ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Elisa Kritis


__ADS_3

Mobil anti peluru memasuki kawasan villa mewah di Rusia, di dalamnya keluar James sambil menggendong Elisa yang tergolek lemah dan tak sadarkan diri, sedang Aditya telah masuk dan mencari dokter Arnold yang telah menunggu di dalam. James langsung menuju klinik pribadi yang berada di kawasan villa mewah tersebut dan membaringkan Elisa di ranjang. Dokter Arnold datang bersama Aditya , dokter Arnold segera memulai pemeriksaan untuk tindakan medis selanjutnya, dia di bantu beberapa suster yang merupakan kenalan nya dari rumah sakit terkenal di Rusia. James dan Aditya di persilahkan keluar ruangan dan dengan enggan James melangkahkan kakinya keluar. Didalam sana dokter Arnold sedang berkutat mengejar waktu karena kondisi Elisa yang kritis , dan segera mempersiapkan operasi pengangkatan peluru yang bersarang hanya beberapa centi dari jantungnya namun menembus paru paru Elisa. Tak berapa lama ruangan operasi siap di gunakan dan Elisa berada di sana setelah pembiusan total. Operasi berjalan sukses , James dan Aditya menunggu di luar ruangan selama lebih dari 6 jam, dan dokter Arnold pun keluar untuk membawa kabar baik itu. James dan juga Aditya merasa lega karena operasi berjalan lancar dan tidak ada kendala, selesai operasi Elisa di bawa ke ruang perawatan untuk pemulihan, ya di kawasan villa itu terdapat fasilitas seperti klinik lengkap dengan obat obatan dan ruang operasi, gudang senjata, garasi bawah tanah untuk mobil dan helikopter Elisa.


Setelah menunggu selama 7 jam, akhirnya Elisa sadar , ketika membuka matanya yang Elisa lihat adalah Aditya yang tertidur dengan setengah badanya tertopang di sisi kanan ranjang tempat Elisa terbaring , Elisa tersenyum dan terharu baru kali ini ada orang yang menunggunya ketika sakit bahkan sampai tertidur dan juga Aditya belum mengganti pakaiannya. Pandangan nya menyapu seluruh ruangan dan mendapati kakak kakaknya James dan Alex tertidur di sofa dengan posisi duduk dan tangan mereka menyilang, James juga belum mengganti pakaiannya karena terlihat masih ada noda darah di bajunya. Elisa hendak bangun namun rasa sakit yang amat sangat menjalar seketika dari lukanya, dan membuatnya Elisa menggigit bibirnya agar tidak mengeluarkan suara, namun terlambat Aditya menyadari ada pergerakan dan terbangun , menatap Elisa yang meringis kesakitan sedang berusaha duduk, Aditya langsung menahan tubuh Elisa agar tetap berbaring.

__ADS_1


" Sudah sudah,jangan bangun, kamu baru keluar dari situasi kritis dan sekarang kamu mau menyakiti dirimu lagi? berbaring saja, kamu mau minum? aku ambilkan , kayanya tadi dokter bilang sudah boleh minum" kata Aditya sambil mengambil gelas berisi air putih di atas nakas.


" Hmmm ya aku juga haus sekali, tadinya aku nggak mau bangunin kamu ,soalnya kamu tidurnya nyenyak sekali, pasti tadi kemarin kamu nggak istirahat sama sekali" kata Elisa sambil menatap Aditya.

__ADS_1


" Bagaimana aku bisa istirahat, orang yang aku cintai terluka dan sedang berjuang untuk hidup, bagaimana aku bisa tenang tenang saja? aku sangat takut dan kemarin adalah momen di mana pertama kali nya kau merasa takut, kau tahu aku sayang kamu" kata Aditya sambil menatap manik Elisa dengan dalam berusaha memberitahukan kepada Elisa bahwa perasaanya tulus.


Ternyata dari tadi ada yang memperhatikan Elisa dan Aditya , ya siapa lagi kalau bukan James dan Alex, mereka sekarang tidak menentang hubungan mereka berdua, apalagi melihat bagaimana khawatirnya Aditya kepada Elisa hingga lupa untuk sekedar makan atau minum , tidak bisa memejamkan matanya barang sebentar, mondar mandir menunggu di depan ruang operasi, semua itu di lihat dan di rasakan oleh kedua kakak Elisa.

__ADS_1


bersambung..........


🌺🌺 jangan lupa like ,comment dan vote author ya, biar tambah semangat 😁😁🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2