ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
RCGM S2 : Sekar


__ADS_3

Keesokan pagi nya, Rafa mendengar suara dari tetangga nya yang datang ke rumah pagi pagi. Beliau menanyakan kabar ibu nya Rafa karena sudah 15 tahun tidak bertemu, beliau juga menanyakan Rafa.


" Oh iya mbakyu, di mana anak anak mu ,kok aku belum melihat mereka?" tanya beliau.


" Emm Rafa masih di kamar nya ,baru bangun tidur, mbakyu" kata ibu nya Rafa.


" Lalu di mana , anak mu yang gadis itu?" tanya beliau.


" Em dia sudah meninggal 15 tahun yang lalu karena sakit, ya aku pindah ke luar negeri menemani putri ku berobat dan dia juga punya perusahaan di sana, hmmm baru sebentar padahal aku berkumpul dengan putri ku itu, tapi Allah mengambil nya lebih dulu" kata ibunya Rafa.


" Innalillah, maaf aku tidak tahu, aku turut berduka cita atas meninggal nya putri mu, aku juga hanya melihat sebentar putri mu waktu dia pulang ke sini" kata tetangga tersebut.


" Iya mbakyu, makasih ya, dia udah tenang di sana kok" kata ibu nya Rafa.


Rafa pun keluar dari kamar nya ingin mandi, karena kamar mandi nya ada di belakang, ketika melewati ibu dan tetangga nya, Rafa menyapa mereka.


" Selamat pagi ,bu ,budhe" sapa Rafa, ya dia dulu memanggil tetangga nya itu dengan sebutan budhe.


" Eh ,ini Rafa ya? aduh aduh ganteng nya, wah kalo di si Sekar lihat Rafa, pasti pangling deh" kata budhe itu.

__ADS_1


" Emm Sekar yang dulu suka main sama Rafa ya budhe?" tanya Rafa.


" Iya nak, dulu kalian itu kaya lem nempel terus kemana mana, sekarang kalo ketemu pasti malah malu malu,hahahaha" kata budhe.


" Ah budhe, belum tentu juga kan, iya dulu Rafa sama Sekar nakal banget , suka panjat panjat pohon sama cari ikan di sawah pulang pulang di marahi ibu" kata Rafa sambil tertawa mengingat kejadian waktu kecil nya, entah sekarang Sekar seperti apa, dan apakah dia masih ingat dengan Rafa.


" Iya kalian bandel banget waktu itu, susah di bilangin juga, terus pas tahu kamu pergi, dia nangis semaleman nggak tidur, budhe pusing" kata budhe.


" Hahaha ya iyalah Sekar nangis budhe, dia kan kemana mana pasti sama Rafa, main juga sama Rafa, sudah pasti dia sedih" kata Rafa.


Tiba tiba dari arah pintu belakang, ada gadis yang kemarin pagi Rafa lihat ketika jogging. Gadis itu sangat cantik dan manis, Rafa sampai bengong melihat nya. Rafa tersadar ketika di colek tangan nya oleh ibu nya, dan dia menjadi salah tingkah.


" Eh ibu di sini toh rupa nya, Sekar cariin dari tadi" kata gadis itu yang ternyata adalah Sekar.


" Kenapa Rafa kok kaget? kamu pangling ya sama Sekar?" tanya budhe nya.


" Iy iya budhe, Rafa nggak mengenali sama sekali kalo dia Sekar, heheehe" kata Rafa sambil nyengir.


" Sama Sekar juga nggak mengenali kalo dia Rafa, kemarin pagi kita ketemu " kata Sekar.

__ADS_1


Dan hari itu pun Rafa mengenal kembali Sekar ,setelah mandi Rafa sarapan bersama dengan Sekar dan juga budhe nya ,serta ibu nya. Setelah sarapan Rafa dan Sekar mengobrol di ruang tamu sedangkan ibu dan budhe nya di dapur.


" Lama ya kita nggak ketemu, sekarang kamu sudah besar dan cantik lagi" kata Rafa.


" Iya udah 15 tahun, bahkan aku nggak mengenali kamu kemari " kata Sekar.


" Kemarin sih aku kaya familiar sama kamu, tapi aku lupa juga " kata Rafa.


" Hehehe sama dong, oh iya bagaimana kabar kamu selama ini?" tanya Sekar.


" Aku sangat baik, di sana aku tinggal di rumah yang sangat besar lho, tapi sayang kakak ku udah nggak ada" kata Rafa sedih.


" Ha ,emang kak Elisa kemana?" tanya Sekar.


" Dia pergi untuk selama lama nya ,kakak sakit dan nggak bisa bertahan, kamu tahu, sehari sebelum kakak meninggal, dia diam diam pergi melaksanakan misi terakhir nya di militer" kata Rafa.


" Maaf ,aku turut berduka cita atas meninggal nya kakak mu, dan aku salut deh, kakak mu masih bertahan untuk melaksanakan kewajiban terakhir nya, padahal kak Elisa orang nya baik sekali, waktu dia ke sini ,dia selalu bawa jajan dan camilan untuk ku, juga sering ajak aku main sama kamu juga" kata Sekar.


" Iya , kakak emang baik banget, waktu pulang pagi nya, kakak membawa jabatan baru dan lencana kehormatan dari presiden USA , sayang sekali kakak nggak bisa bertahan malam nya dia meninggal dia atas pangkuan ku, waktu itu aku menangis kencang, aku panik melihat dengan mata kepala ku sendiri bagaimana kakak menahan sakit dan menghembuskan nafas terakhir nya" kata Rafa..

__ADS_1


" Yang sabar fa, kak Elisa sudah tenang di alam sana, oh iya sekarang kamu kuliah atau kerja?" tanya Sekar mengalihkan pembicaraan.


Bersambung.....


__ADS_2