ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Berhenti berdetak


__ADS_3

Setelah beberapa jam Elisa di tangani oleh dokter, Elisa pun telah keluar dari masa kritis nya , kondisinya sudah stabil namun belum sadar. Dia pun telah di pindahkan ke ruang perawatan di lantai 5, yang merupakan lantai khusus untuk keluarga Brawijaya. Elisa di tunggu oleh sang kakek dan ke dua kakak nya, sampai malam pun Elisa belum juga sadar, James sudah dari tadi terus menganggu dokter Arnold dan terus bertanya kenapa Elisa belum bangun juga, kakek Brawijaya juga berulang kali menanyakan perihal kondisi Elisa selama ini.


" Maaf tuan besar, saya tidak punya keberanian dan hak untuk memberitahukan kondisi nona muda, tuan besar bisa menunggu nona muda sadar dan menanyakan langsung kepada nya" kata dokter Arnold.


" Huh ya sudahlah aku akan menunggu cucu ku sadar saja" kata kakek Brawijaya.


" Kalau begitu saya permisi tuan besar dan para tuan muda" kata dokter Arnold.


Semua nya menunggu Elisa hingga pada tertidur di sofa yang ada di ruangan itu. Pagi harinya Elisa tersadar dari pingsan nys dan mendapati kakek dan juga kakak kakak nya sedang tertidur di sofa.


Deg....


Bagaimana ini, kakek pasti akan bertanya tentang keadaan ku atau apakah mereka sudah di beri tahu dokter Arnold? haaaah mungkin inilah saat nya aku menceritakan semua nya batin Elisa.

__ADS_1


Elisa merasa haus dan memanggil kakak nya, dan ternyata James lah yang bangun terlebih dulu. James langsung menuangkan air putih ke gelas dan membantu Elisa minum. Setelah minum James membenarkan posisi Elisa, kemudian James mengambil air hangat dan membantu Elisa menyeka wajah, tangan dan kaki Elisa. Sedang kan Alex juga sudah bangun dan langsung ke kantin bawah membeli sarapan, sebenar nya dia bisa saja menyuruh anak buah nya membeli makanan, namun Alex lebih memilih pergi sendiri. Kakek Brawijaya masih tertidur yang kemudian James membenarkan selimut di badan kakek nya. Dia belum bertanya dan berkata apa apa pada Elisa mengingat kondisinya yang belum memungkin kan. Tak lama dokter Arnold datang untuk jadwal pemeriksaan pagi hari, setelah itu datanglah suster yang membawa sarapan khusus untuk Elisa dan di susul oleh suster yang membawa obat.


Elisa makan di suapi kakak nya James karena Alex juga belum kembali dari kantin, Kakek Elisa pun terbangun dan mendapati cucu kesayangan nya sedang makan di suapi James.


" Eh sayang nya kakek lagi makan, yang banyak makan nya habis itu minum obat biar cepat sembuh nak" kata kakek sambil mengelus kepala cucunya.


" Iya kek, tapi kayak nya makanan ini nggak bakal habis deh kek , lidah Elisa pahit banget nih" kata Elisa.


" Berasa jadi bayi lagi aku kakπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚" kata Elisa sambil tertawa.


" Iya dek dan kakak berasa jadi ayah mu😁😁" kata James.


Sang kakek sebenarnya ingin menanyakan apa yang dari kemarin mengganggu pikiranya ,namun di cegah oleh James dengan memegang tangan kakek nya dan menggeleng kan kepala dengan pelan. Saat ini bukan waktu yang tepat menanyakan hal itu, James takut kondisi Elisa drop lagi.

__ADS_1


Alex pun masuk kembali ke ruangan Elisa membawa sarapan tadi dia juga menyuruh asisten nya untuk membawakan pakaian ganti untuk nya, James dan kakek. Sembari menunggu baju ganti mereka sarapan bersama sementara Elisa tidur kembali karena efek obat nya. Mereka selesai sarapan persis ketika asisten Alex datang, mereka pun mandi dan berganti pakaian secara bergantian.


" James kau ke kantor Elisa dulu menggantikan pekerjaan nya , aku yakin Bella belum tahu mengenai kondisi Elisa, sementara Alex kau juga harus ke kantor mu ,urusi dulu pekerjaan mu" titah kakek Brawijaya setelah semuanya selesai mandi.


" Tapi kakek di sini sendirian dong" kata James.


" Tidak apa apa aku masih sanggup merawat cucuku dan lagi ada Zidan dan para anak buahnya yang menjaga kami di sini" kata kakek.


" Ya sudah , kek aku pamit ke kantor dulu kek" kata James sambil mencium tangan kakek nya begitu juga dengan Alex.


Setelah kepergian James dan Alex, kakek pun memanggil Zidan ke dalam ruangan. Zidan pun memenuhi panggilan bos besar nya , sang kakek menyuruh Zidan untuk menyelidiki penyebab cucunya menjadi drop dan hampir merenggut nyawanya, Zidan pun menyanggupinya dan segera keluar melaksanakan perintah bos nya itu.


Sore hari telah tiba ,kedua cucu laki laki kakek Brawijaya pun sudah pulang dari kantor nya, Elisa juga sudah bangun dari tadi. Kondisi nya masih lemah, dia sering melamun dan tiba tiba menangis tanpa sebab. Hal itu semakin membuat kakek Brawijaya khawatir ,apa yang sebenarnya telah menimpa cucu nya itu, Zidan pun belum kembali dari tugasnya. Malam ini James mengantar kakek pulang agar istirahat di mansion saja, dan James dan Alex yang akan menunggu dan menemani Elisa, kakek pun setuju untuk pulang ke mansion.

__ADS_1


__ADS_2