ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
hamparan salju


__ADS_3

Setelah melayang layang di udara selama berjam jam, jet pribadi Elisa pun mendarat di bandara internasional di Rusia setelah sebelumnya mengirim sinyal dan di terima oleh menara bandara.Setelah jet mewah Elisa mendarat dengan mulus, Elisa segera turun dan sudah di sambut para anggota mafia dewa kematian yang berada di Rusia untuk mengamankan cucu kesayangan bos mereka. karena di daratan Rusia banyak mafia mafia yang menaruh dendam kepada organisasi mafia yang kakek pimpin ,sehingga kakeknya mengirim beberapa anggota terbaik untuk mengawal cucunya.Elisa langsung di kawal menuju mobil dan tidak melewati pemeriksaan bandara karena punya hak istimewa. Sepanjang jalan menuju villa , Rusia di selimuti salju yang tebal ,pohon pohon merangas kedinginan, tidak ada satupun rumput apalagi bunga yang mekar ,ya karena Rusia sedang mengalami musim dingin. Elisa mengalami demam dan kram perut dan badanya tidak nyaman, melihat adiknya sakit ,James memerintahkan sopir untuk mempercepat laju mobil menuju villa yang sudah di siapkan kakeknya. Elisa terlihat lemah dan pucat James membaringkan Elisa di pangkuanya dan menutupi tubuh Elisa dengan mantelnya agar Elisa tetap hangat walaupun di mobil sudah menyalakan pemanas.


Setelah rombongan itu sampai di villa,para pengawal segera membubarkan diri menuju markas besar di Rusia untuk mengurangi keramaian dan tidak menimbulkan kecurigaan dan tidak terdeteksi oleh musuh musuh dewa kematian, Elisa menutup identitas aslinya sebagai calon bos mafia yang menguasai asia dan sebagian eropa ,Elisa sejak kecil memang tidak suka ketika dirinya menjadi populer dan di kenal banyak orang selain teman temanya. walaupun dirinya mempunyai berbagai keistimewaan tetapi Elisa tidak suka menunjukkan semua nya, hanya orang orang tertentu yang benar benar mengenal dirinya .


James merawat Elisa sepanjang malam, Alex juga nggak kalah dirinya naik turun mengambilkan air hangat untuk mengkompres dahi Elisa, James setiap 3 jam meminumkan obat kepada Elisa .


keesokan harinya demam Elisa turun, ketika Elisa bangun,dia mendapati 2 kakaknya tidur dengan posisi duduk dan kepalanya bersandar di pinggir kasur, Elisa hanya bisa tersenyum senang melihat pemandangan yang belum pernah Elisa lihat. Hati ya sangat bahagia dan tidak menyangka bahwa suatu hari Elisa bisa memdapatkan kasih sayang seorang kakak laki laki, dan kini 2 kakak impian Elisa ada di samping Elisa merawat nya selama sakit dan begadang demi dirinya. Elisa bangun dengan sangat pelan sekali agar tidak membangunkan keduanya, tetapi mereka berdua memang sudah di setel untuk selalu waspada dan sangat peka terhadap gerakan dan suara ,mereka berdua terbangun.


" Mau kemana kamu? mau kabur?" kata James yang tiba tiba bangun.


" Ih ini masih pagi ya ,kakak James mulai lagi nih ,nyebelin tahu" kata Elisa.

__ADS_1


" Habis kamu bangun nggak bangunin kita ,aku kirain mau kabur dah lupa ya tadi malam demam sampai gimana?" kata James.


" Aku mau bangun cuci muka kakak, kakak ini berprasangka buruk terus ya sama aku, kalo aku mau kabur ,kabur kemana? dan mau apa coba aku kabur segala" kata Elisa.


" Ya kirain kamu suka bepergian kaya remaja remaja di luaran sana" kata James.


" Sudah sudah kalian pagi pagi udah bertengkar ,pengeng nih kuping aku" kata Alex menengahi.


" Apa? kamu mau sakit lagi? kita udah susah payah nyembuhin kamu ,kmu malah mau main salju?" kata James jengkel.


" Biarin aja ,ketimbang harus berada di sekitar kak James aja, nyebelin,cerewet" kata Elisa.

__ADS_1


" Kamu ya, minta di pukul ya" kata James.


" Hahah sini kalo berani ,aku akan merobohka kak James duluan,emangnya aku akan pasrah di pukuli kakak?" kata Elisa.


"Sudah sudah kalian ini ya , aku kurung kalian di gudang" bentak Alex dengan garang berharap mereka berdua takut, tetapi di luar dugaan ,Elisa hanya kaget sesaat dan malah tertawa.


"Hahaha kak Alex mau mengurungku? coba tangkap aku dulu kakak, apa kakak bisa menyangi kecepatan lariku?" kata Elisa sambil melompat dari kasur dan berlari kencang menuju dapur .


" Aissh bocah ini, " kata Alex.


Elisa berlari secepat kilat menuju dapur untuk mengambil susu dan menhangatkanya. ketika menunggu susunya hangat ,Elisa melihat ke jendela yang menghadap taman belakang villa ,hamparan salju putih menghampar, ayunan di pohon besar belakang villa bertumpuk setumpuk salju . sungguh pemandangan yang menawan di pagi hari tetapi beberap hari kedepan Elisa sudah bosan dengan pemandangan yang monoton itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2