
Rombongan anak buah Elisa berangkat menuju target penyerangan dengan berpencar, rombongan itu berpisah satu persatu di persimpangan jalan agar tidak bergerombol. Tim Elisa berangkat menuju gedung yang berada tepat di samping kanan gedung markas Odordo, setelah sampai tim Elisa bergerak menuju lantai 21 dari pintu belakang setelah sebelumnya meretas cctv agar tidak terlihat. Elisa menyuruh Kimizu untuk melontarkan pelontar tali ke jendela di lantai 18 yang merupakan jendela satu satunya yang tidak anti peluru alias bisa di hancurkan , ujung pelontar telah tertaut dengan kuat di salah satu tiang penyangga yang ada di ruangan itu.
" Biar aku duluan ,aku akan memecahkan kaca ya dulu, badanku yang lebih besar aku tidak mau kamu terluka ,oke, " kata James kepada Elisa sambil mengelus pelan kepala Elisa.
" iya iya, terserah kakak deh" kata Elisa, James segera mengaitkan kait kecil yang sudah terpasang tali untuk pegangan ketika meluncur.
__ADS_1
wuuuuuussssssss.... James meluncur membelah udara, Tim penyerbu depan sedang mengalihkan perhatian sehingga tidak ada yang menyadari tim Elisa sedang menyusup masuk.
James sampai di ujung tali dan berhasil memecahkan kaca , tebakan Elisa tentang keberadaan kaca itu ternyata benar. Elisa segera menyusul kakaknya ,di ikuti oleh Aditya dan juga si kembar Kamazu dan Kimizu .Setelah sampai di sebrang mereka segera bersembunyi di balik pilar pilar dan memantau situasi kalau kalau ada anak buah Sergio. Setelah di rasa aman tim Elisa merangsek maju .
" Sergio keluar kamu, hadapi aku yang kau anggap bocah ingusan , kau bukan hanya menghina keluarga besarku tetapi menganggu teman temanku sekarang hadapi aku jika kamu ada masalah dengan ku hadapi aku langsung jangan bersembunyi seperti gadis pingitan , dasar pengecut dan juga beritahu putrimu jangan cuma bisa omong besar saja dan selalu berlindung di balik ketiak ayahnya, hadapi aku " teriak Elisa dengan keras, rahangnya menegang menahan amarah yang sejak tadi dia pendam, dan tidak ada reaksi ataupun jawaban hanya hening yang menggema setelah Elisa selesai berucap.
__ADS_1
" Pengecut kalian, kemarin kemarin kalian dengan sombongnya menghina kami pengecut hanya berani main belakang, sekarang aku ada di hadapan kalian, keluar kalian!!!!" teriak Elisa lagi, dan lagi tidak ada jawaban , Elisa telah kehilangan kesabaran nya dan menendang pintu hingga terbuka dan ketika terbuka itulah Elisa menyadari bahwa Sergio telah menodongkan pistolnya kemudian menekan pelatuknya, peluru pun keluar melesat dan mengenai dada Elisa ,untungnya Elisa sedikit menunduk sehingga peluru bersarang beberapa senti di atas jantungnya . Sekarang Elisa benar benar marah dia melancarkan serangan balasan dengan gerakan cepat melempar pisau kecil dan menancap di lengan Sergio dan pistolnya pun terjatuh yang di ikuti gerakan cepat Kimizu melumpuhkan Sergio dengan mengunci lengan nya yang terluka dan menodongkan pistol tepat di pelipis Sergio, Aretha dan ibunya menjerit melihat keadaan ayahnya. Anak buah Sergio hendak menyerang Kimizu namun segera di hadang Aditya, James dan Kamazu, mereka semua terbunuh. Elisa berjalan sambil memegang lukanya yang terus mengucurkan darah, namun langkahnya tidak goyah pandangan nya masih tajam menatap Sergio, Aretha dan ibunya bergantian. Dia mendekati Sergio dan berkata.
" huh, apa hanya ini kekuatan mafia kalian? di mana kesombongan kalian kemarin di mana kata kata kalian yang akan membinasakan aku dan mafia ku hah? katanya hanya gadis kecil kalian akan mudah mengalahkan aku , kau belum tahu siapa aku dan sekarang ku perkenalkan diriku kepada mu, aku Elisa pewaris mafia Dewa Kematian, ya aku memang anak kecil tapi aku bukan lah anak kecil yang hanya bisa menggertak lawan lalu kemudian hanya bisa bersembunyi di balik punggung ayahnya, aku Elisa hari ini menakhlukkan Odordo dengan kemampuan ku dan juga dukungan keluarga besar ku , aku bukan lah anak kecil tanpa otak dan kekuatan , kalian pikir usiaku yang masih bocah ini aku tidak bisa melakukan banyak hal? hahahaha kalian salah , di usiaku ini aku telah merasakan pahitnya kehidupan , keras dan kejamnya dunia ini , keadaan itulah yang telah menempa diriku hingga menjadi seperti ini, aku muak dengan kalian para orang tua yang memandang sebelah mata kemampuan anak muda , dan aku sangat membenci penghinaan tanpa tindakan , dan hari ini akan aku binasakan Odordo yang kalian bangga banggakan ,hahaha, Kimizu serahkan dia kepada kak James dan kita akan turun ke bawah , akan ada tontonan menarik nanti, hahaha" kata Elisa dengan tawa bengisnya.
bersambung................
__ADS_1