
Ya dan tak lama setelah dia di periksa oleh dokter Arnold, Elisa mengalami serangan untuk yang kesekian kali nya. Elisa menutup pintu kamar nya dan meringkuk di bawah selimut menahan sakit , dia berusaha tidak bersuara agar ibu dan adik nya tidak melihat nya kesakitan. Keringat mulai membanjiri wajah nya, ujung jari nya membiru dan wajah nya memucat , bibir nya gemetar dan gigi nya bergemelatuk menahan sakit dan suara nya. Elisa berusaha bangun mengambil obat nya, namun pandangan nya kabur ,dia berusaha menggapai obat nya yang berada di atas nakas sebelah tempat tidur nya. Namun tak sengaja Elisa menyenggol gelas berisi air putih dan pecah berhamburan mengenai lantai, ibu nya yang mendengar gelas yang pecah di kamar putrinya, beliau pun langsung berlari dan masuk ke kamar Elisa yang kebetulan tidak di kunci , dia melihat putri nya sedang kesakitan dan berusaha meraih kotak obat nya di nakas. Sang ibu langsung berlari dan mengambil kan obat putri nya dan juga mengambilkan segelas air, Elisa meminum obat nya dengan cepat, nafas nya memburu dan keringat bercucuran dari kening nya, sementara ibu nya membersihkan pecahan gelas yang berserakan di lantai. Dokter Arnold pun juga masuk ke kamar Elisa kemudian langsung menangani Elisa , satu jam kemudian kondisi Elisa berangsur angsur stabil kembali.
" Nona hal ini tidak boleh di biarkan begitu saja, nona harus menjalani operasi , kami dari pihak rumah sakit sudah mendapat pendonor dan jantung yang akan di donor kan juga cocok dengan anda" kata dokter Arnold.
" Tidak ,tidak belum saatnya, jika kamu terus memaksaku lebih baik aku jahit mulutmu itu" kata Elisa yang telah bosan dengan permintaan dokter nya itu.
" Emm ini ada apa sebenarnya? donor jantung apa ?" tanya ibu Elisa yang masih belum tahu mengenai penyakit putri nya.
" Tidak ada bu, itu teman ku sedang sakit jantung dan di sarankan untuk operasi namun belum mau bu, jadi lupakan saja" kata Elisa yang menyadari ibu nya ada di kamar nya, dia juga langsung menatap tajam kepada dokter nya yang berbicara tidak lihat situasi dulu.
" Oh kirain kamu yang sakit nak, ya kalo harus operasi kenapa nggak mau, apa teman mu nggak mau sembuh?" tanya ibu nya lagi.
" Bukan begitu bu, operasi tranplantasi jantung mempunyai resiko tinggi, walaupun operasi nya sukses namun belum tentu tubuh teman ku menerima jantung baru itu, bisa bisa langsung mati bu" kata Elisa panjang lebar kepada ibu nya.
__ADS_1
" Hmm pilihan yang sulit memang, ya solusi itu menjadi solusi paling terakhir ketika teman mu tidak akan bertahan hidup lebih lama" kata ibu nya.
" Yap, ibu betul jadi teman ku sedang memikirkan bagai mana cara nya dia bisa bertahan hidup lebih lama lagi tanpa operasi itu" kata Elisa.
" Ya sudah kamu istirahat, sepertinya kamu sedang sakit dan jangan lupa minum obat mu dengan teratur, ibu akan membuatkan bubur untuk mu" kata ibu nya.
" Terima kasih bu " kata Elisa.
" Tidak perlu terima kasih ,seharusnya ibu merawat mu sedari kamu masih kecil, namun ibu melewatkan semua itu, jadi mulai sekarang ibu akan mengerjakan semua kewajiban ibu kepada putri ibu yang telah lama ibu abaikan" kata ibu nya sambil mengusap kepala putri nya.
Sang ibu telah selesai membuatkan bubur untuk putri nya ,beliau membawakan semangkok bubur dan air putih untuk putri nya, beliau masuk dengan pelan pelan ke kamar Elisa, beliau mendapati putri nya sedang menangis sembari menatap langit. Beliau bisa merasakan betapa sakit yang sedang Elisa rasakan, kemudian beliau mendekati nya dan membelai rambut nya.
" Ada apa sayang? kenapa putri cantik ibu menangis?" kata ibu nya sambil duduk di hadapan Elisa.
__ADS_1
" Ah ibu mengagetkan saja, tidak ada apa apa bu" kata Elisa.
" Jangan berbohong nak, kamu bisa membohongi orang lain namun tidak dengan ibu mu, ibu merasakan semua nya nak, hati mu sedang terluka, cerita lah, jangan pendam sendirian sekarang ada ibu" kata ibu nya sambil menatap mata putri nya.
" Elisa benar benar tidak apa apa bu" kata Elisa yang kekeh tidak mau cerita.
" Sayang jangan terbiasa memendam semua luka sendirian, kamu hanya manusia jangan berpura pura kuat di depan ibu, ibu tahu kamu itu sebenar nya rapuh, kamu sedang terluka , batin kita terhubung ,jangan lagi sembunyikan itu semua, sekarang ibu ada di sisi mu berbagilah beban mu dengan ibu mulai sekarang, ibu tahu kamu dulu selalu di abaikan dan kerena itulah kamu selalu memendam nya sendiri, maafkan ibu dan ibu mohon sekarang mulai lah terbuka dengan ibu jangan sembunyikan luka mu lagi ibu akan tambah merasa bersalah nak" kata ibu nya sambil menangis.
" Ibu bukan begitu, Elisa hanya tak mau ibu merasa khawatir" kata Elisa.
" Justru dengan diam mu ini ,membuat ibu gelisah dan cemas, ibu merasakan sakit nya namun tidak tahu apa cerita nya" kata ibu nya.
Bersambung........
__ADS_1
Hallo para readers tercintaku , ketemu lagi dengan author amatir ini, maaf author lama update di karenakan kesibukan author, maka nya jangan lupa dukung terus author biar semangat ngetik nya, dengan like, comment dan vote author, dan juga saran beserta kritik nya yaπππππ€π€π€π€π