
Elisa pulang ke rumah ibu nya, di sana dia terkejut dengan keberadaan bocah laki laki berumur 5 tahun yang sedang mencari seseorang. Bocah itu melihat Elisa dan menatap nya dengan bingung ,sedetik kemudian dia menangis kencang, Elisa yang terkejut pun refleks menggendong bocah laki laki itu, dan aneh nya bocah kecil itu berangsur angsur tenang di gendongan nya. Bocah itu terus menatap mata Elisa kemudian dia tersenyum dan mengusap wajah Elisa dengan lembut, Elisa terpaku mendapat sentuhan itu, ada perasaan hangat yang sulit di jelaskan. Ibu Elisa pun terdiam melihat putra nya bertemu dengan kakak perempuan nya untuk yang pertama kali nya, hati nya menangis haru melihat putra nya langsung menerima kehadiran Elisa dan sekarang dia sedang memegang wajah kakak nya.
" Kakak?" kata bocah laki laki itu yang membuat Elisa dan ibu nya terkejut sekaligus senang.
Elisa menoleh ke arah pintu di mana ibu nya sedang menangis memandang Elisa dan adik nya. Elisa butuh penjelasan apakah bocah laki laki itu benar benar adik nya?.Ibu nya pun mendekati Elisa dan memeluk putra dan putri nya dengan isak tangis bahagia ,akhir nya keluarga nya lengkap kembali walaupun suami nya memilih pergi, namun anak anak nya saja sudah cukup.
" Iya nak dia adalah adik mu, ibu selalu menceritakan dirimu pada nya dan tak ibu sangka dia langsung mengenali kakak nya, memang darah lebih kental dari pada air, sekarang ibu bahagia keluarga ibu berkumpul lagi, walau ayah mu memilih memiliki keluarga baru, namun kalian lebih dari cukup untuk ibu" kata ibu nya sambil menangis.
" I ibu aku punya adik? aku punya adik bu, akhirnya impian Elisa selama ini terkabul ,tenang saja bu sekarang ada aku, Elisa akan selalu ada untuk ibu dan selalu menjaga kalian, wah adik ku ini sangat tampan bu" kata Elisa sambil mencubit pelan wajah adik nya.
" Iya dong kak ,aku tampan dan kakak cantik, serasi sekali bukan" kata adik laki laki nya yang membuat Elisa terkejut kembali.
" Kenapa kakak terkejut? heran ya aku masih kecil gini udah pintar ngomong?" tanya adik nya.
" Wah wah, seperti nya adik ku ini akan mengikuti kepintaran ku bu" kata Elisa.
" Iya dia sangat pintar sama seperti mu ketika kecil, maaf dulu ibu tidak perhatian dengan mu " kata ibu nya.
" Lupakan masa lalu bu, Elisa sudah melupakan semua nya, sekarang mari buka lembaran baru tanpa ayah, mulai sekarang biarkan Elisa menggantikan posisi ayah" kata Elisa.
" Tapi apakah ibu sama adik mu tidak merepotkan?" tanya ibu nya.
" Apa nya yang merepotkan? Elisa punya banyak uang sekarang bu, untuk biaya hidup kita selama 10 tahun tanpa bekerja pun masih ada banyak uang nya" kata Elisa.
__ADS_1
" Apa kamu mendapat uang itu dari , em bisnis mafia?" tanya ibu nya lagi
" Tidak bu aku punya banyak perusahaan di luar bisnis mafia ku bu, uang hasil bisnis mafia aku gunakan untuk anak buah ku dan selebih nya aku sumbangkan, uang yang aku hasil kan dari keringat ku sendiri bu, aku berjuang dari nol ketika Elisa kuliah di Rusia, dan sekarang sudah berkembang pesat, ibu tenang saja aku tidak akan menggunakan uang hasil bisnis mafia untuk keluarga ku, dan ibu jangan berpikir bisnis di mafia ku adalah narkoba, tidak bu aku melarang semua anak buah ku menggunakan dan menjual narkoba, ada hukuman berat yang menanti bagi siapa saja yang melanggar nya" kata Elisa.
" Ibu lega mendengar itu nak , ibu bangga dengan mu" kata ibu.
" Wah kakak ku hebat sekali ,ibu ibu aku ingin seperti kakak bu bolehkan?" kata adik Elisa.
" Boleh ,tapi kamu hanya boleh seperti kakak sebagai pengusaha sukses saja, kakak tidak akan membiarkan mu terjun ke dunia mafia, cukup kakak saja, mengerti!" kata Elisa sambil menggenggam tangan mungil adik nya.
" Kenapa nggak boleh kak?" tanya adik nya.
" Dek ,dunia mafia sangat kejam dan penuh penderitaan, cukup kakak saja yang mengalami nya ,kamu tidak usah " kata Elisa.
" Tapi aku ingin jadi laki laki yang kuat ,aku tidak boleh terus berada di bawah perlindungan kakak ada saat nya nanti aku dewasa dan akan menjadi tugasku melindungi dan menjaga kakak dan juga ibu" kata adik nya , Elisa tersenyum mendengar perkataan nya.
" Kakak membunuh mereka karena mereka pantas di bunuh, " kata adik nya.
" Uh adikku ini pintar sekali ngomong nya, sudah sudah mulai sekarang yang terpenting kamu sekolah dan belajar yang rajin ,jangan kecewakan kakak " kata Elisa.
" Siap boss" kata adik nya. sambil hormat kepada Elisa.
Elisa mengacak acak rambut adik nya karena gemas, tepat setelah itu kakek nya datang bersama kedua kakak Elisa. Kakek Brawijaya tertegun melihat seorang bocah laki laki tampan yang sekarang sedang menatap nya.
__ADS_1
" Kakak ,apakah itu kakek?" tanya adik Elisa.
" Ya dia kakek kita ,ayo salim dulu sama kakek" kata Elisa sambil menarik adik nya mendekat ke arah kakek nya.
" Hallo kakek, apa kabar ? apa kakek tahu siapa aku?" kata adik Elisa sambil menyodorkan tangan nya.
Kakek Elisa langsung menyambut uluran tangan mungil dari cucu laki laki nya.. Kakek juga langsung memeluk kedua cucu nya dengan erat, hingga Elisa dan adik nya memberontak karena sesak.
" Kakek lepasin ,sesak nih" kata Elisa.
Kakek nya pun langsung melepaskan pelukan nya dan mencium kening Elisa dan adik nya.
" Siapa namamu ,anak ganteng?" tanya kakek.
" Nama ku Rafa Adeera kek" kata adik Elisa.
" Tambah Brawijaya di belakang nya ya?" kata kakek nya.
" Apa itu nama keluarga ?" tanya Rafa.
" Iya nak ,itu adalah nama keluarga kita, kakak mu pun ada nama Brawijaya di belakang nya begitu juga dengan kedua kakak laki laki mu itu" kata kakek sambil menunjuk James dan Alex.
" Wah aku punya punya 3 kakak dong sekarang, dan lihatlah kedua kakak laki laki ku sangat tampan dan kekar tinggi lagi lihat tinggi Rafa hanya sampai pinggang nya saja "kata Rafa sambil memeluk kaki panjang James.
__ADS_1
" Hahahaha nanti Rafa juga akan tumbuh tinggi dan kekar sama kaya kakak James dan Alex ketika besar nanti, oh iya nanti kak James beri tips deh supaya cepat tinggi" kata James yang membuat Rafa menatap nya antusias.
Bersambung.........