiti keluarga nya, pandangan mata mereka bertemu.
__ADS_1
" Wah wah sudah lama sekali kita tidak bertemu, bukan kah kamu sudah mati? ELI SA?" kata Marcus dengan menekan kan kalimat Elisa.
Rafa dan juga keluarga nya pun syok mendengar penuturan Marcus, mereka langsung memandang ke arah wanita yang kini berdiri membelakangi mereka. 'Dia' pun membuka masker dan kacamata nya ,dan terlihatlah wajah cantik yang sudah memasuki kepala 3 itu, 'Dia' pun menoleh ke arah Rafa sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipit nya yang menawan. James dan juga Alex seketika terpaku, mata mereka tak lepas dari wajah Elisa, dan kemudian mereka berdua saling pandang menyakinkan satu sama lain apakah yang di lihat adalah nyata ataukah hanya mimpi?
Senyum itulah yang selalu Rafa rindukan selama 15 tahun, wajah itu yang selama ini selalu terbayang di mata nya, wajah itu lah yang selalu membuatnya sedih ketika teringat, ya dia lah Elisa sang kakak yang telah meninggal dan di makam kan 15 tahun yang lalu di hadapan Rafa. Air mata Rafa langsung luruh seketika, dada nya sesak menahan segala gejolak perasaan yang ada di hatinya, banyak sekali pertanyaan di mata nya.
" Hallo adik ku yang tampan, kita bertemu lagi , sudah lama sekali dan sekarang kamu telah menjadi seorang suami, dan ya istri mu sangat cantik" kata Elisa sambil tersenyum, mata nya menahan air mata yang terus saja mendesak ingin keluar, namun harus dia tahan, dia tidak mau terlihat lemah di hadapan musuh bebuyutan nya.
" Wow, sungguh mengharukan, reuni yang sangat bahagia, tapi tidak akan aku biarkan kalian berbahagia, hari ini adalah hari kematian dan kehancuran keluarga Brawijaya hahahaha" kata Marcus dengan angkuh.
" Kau telah salah menargetkan keluarga ku, musuh mu adalah aku, dan hari ini akan aku hancurkan dirimu dan mafia mu sampai ke akar akarnya hingga tak akan ada lagi black pearl di dunia ini, kamu meremehkan Dewa Kematian karena aku telah tiada ,tapi hari ini aku kembali, tak akan aku biarkan kamu menyakiti keluarga ku dan menghancurkan keluarga Brawijaya ku" kata Elisa dengan suara nyaring.
__ADS_1