
Pagi nya , ibu Elisa tidak berangkat kerja, beliau masih trauma dengan kejadian tadi malam. Elisa pergi ke sekolah nya Rafa untuk mengurus kepindahan sekolah adik nya, tadi pagi dia sudah di telefon kakek nya kapan akan pulang ke mansion, jadi Elisa akan menyiapkan semua nya perihal kepindahan keluarga nya Elisa juga berencana membawa ibu nya untuk tinggal di rumah besar Elisa yang di Korea Selatan, Elisa telah mantap ingin menjauhkan ibu dan adik dari ayah nya.
Di kampung Elisa sedang heboh dengan berita ibu nya akan di lecehkan oleh seorang laki laki yang merupakan mandor tempatnya bekerja. Namun penduduk kampung belum mengetahui identitas sebenar nya dari laki laki itu, yang membuat ibu nya Elisa di sudutkan dan di gunjing. Elisa tahu akan hal itu ketika diri nya pulang dari sekolah bersama Rafa, dia mendapat laporan itu dari anak buah nya. Setelah di telusuri ,sumber berita yang membuat ibu nya di gunjing warga sekampung adalah wanita yang menjadi perusak rumah tangga ibu nya yang tak lain adik dari laki laki itu. Dia menyebarkan berita dengan di tambah tambahi sehingga kesan nya ibu Elisa lah yang patut di persalahkan dan di anggap mempermalukan kampung.
Kali ini Elisa benar benar hilang kesabaran nya, dia pun mendatangi rumah wanita itu bersama ibu dan semua anak buah nya ,bahkan dokter Arnold pun ikut serta. Di sana sedang banyak ibu ibu yang sedang membicarakan ibu nya.
bagus, banyak orang sekalian aku permalukan kau, salah sendiri menyinggungku berkali kali ,dasar idiot, batin Elisa sambil tersenyum licik.
" Wah wah , wanita murahan ini membawa pasukan kemari, ada apa gerangan ini" kata wanita itu dengan sombong yang di ikuti tatapan sinis dari para ibu tukang gosip.
" Hahahaha nggak salah nih, yang wanita murahan siapa yang di panggil siapa , sungguh miris sekali " kata Elisa dengan tertawa.
" Jaga ya mulut mu itu, kecil kecil sudah berani sama orang tua" kata wanita itu.
" Oh aku bukan hanya berani menghina orang tua lho, aku juga bahkan pandai menyiksa orang baik itu masih anak kecil sampai kakek nenek sekalipun dan oh ya aku juga sudah berkali kali bilang aku sangat suka membunuh orang , namun seperti nya kamu lupa " kata Elisa yang membuat wanita itu ciut nyali nya.
" Dan juga ingat ini ,aku sudah menangkap laki laki yang ingin melecehkan ibu tadi malam, apa kamu tahu apa yang terjadi dengan nya sekarang?" tanya Elisa dengan senyum mengejek.
" Ap aapa yang kamu lakukan pada kakak ku hah?" tanya wanita itu.
__ADS_1
" Oh laki laki itu adalah kakak mu toh, aku kira siapa ,oh iya aku ingat kakak mu telah mengakui semua kejahatan nya ,termasuk perkataan mu yang menyuruh nya melecehkan ibu ku, kalian dengar ibu ibu tukang gosip ,dialah yang menyuruh kakak nya sendiri untuk melecehkan ibu ku," kata Elisa sambil menunjuk wajah wanita itu.
" Apa yang kamu katakan itu tidak lah benar ,jelas jelas ibu mu yang menggoda kakak ku , sekarang kamu ingin membalikan fakta?" kata wanita itu.
" Apa aku harus menunjukkan bukti video ini baru kamu akan mengaku? dan jangan lupa, sekali video ini aku buka maka video ini telah tersebar di media sosial, hahahaha" kata Elisa.
" Aku tidak peduli" kata wanita itu.
" Baiklah, Zidan sebarkan video bukti ini ke media sosial biarkan ayah melihat nya dan kita lihat reaksi nya" kata Elisa yang langsung membuat wanita itu pucat.
