
Setelah 2 jam tak sadarkan diri, kini Elisa mulai membuka matanya, dan melihat sekeliling, di kamar itu hanya ada Zidan yang kini tengah tertidur dengan posisi membungkuk, kepala nya bersandar pinggir ranjang sembari tangan nya masih menggenggam tangan Elisa. Kalian pasti tidak menyangka dengan hubungan mereka berdua, ya mereka adalah pasangan suami istri yang telah menikah selama 10 tahun, mereka saling mencintai satu sama lain dan juga Elisa telah merelakan dan melupakan Aditya ,cinta pertamanya.
Tidak ada yang tahu tentang pernikahan ini kecuali Aditya dan beberapa anak buah kepercayaan Elisa, bahkan kedua kakak Elisa tidak tahu tentang itu dan juga tentang dirinya yang masih hidup, rahasia besar itu telah tersimpan selama lebih dari 15 tahun dan akhirnya sekarang telah terungkap.
Elisa heran dimana semua orang bukan kah seharusnya mereka terkejut dan menantikan jawaban dari nya, tapi tidak ada satu orang pun yang kini menjaganya ,hanya ada Zidan yang tengah tertidur karena kelelahan. Namun karena gerakan kecil dari tangan Elisa yang di pegang oleh Zidan, dia terbangun dan langsung bertanya apa yang di butuhkan oleh istri nya.
" Kau sudah bangun, em kamu mau apa? makan ? atau minum atau mau ke kamar mandi?" cecar Zidan.
" Satu satu dong tanya nya, em aku mau minum haus sekali ini" kata Elisa.
" Baiklah aku ambil air nya, jangan sembarangan bergerak dulu ,oke!" perintah Zidan.
" Iya, em ngomong ngomong di mana yang lain nya ,tumben mereka menunggu ku bangun dan bertanya banyak hal padaku" tanya Elisa.
" Mereka semua menunggui adik laki laki mu, kau tahu 'kematian' mu membawa trauma dan kesedihan yang sangat dalam untuk dirinya" kata Zidan sambil menyerahkan segelas air putih kepada istrinya.
" Ah aku lupa ,iya aku tahu ,hmm semua ini salahku, aku juga tidak ingin dia bersedih dan terluka begini, tapi inilah jalan aku ambil untuk menempa dirinya menjadi seorang pemimpin yang tidak berhati lemah, aku ingin luka ini menjadi kekuatan untuk dirinya dan pembuktian diri untuk nya, tak kusangka dia selama ini menyembunyikan luka itu, aku sungguh kakak yang buruk" kata Elisa bersedih.
" Jangan di pikirkan, semua telah terjadi dan kini adikmu telah membuktikan dirinya mampu memimpin perusahaan mu dengan baik, dan juga kini kamu telah muncul kembali ,aku yakin hanya soal waktu luka dan kesedihan yang akan sembuh perlahan karena kini kamu telah berada di sisinya lagi" kata Zidan sambil mengelus pucuk kepala Elisa.
" A-aku ingin menemuinya ,bawa aku ke kamar adikku sekarang" kata Elisa sambil bangun dan ingin mencopot infus yang masih tertancap di punggung tangannya.
__ADS_1
" Kamu baru siuman dan keadaan mu belum pulih, benar benar ya nggak sayang nyawa kamu" kata Zidan agak marah kepada Elisa..
" Aku tidak peduli ,aku ingin memeluk nya dan menenangkan nya, ini hanya luka kecil aku sudah berkali kali merasaakan nya" kata Elisa tidak bisa di bujuk.
* Oke oke, tunggu di sini aku akan ambil kursi roda dulu ,jangan coba coba cabut infus itu kalau tidak aku akan mengikatmu di tempat tidur" ancam Zidan.
" Hahaha,iya iya cepetan bawel banget" kata Elisa.
Tak lama kemudian Zidan datang membawa kursi roda, dia membopong Elisa dan di dudukkan di kursi roda itu dan mendorong nya ke arah kamar Rafa yang sebenarnya sangat dekat dengan kamar utama. Saat Zidan membuka pintu, semua orang di sana mengalihkan pandanganya ke arah Elisa dan juga Zidan, namun tatapan Elisa hanya tertuju ke arah adikya yang kini masih menangis duduk di pinggir ranjang sambil menunduk dalam.
Ketika berada di hadapan adiknya ,Elisa segera mengarahkan tangan nya ke arah kepala Rafa dan mengusapnya pelan ,menyalurkan rasa tenang kepada adikya, dan kemudian dia memeluk adiknya.
" Sudah sudah jangan menangis lagi, kakak di sini, kakak kembali sekarang, jangan sedih dan juga takut ,sudah tidak apa apa, maafkan kakak karena membohongi kalian bertahun tahun, kakak melakukan ini karena ada alasan di balik semua itu, lepaskan ketakutan mu , mari mulai hidup yang baru lagi, kakak janji tidak akan meninggalkan kamu lagi" kata Elisa sambil menangis dan memeluk erat adik laki laki nya itu.
