
Mereka berdua berjalan menuju divisi sistem, sepanjang perjalanan mereka di sambut para anggota dengan membungkukkan badan dan bertanya tanya siapa gadis culun yang berjalan di depan ketua mereka. Setelah beberapa saat Elisa dan kakeknya sampai dan segera masuk kedalam dan di sambut orang orang di ruangan itu.
" Selamat datang ketua, ada yang bisa kami bantu? " sambut kepala divisi sistem.
" Oh ini, gadis ini akan mendaftarkan data dirinya ke sistem keanggotaan kita,henry kau bantulah dia" kata kakek kepada kepala divisi itu.
" Saya bisa sendiri, ketua" seru Elisa menatap kakeknya dan mengangguk kecil.
*I*ni anak kecil emang bisa membuka sistem kami? cih penampilanya saja bodoh dan culun, sombong sekali, hih biar aku lihat sampai dimana kemampuanya, hahah palingan juga nangis minta bantuan hahah, batin Henry.
hahah, Elisa bisa membaca ekspresi wajah Henry, Elisa tak peduli dengan angkuh Elisa berjalan menuju salah satu komputer tercanggih di situ. Tak butuh waktu lama, cuma hitungan detik, jari jari nya telah beraksi di papan ketik dan Elisa telah memasuki sistem keanggotaan group Dewa Kematian,
*H*ahahh kau lihat? ini yang disebut keamanan sistem? kenapa rapuh sekali, sekarang siapa Yang lebih pintar? dasar manusia otak dungu cuma lihat kemampuan orang dari penampilan, haah sekarang kau kalah telak, batin Elisa.
__ADS_1
Segera setelah Elisa membobol keamanan sistem bagian data keanggotaan, Elisa segera memasukkan data dirinya dan tak lupa dia menerap kan keamnan sistem yang paling sulit di bobol untuk data data pribadinya. Oh iya Elisa juga memperbaharui semua keamanan sistem data di divisi sistem dan juga menerapkan fitur penjejak dimana jika sistem berusaha di bobol akan otomatis mencatat server yang berusaha menghack sistem. Cuma dalam waktu setengah jam Elisa menyelesaikan semua itu yang membuat Henry dan orang orang di sekitar yang melihat aksi Elisa tercengang dan menjadi bengong. Elisa menggeliat dan menoleh kepada semua orang yang dari tadi meremehkan nya.
" Ada apa dengan ekspresi kalian? tuan tuan dan nona nona? tanya Elisa dengan serius
"Ah eh eh itu nona ternyata sangat jenius ya, kami tidak menyangka" kata Henry gelagapan.
"Huh mangkanya jangan melihat orang dari penampilanya, kebiasaan sekali, aku paling benci tatapan tatapan seperti kalian" kata Elisa dengan tatapan mata yang tajam.
" Eh emm maaf nona kami tidak akan mengulanginya lagi, tolong maaf kan kami" kata mereka serempak dengan gelagapan.
memang kharisma seorang pemimpin, ah beruntungnya aku
mempunyai Elisa sebagai cucuku.
__ADS_1
" Nona bolehkan kami bertanya? siapa nona sebenarnya? " tanya Henry.
" Dia cucuku, kenapa? kalian tidak suka sikapnya? ingat dia adalah calon pemimpin kalian!! " kata Kakek Elisa menyela dan dengan nada memperingatkan.
" Oh ah maaf kan kami tuan besar kami tidak tahu" kata Henry gugup.
" Karna kalian sudah tahu, kalian harus merahasiakan identitas cucuku untuk saat ini, dia tidak mau semua anggota kita mengenal dia sebagai calon penerus Dewa Kematian kita, karna dia sangat benci perlakuan khusus dan penjilat " kata Kakek Elisa lagi lagi dengan nada memperingatkan.
" Baik kami mengerti tuan besar, dan nona terimalah penghormatan kami" kata Henry sambil membungkuk hormat dan diikuti seluruh staf divisi sistem.
" Hmm baiklah paman Henry untuk ke depannya perlakukan aku seperti yang lainya saja ya" kata Elisa.
" Baik nona" kata Henry.
__ADS_1
Setelah urusan di divisi sistem selesai, Elisa dan kakeknya berjalan keluar menuju ruang Aula Utama di mana petinggi petinggi Dewa Kematian menunggu mereka, dan Elisa akan membalas siapa saja yang akan menghinanya dan juga meremehkanya nanti, dan pasti ada yang akan menentangnya.