
Malam hari, seseorang mengadakan rapat di tempat tersembunyi, seseorang ini mendiskusikan tentang rencana balas dendam dan juga serangan balik kepada mafia black pearl, anggota rapat yang terlihat di antara nya adalah Evan, Zidan, Aditya dan beberapa orang penting di Dewa Kematian, kecuali James dan Alex.
Mereka mendapat kabar mengenai rencana penyerangan diam diam dari mafia black pearl besok di acara resepsi dan pesta resmi. Kabar itu di sampaikan oleh tangan kanan bos besar black pearl sendiri, dia bekerja sama dengan Dewa Kematian untuk melenyapkan orang orang black pearl. Dia lah pion penting di black pearl, kehancuran mafia itu akan segera tiba.
Anak buah black pearl telah mulai beraksi, mereka menyamar masuk ke rumah utama sebagai pelayan dan juga staf dekorasi, mereka menempelkan banyak bom tanpa sepengetahuan penghuni rumah, namun tidak dengan 'dia'.
" Dasar bodoh, kalian mengantar nyawa sendiri kepadaku tentu saja aku dengan senang hati akan mencabut nya hahahaha" kata 'dia' dengan tawa nya yang mengerikan.
" Sudah lama kita tidak mendapat rival yang kuat, besok kita akan berolahraga menguatkan otot, dan sudah lama sekali pedang ku tidak mendapat darah, pasti pedang ku haus sekali" kata 'dia'.
" Ya ya, kau tidak pernah berubah, masih saja kejam dan tidak berperasaan" kata Aditya.
__ADS_1
" Jika kamu tidak kejam, kamu akan terbunuh lebih dulu, jika terlalu menggunakan perasaan mu, maka tunggulah kamu akan di tusuk dari belakang, jangan lengah, aku hidup di lingkungan yang penuh kelicikan dan pembunuhan, aku harus lebih kuat dsn kejam dari mereka semua ,atau aku sudah terbunuh sejak pertama kali aku menginjak kan kaki ku di dunia hitam ini" kata 'dia'.
" Oke ,aku mengerti ya sudah, diskusi telah selesai aku harus kembali ke rumah, nanti ada yang curiga jika aku pergi terlalu lama" kata Aditya.
" Ya ya. pergilah, kamu sudah tidak di butuhkan di sini" kata 'dia'.
" Cih, sombong sekali" kata Aditya pura pura kesal.
" Iya iya bawel" kata Aditya yang langsung beranjak dari duduk nya dan pergi.
" Saat nya bekerja, kalian bubar lah aku akan ke ruang kerja ku" kata 'dia' kepada semua orang yang masih berkumpul rapat tadi.
__ADS_1
" Baik" jawab mereka serempak.
'Dia' berjalan ke arah ruangan kerja nya dan di ikuti oleh Zidan, di ruangan itu terdapat banyak sekali buku buku dan juga koleksi senjata serta satu set komputer keluaran terbaru yang di beli oleh Zidan beberapa waktu yang lalu. 'Dia' duduk di kursi depan komputer nya. Jari jari nya telah bergerak lincah, meretas sitem bom yang di pasang di setiap sudut rumah utama, tak butuh waktu lama untuk menonaktifkan bom bom itu tanpa di ketahui pihak mafia black pearl.
" Saat nya kamu persiapkan anak buah mu, besok saat acara di mulai, bunuh para penyusup itu, ingat jangan sampai ketahuan, kalian gantikan posisi mereka" kata 'dia' kepada Zidan.
" Siap bos" kata Zidan dan langsung beranjak pergi mengkoordinasi anak buah nya untuk rencana besok.
" Hah, semua sudah siap, aku sangat mengantuk, em lebih baik aku tidur memeluk si kembar" gumam 'dia' bermonolog.
'Dia' pun beranjak dari kursi dan berlalu menuju kamar di sebelah ruangan kerjanya, di dalam kamar itu terdapat sepasang anak kembar laki laki dan perempuan yang sudah tertidur, 'dia' pun berbaring di antara kedua anak itu dan memeluk mereka.
__ADS_1
Bersambung........