ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Pemakaman


__ADS_3

Pesta di bubarkan ,namun pihak keluarga tidak memberitahukan alasan nya, para tamu undangan pun satu persatu pamit pulang. Setelah ruangan pesta dan juga tempat parkir kosong, para pelayan mencopot semua dekorasi pengantin di ruangan itu. Para pelayan dan penjaga menangis mendengar bahwa nona muda mereka telah meninggal dunia, ya mereka akan mengganti dekorasi pengantin nya dan akan menyiapkan acara pemakaman untuk besok pagi.


Ibu Elisa terbangun dari pingsan nya ,beliau langsung bangkit dan berlari ke arah kamar putri nya. Elisa masih terbaring di ranjang nya dan di kelilingi oleh 3 keluarga, sang kakek terdiam mematung sambil memandangi wajah cucu nya yang kini telah pergi dengan tersenyum.


" Elisa ku, jangan pergi nak, maafkan ibu yang dulu tidak menyayangi mu, tolong kembalilah nak, jangan tinggalkan ibu, ayah mu telah pergi dan sekarang kamu juga pergi, hanya tersisa ibu dan adik mu, nak bangun lah ,kata nya kamu ingin mengantar adik mu sekolah ,kata nya kamu mau menjaga ibu nak, kenapa malah pergi?" kata ibu nya sambil menangis pilu dan memeluk tubuh dingin Elisa.


Sang kakek yang tidak tega dengan kesedihan seorang ibu tersebut, merangkul menantu nya dan menenangkan nya ,padahal hati nya juga menahan luka dan kesedihan yang amat dalam. Suara manja Elisa sewaktu mereka berkumpul masing terngiang di telinga nya, suara semangat nya untuk menanklukkan dunia seperti baru saja Elisa katakan, dan kini cucu kesayangan nya telah pergi meninggalkan nya , cucu nya telah pergi selama lama nya. Bahkan cucu nya masih belum merasakan kebahagiaan nya, malahan Elisa pergi dengan menyerahkan orang yang paling di cintai nya kepada yang lain, dan dia menyaksikan sendiri akad nikah mereka.


Tuhan kenapa cucuku pergi dengan membawa penderitaan, tetapi kenapa malah dia pergi dengan tersenyum, batin kakek Brawijaya.


" Tenang lah nak, relakan dia ,ikhlaskan jangan kamu menangis dan sedih seperti ini, lihat dia pergi dengan senyuman di bibir nya , dia sudah tidak sakit lagi, dia sudah tenang di alam sana nak, sekarang lebih baik, kamu berdoa untuk putri mu, sana bersih bersih dulu, sebentar lagi Elisa akan di sucikan" kata sang kakek kepada menantu nya itu.

__ADS_1


" Baiklah kek" kata sang ibunda Elisa dan bangkit menuju kamar mandi putri nya.


Setelah selesai bersuci, ibu Elisa kembali dan duduk di samping jenazah putri nya, dan membacakan Yasin untuk putri nya walau dengan air mata berlinang dan suara serak. Yang beragama Islam pun juga ikut membacakan Yasin untuk Elisa, sedangkan yang non muslim hanya ikut duduk di lantai mendengarkan. Para lelaki menyiapkan peralatan untuk memandikan jenazah ,setelah semua nya siap, jenazah Elisa di bawa ke tempat memandikan , di sana dia di mandikan oleh perempuan perempuan yang sudah biasa memandikan jenazah yang tadi di panggil dari kedutaan Indonesia di Korea Selatan. Sang ibu ikut memandikan putri nya untuk yang terakhir kali nya, sungguh sebenar nya beliau tidak sanggup namun beliau tidak mau kehilangan momen terakhir dengan Elisa.


Sebelum di kafani, sang ibu mengelap rambut panjang Elisa dan menyisir nya, beliau menahan air mata nya agar tidak keluar dan menetes. Beliau menyisir rambut Elisa dengan sangat lembut, dan setelah itu Elisa di kafani, namun tali nya belum di simpul.


Elisa belum dimakamkan karena menunggu kedatangan ayah nya, ya ayah nya di jemput atas permintaan sang ibunda, karena bagaimana pun dia juga ayah nya. Dan di pagi hari nya ayah Elisa datang bersama Zidan ,beliau langsung menghambur dan berlari menuju tempat di mana putri nya berbaring dengan kain kafan telah membungkus tubuh nya kecuali wajah nya karena memang belum akan di tutup. Sampai di depan jenazah putri nya ,sang ayah jatuh terduduk dan berlinang lah air mata nya melihat putri nya telah tiada, beliau ingin mendekati nya namun di cegah oleh ayah nya ,karena dia sedang dalam keadaan menangis ,jadi tidak boleh.