" Kakak, tahukah kamu betapa sakitnya aku melihat kakak pergi dari hadapan ku, dimana kakak menghadapi rasa sakit yang tak terkira hari itu, masih terbayang bayang di mata ku, hati ku sangat hancur melihat nafas kakak yang kian menghilang dan wajah kakak yang semakin pucat, di tambah melihat kakak di masukkan ke dalam lubang tanah yang dingin itu, tak terkira lagi rasa sakit dan sedih yang aku tanggung" kata Rafa di sela sela tangisnya, dia mencurahkan semua perasaan marah, bahagia, sakit, terluka, terharu yang tercampur aduk kepada kakak nya.
" Setiap hari harus menahan rindu yang sangat berat dan juga memikul beban berat yang kakak tinggalkan, tapi lihat kak aku tidak menyerah ,kakak pasti sudah tahu hasil dari perjuangan ku bertahun tahun ,walau tidak bisa di bandingkan dengan pencapaian kakak, tapi aku berhasil kak, dan sekarang kakak di sini aku bingung harus bagaimana, semua perasaan ini berkecamuk di dalam hatiku, rasa sesak ini sangat mengganggu ku kak" kata Rafa lagi.
" Kakak tahu kamu sudah berhasil, pencapaian mu sudah membuatku bangga dengan mu adikku, dan mungkin 1000 maaf dari ku tidak akan mampu membayar rasa sakit dan luka yang kakak torehkan pada mu, sekarang kita berkumpul kembali, keluarga kita utuh kembali, kakak sangat bahagia" kata Elisa.
Rafa pun melepaskan pelukan kakak nya dan menatap lekat wajah kakak nya yang sudah 15 tahun tidak di lihatnya, wajah ayu yang sama dan tidak berkurang sekalipun sudah kepala 3, namun wajah ayu itu menampakkan gurat gurat kelelahan dan frustasi. Rafa mengusap wajah kakak nya pelan, dan dia menoleh ke arah ayah dan ibu nya juga istri nya.
__ADS_1
" Ayah ibu, kakak kembali ,keluarga kita utuh lagi , kini rasa rindu dan terluka yang selama ini mengganggu ku telah hilang, Sekar kakak ku kembali ,lihat dia masih terlihat cantik sama seperti 15 tahun yang lalu, lihat kakak ku sangat cantik bukan, kecantikan nya sama dengan mu Sekar" kata Rafa dengan bahagia.
" Iya suami ku, kebahagiaan mu kini telah lengkap, maka dari itu hentikan tangisan mu, kamu seperti anak kecil saja" kata Sekar.
" Hehehehe iya iya aku tidak akan bersedih lagi" kata Rafa sambil mengusap dengan cepat air mata nya.
Kini Elisa beralih menuju kepada kedua orang tua nya, Elisa hendak bangkit dan menyentuh kaki kedua orang tua nya, namun ayahnya mencegah Elisa.
" Apa yang kamu lakukan nak" kata sang ayah sambil menahan tubuh putrinya dan mendudukkan kembali ke kursi roda.
" Ayah ibu ,Elisa telah melakukan dosa besar dengan membohongi kalian selama ini, Elisa ingin meminta maaf dan menyentuh kaki kalian, Elisa sangat merindukan kalian berdua, dan selama 15 tahun Elisa hanya bisa melihat kalian di layar saja" kata Elisa sambil memegang tangan kedua orang tua nya.
" Ayah dan ibu sudah memaafkan mu nak, kami tahu kamu melakukan ini ada alasan kuat di baliknya, yang lalu biarlah berlalu, jangan lagi di ungkit nak" kata ibu nya sambil mengusap pelan wajah Elisa.
" Ah iya bagaimana kabarmu selama ini nak? apa yang terjadi sebenarnya?" tanya sang ayah.
" Elisa baik baik saja, penyakit Elisa juga sudah sembuh sepenuhnya, dan oh iya aku ingin mengenalkan seseorang kepada kalian" kata Elisa.
" Syukurlah nak, oh ya siapa?" tanya sang ibu.
" Dia adalah Zidan, kalian memang mengenalnya dari dulu, tapi hari ini Elisa mengenalkan Zidan pada kalian sebagai suami Elisa bukan lagi orang kepercayaan Elisa, dialah yang merawatku selama ini dan mencurahkan segala cinta dan kasih sayang nya pada ku , maaf jika pernikahan Elisa tanpa restu dari kalian, maafkan Elisa, yah ,bu" kata Elisa yang membuat semua orang yang berada di sana terkejut bukan main.
__ADS_1
Bersambung.............