" Eh jangan aku mohon jangan sebarkan itu" kata wanita itu memohon kepada Elisa.
" Terlambat ,aku sudah memberi mu kesempatan namun kau tidak menggunakan nya dan aku tidak suka mengulangi perkataan ku" kata Elisa sambil menunjukkan video bukti kejahatan nya dan juga kakak nya yang sudah dia unggah ke media sosial.
" Kenapa ? menyesal ? aku sudah berulang kali melepaskan mu sekarang,tidak lagi maka nikmatilah hari hari damai terakhir mu dan tunggu pembalasan ku, setelah kamu menderita kamu akan menyusul kakak mu ke neraka" kata Elisa.
" Apa yang kau lakukan pada kakak ku hah, kembalikan kakak ku" kata wanita itu sambil berlari hendak menyerang Elisa, namun dengan sigap Elisa menendang perut wanita itu hingga terjungkal, ibu ibu gosip yang melihat itu pun kaget dan ketakutan.
" Kakak mu? dia aku potong kaki dan tangan nya ,aku biarkan dia merasakan sakit nya dan ketika sekarat anak buahku membuang nya ke kolam buaya hahahaha" kata Elisa yang membuat wanita itu syok dan pingsan.
__ADS_1
" Begitu saja sudah pingsan, hahahaha" kata Elisa.
" Nak apakah benar kamu melakukan apa yang tadi kamu katakan itu?" tanya ibu nya sambil memegang tangan putri nya dan menatap mata nya.
" Kalo yang memotong kaki dan tangan nya itu benar ,namun soal di lempar ke kolam buaya itu tidak benar, setelah dia meninggal aku kuburkan bu" kata Elisa menenangkan ibu nya.
" Nak kenapa harus membunuh orang sih" kata ibu nya.
" Bu jika dia saja berani ingin melecehkan ibu, besar kemungkinan mereka akan membunuh ibu di kemudian hari, bu dengar Elisa telah lama hidup dalam situasi seperti ini, di dunia mafia jika kita tidak membunuh maka kita yang akan di bunuh" kata Elisa.
" Tapi nak, itu hanya akan menambah musuh ,hidup mu akan selalu dalam bahaya karena banyak yang dendam" kata ibu nya.
" Elisa sudah terbiasa dengan kehidupan seperti ini, hati Elisa telah mengeras bu, Elisa telah kebal dengan semua itu, apa ibu tahu sudah banyak bekas luka di tubuhku " kata Elisa.
" Ternyata putri ibu mengalami semua itu sendirian ,tanpa ada ayah ibu di sisi mu nak, maafkan ayah dan ibu mu yang selalu mengabaikan mu ,sehingga kamu lebih memilih jalan berbahaya dan mematikan hati mu" kata ibu nya.
" Sudahlah bu ,semua sudah terjadi , tidak ada yang perlu di sesali , sekarang Elisa akan menjadi orang terdepan untuk melindungi ibu dan Rafa" kata Elisa.
" Ya sudah ayo kita pulang bu ,biarkan wanita murahan ini menderita mulai sekarang, dan persiapkan semua nya ,ibu dan Rafa akan pulang ke mansion " kata Elisa sambil menarik tangan ibu nya dan berjalan pulang di ikuti anak buah dan dokter pribadi nya yang terlihat cemas dengan keadaan Elisa yang tadi emosi.
__ADS_1
Sampai di rumah ,dokter Arnold membujuk Elisa agar beliau memeriksa kondisi nya, dan Elisa pun mengalah setelah di ancam akan di adukan kepada kakek nya. Untuk urusan kakek nya, Elisa paling tidak bisa menolak, dia pun membiarkan dokter Arnold memeriksa, setelah pemeriksaan berakhir ,dokter Arnold mengatakan bahwa kondisi jantung Elisa agak melemah dari yang sebelum nya, itu di akibatkan emosi yang berlebih.
Elisa hanya mengangguk anggukkan kepala nya mendengar penjelasan dari dokter nya itu.