
Salah satu anak buah mendekati Elisa dan memberitahu informasi terkait dengan laki laki itu. Elisa tersenyum dan beralih menatap mata laki laki itu.
" Oh rupa nya kamu kakak dari wanita itu? pantas saja wajah mu sangat mirip dengan wanita menjijik kan itu" kata Elisa.
" Jaga ucapan mu ,adik ku bukan wanita menjijikkan " kata laki laki itu, yang tiba tiba mendapat keberanian untuk bicara.
" Oh sudah bisa ngomong sekarang, aku kira bisu kamu, kenapa? tidak terima ? bukan kah wanita pengganggu rumah tangga orang itu lebih rendah dari sampah? dan sekarang kalian bekerja sama untuk mencelakai ibu ku" kata Elisa dengan sorot mata penuh kemarahan.
" Jangan kau hina adik ku, ayah mu juga mau dengan nya kenapa malah menyalah kan adik ku" kata laki laki itu.
PLAKK... Elisa menampar wajah laki laki itu dengan sekuat tenaga, bahkan di sudut bibir nya mengeluarkan darah.
__ADS_1
" Aku akui ayah ku juga salah dalam hal ini, namun wanita seperti adikmu itu harusnya musnah dari muka bumi ini, kau tahu apa akibat dari perbuatan adik mu itu ? keluarga ku hancur ,ibu ku harus menahan luka dan mencari nafkah demi adik ku dan kau dengan gampang nya bilang begitu" kata Elisa.
" Aku paling benci pengkhianatan , dan aku membunuh semua orang yang telah berani berkhianat kepada ku, dan sekarang aku melepaskan adik mu bukan kah seharus nya kalian bersyukur?namun seperti nya kalian memilih jalan kematian, baiklah akan aku kabulkan, kalian akan mati perlahan dan merasakan penderitaan dulu baru ku biarkan kalian mati" kata Elisa lagi.
Anak buah Elisa menyeret laki laki itu dan membawa nya ke markas utama di kota J. Sementara itu Elisa beralih ke ibu nya yang masih gemetar ketakutan dan sedang di tenangkan oleh teman teman nya. Elisa langsung memeluk ibu nya dan kemudian ibu nya agak tenang.
" Ibu ,ibu mau ya pulang ke mansion sama Elisa , kita pergi dari kota ini bu, Elisa tidak tenang jika harus meninggalkan ibu di sini" kata Elisa.
" Tapi bu , ayah sudah lupa dengan kita ,apa yang harus kita pertahan kan di sini? ayolah bu, disana ibu nggak usah kerja keras banting tulang lagi, Rafa juga bisa sekolah di sekolahan yang paling bagus , dan juga Elisa akan tenang jika ibu ikut dengan Elisa bu, Elisa tidak bisa terus terusan menjaga ibu di sini, banyak tanggung jawab yang Elisa pikul di kota J dan di negara negara lain , Elisa memimpin banyak orang ,jadi jika ibu tetap di sini ,takut nya Elisa akan selalu khawatir dan mempengaruhi pekerjaan" kata Elisa.
" Tapi nak, nanti ibu pikirkan lagi" kata ibu nya.
__ADS_1
" Haaah, bu Elisa mohon kembalilah bersama Elisa ke rumah kakek, ibu kan belum pernah ke rumah kakek, bu tolong ngertiin Elisa sekali saja, atau ibu mau ikut ke rumah Elisa sendiri di Korea Selatan? Elisa punya rumah besar di sana, Elisa ingin punya keluarga yang utuh bu, Elisa ingin ibu ada di dekat Elisa sama seperti keluarga normal lain nya, walaupun ayah nggak ada namun ibu saja sudah cukup bagi Elisa" kata Elisa sambil berlutut di hadapan ibu nya.
" Hmm baiklah, tapi berilah ibu waktu 3 hari lagi, ibu mau pamitan ke semua kerabat dan teman teman ibu" kata ibu nya.
" Baiklah bu, 3 hari lagi kita akan pulang, kita akan berkumpul bersama , Elisa sangat senang sekali bu" kata Elisa sambil memeluk ibu nya dan menangis, kemarahan yang tadi menyerang hati nya langsung luluh di hadapan orang yang telah melahirkan nya.Tiba tiba Zidan sudah ada di samping Elisa sambil membawa berkas.
" Bos ,ini adalah berkas pembelian pabrik ini, semua nya berjalan dengan lancar, mereka juga tidak melawan" kata Zidan.
" Bagus, kamu bawa dulu berkas nya, nanti aku akan suruh orang ke sini mengurus semua nya" kata Elisa.
" Baik bos" kata Zidan.
__ADS_1
Malam itu Ibu nya nya pulang bersama putri nya kerumah,dan para karyawan lain nya melanjutkan pekerjaan mereka kembali. Di rumah ternyata Rafa masih belum tidur , dia sedang bermain dengan anak buah Elisa yang menjaga nya. Melihat kakak dan ibu nya pulang ,Rafa langsung berlari memeluk kakak nya. Di rumah ibu nya tidak menyinggung soal kejadian tadi, takut Rafa Mendengar nya dan menjadi khawatir.