ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
perdebatan sengit


__ADS_3

Elisa menunggu aba aba dari salah satu anggota yang menjadi mata mata ( mata mata organisasiny sendiri😂) , semua senjata telah siap, pedang kesayangan elisa telah terselip di belakang punggungnya tertutup mantel panjangnya, pisau dan pistol juga tergantung di pinggangnya, telinganya telah terpasang earphone canggih yang saling terhubung dengan para anggota yang menjalankan misi, tidak ada yang menyadari bahwa seorang gadis muda yang bernama elisa membawa senjata senjata berbahaya , penampilanya memang cocok untuk penyamaran.Elisa sedang fokus dengan tablet dan laptopnya , elisa sedang meretas semua komputer dan cctv yang berada di pabrik senjata , elisa sedang memastikan orang orangnya telah berada di posisi dan juga mencari lagi lebih banyak bukti atau mencari lagi apakah ada pengkhianatan lain lagi.James sedang sibuk dengan smartphonenya dan juga sibuk menghubungi beberapa orang, sedang kan Alex sedang sibuk dengan majalah penerbanganya, memang seorang pilot sejati.


Dan waktu yang di tunggu tunggu telah tiba ,elisa mendapat kode suara yang menberitahukan misi di laksanakan ,elisa menoleh menatap kedua kakaknya dan saling pandang kemudian mengangguk kecil


" well, saatnya melancarkan serangan" kata james


" a a a jangan gegabah kak james , aku tidak mau kebiasaan mu merusak rencana"


" oke oke , kali ini aku mendengarkanmu"


" anak baik" kata elisa mengejek kakaknya


" cih, baru kali ini aku di pimpin bicah kecil"


" eit tapi bukan sembarang bocah ya , aku ini istimewa"


" aisshh narsis tingkat dewanya kambuh nih"


" sudah sudah kalian ini di mana mana ribut terus, berantem terus, serius dikit napa sih ? capek tahu dengerin cerocosan kalian" kata alex, memang alex lah yang selalu menjadi penengah mereka berdua ketika adu mulut,dan mereka berdua biasanya langsung terdiam, sama dengan hari ini.


Mereka bertiga berjalan menuju pintu rahasia menuju pabrik senjata, mereka di kawal beberapa anggota dewa kematian , setelah melalui pemeriksaan identitas , mereka akhirnya masuk dan langsung di sambut target misi malam ini, dia adalah penaggung jawab pabrik berkebangsaan belanda yang mengurusi semua urusan di pabrik senjata itu , mulai dari transaksi, pertemuan bisnis dan lain lain, dia adalah pria paruh baya ,penampilanya agak kuno, perutnya buncit rambutnya berminyak, dan kumisnya tebal. Dia bernama Devos Gregore, dia pria licik dan penuh tipu daya , dan kesetiaanya sangat di ragukan, sebenarnya dia loyal dengan siapa.


" Selamat datang tuan james, dan ..."


"ah, perkenalkan ini adikku elisa adeera dan ini saudaraku alex"

__ADS_1


" oh , selamat datang nona elisa dan tuan alex" sambut devos dengan sikapnya yang sok manis.


" hmmm... " dengung elisa dan berjalan melewati devos begitu saja, yang membuat ekspresi devos berubah agak suram.


Mereka bertiga menuju ruang meeting ,dan di ikuti devos dan beberapa orang penting di pabrik , elisa duduk di kursi paling depan menghadap orang orang yang sedang menatapnya heran dan mengejek.


sepertinya kejadian ketika elisa di perkenalkan dengan anggota dewa kematian akan terulang kembali, batin james


Elisa menatap mereka satu persatu dengan tatapan nya yang tajam dan menikam, sehingga banyak dari mereka yang langsung menundukkan kepala setelah matanya beradu dengan mata elisa


" Ehem , ada apa dengan ekspresi kalian? apakah kalian tidak suka aku duduk di sini? atau kalian mengira kau bodoh sampai salah tempat duduk?" cecar elisa masih dengan tatapan yang tajam dan wajah tanpa ekspresi , dingin .


tidak ada yang menjawab pertanyaan elisa ,namun tak berapa lama devos mengankat tangan kananya hendak bertanya.


" hahahaha status? memangnya statusmu apa disini?"


" nona jangan kurang ajar ya? nona hanya adik seorang bawahan saja ,tetapi jaga sikap nona, sikap nona ini mengindikasikan kalau nona menantang organisasi mafia kami, nona bisa memdapat tuduhan pengkhianatan nona ,dan apakah nona tahu hukumanya?"


"pengkhianatan ? benarkah? memangnya apa hukumanya hah hahahahahah"


" jangan kira nona anak kecil, saya jadi tidak berani bertindak kasar ya, hukuman seorang pengkhianat di dewa kematian adalah di jebloskan di penjara bawah tanah khusus selamanya"


" hmm aku baru mendengar kalau hukuman pengkhianat hanya sebatas itu? itu terlalu ringan, dan kau sebut aku apa? anak kecil? kau belum tahu siapa aku, jangan sekali kali meremehkan kemampuan orang hanya dengan melihat lurnya saja" cecar elisa dengan seringai liciknya.


" kau hanya anak baru ,belum tahu peraturan dewa kematian, dan bocah kecil sepertimu mana mengerti tentang dunia hitam"

__ADS_1


" oh jadi kau lebih pintar dari aku? "


" tentu saja ,dasar anak kecil sok tahu"


" jangan coba coba menguji kesabaranku ya"


" hahaha anak kecil sepertimu apa yang aku takutkan hah?" kata devos menghina.


James sudah tidak tahan lagi, tanganya mengepal dan giginya bergemrutuk menahan amarah yang sedari tadi dia tahan, berbeda dengan elisa sendiri ,dia menghadapi semua hinaan itu dengan sikap tenang dan tanpa ekpresi , alex juga lebih tenang dari pada james .


Braaaakk.... james mengebrak meja yang membuat devos dan orang orang yang menyaksikan perdebatan elisa dan devos terkaget kaget, mereka terperanjat dan gemetar ketakutan melihat raut wajah james yang menunjukkan dia marah besar.


" lancang sekali kau, devos" teriak james


" maaf tuan ,tapi benar kan yang saya katakan, nona ini tidak sopan"


" memangnya kamu siapa berani menghina elisa? apa kau tahu siapa elisa sebenarnya? hah" kata james dengan nada tinggi, devos benar benar telah membuat james marah besar.


" Hey dia cuma adikmu ,dan aku yakin kalian tidak sedarah ,kau juga cuma bawahan sama sepertiku, aku sudah menghormatimu ya ,tapi kamu lama kelamaan semakin sombong saja, sebenarnya statusku lebih tinggi dari mu , cuma karna kamu dekat dengan boss besar, aku menghormatimu!"


" hah, sudah kuduga ,pengkhianat sepertimu hanya lah seorang penjilat tua yang licik, dan apa apaan statusmu lebih tinggi dariku? bahkan statusmu itu jauh lebih rendah dari elisa"


" hah, dia hanya adikmu ,dia juga jongos seperti mu ,apanya yang statusnya lebih tinggi dari ku? leluconmu sungguh naif"


argggghhhhh........ setelah devos berhenti bicara seketika pisau kecil milik elisa merobek pipi kirinya , peristiwa itu sangat cepat tidak ada yang menyadari ketika elisa melemparnya.

__ADS_1


__ADS_2