" Tenang kan diri mu, dan jangan dekati cucuku jika kamu terus saja menangis, biarkan dia tenang di sana ,jangan kau usik lagi dengan tangisan mu itu" kata kakek Brawijaya.


" Nak maafkan ayah nak, ayah sangat jahat sama kamu, kamu mau kan maafin ayah? " tanya ayah nya dengan nada pilu, sementara sang ibu tidak bisa lagi menahan air mata nya, beliau juga merasakan sakit yang tengah di rasa mantan suami nya itu.

__ADS_1


" Sekarang tidur lah yang tenang sayang, ayah akan selalu mendoakan kamu, bahagia ya di sana, sebentar lagi ayah akan mengantar mu ke tempat istirahat terakhir mu nak, sekali lagi maafkan ayah ya nak" kata sang ayah sambil berusaha dengan kuat agar tidak menangis ,saking menahan nya urat urat di wajah dan leher nya sampai terlihat.


Setelah itu, kain kafan di wajah Elisa sempurna di tutup, selamat tinggal Elisa kami yang ceria, selamat tinggal Elisa kami yang selalu menolong orang yang kesusahan, selamat tinggal Elisa kami yang selalu mengesampingkan perasaanya untuk orang lain, semoga tenang di alam sana.


Elisa di masukkan di dalam keranda, dan di bawa ke tanah makam yang telah dia siapkan beberapa bulan lalu, di ujung area tanah yang dia beli, sang kakek dan juga ayah nya memikul keranda di bagian depan, di tengah James dan juga Alex, sedang di belakang ada Aditya dan juga ayah nya. Mereka berjalan menuju makam yang telah di siapkan dan di iringi rombongan keluarga di belakang nya.


Sampai di sana, Elisa segera di makam kan, sebelum jenazah itu tertutup kayu dan tanah, ayah nya mengadzani Elisa dengan suara merdu dan mendayu menyiratkan kepiluan yang sedang melanda. Tanah pun perlahan di turun kan ,menimbun tubuh Elisa sang bos mafia namun berhati malaikat, walaupun dia juga sadis namun dia membunuh yang hanya pantas di bunuh ,menghukum yang pantas di hukum. Selama hidup nya dia telah menyelamatkan banyak nyawa ,dan juga banyak anak anak yang akan di perdagangkan di pasar gelap dunia, dia juga telah membuat banyak anak anak perempuan miskin bisa sekolah dan mencapai cita cita mereka, dia juga telah berhasil mendidik calon calon tentara dengan didikan keras nya,namun didikan nya itulah yang membuat para calon calon tentara itu sekarang menjadi pasukan tangguh dan di takuti banyak orang, merekalah pasukan yang berada di bawah komando Elisa yang kemarin Elisa pimpin untuk menyelesaikan misi untuk yang terakhir kali nya.


Tanah itu telah menjadi gundukan, dan di ujung makam tertanam nisan yang ada foto Elisa dengan seragam resmi pasukan khusus militer global. Beraneka bunga berhamburan di atas makam, dan satu persatu meninggalkan makam menyisakan keluarga inti dan juga Aditya yang masih setia duduk di samping makam Elisa dengan memeluk nisan nya, pandangan nya kosong ,air mata yang tak berhenti mengalir membasahi wajah tampan nya.


Langit mulai mendung menandakan sebentar lagi hujan akan turun, di makam Elisa kini hanya tersisa, Aditya ,James dan Alex. Aditya masih dengan posisi nya memeluk nisan Elisa, tidak menghiraukan bujuk.an dari kedua laki laki yang berada di belakang nya. James menjadi emosi dan jengkel karena Aditya seolah tuli , dia dengan kasar menyeret Aditya untuk kembali ke rumah besar. Aditya hanya pasrah di seret oleh kakak nya Elisa , pandangan nya tetap tertuju ke arah makam Elisa sampai makam itu hilang dari pandangan nya.

__ADS_1


Tak berapa lama hujan pun turun dengan deras nya, ya aneh sih hujan di tengah musim gugur, namun tidak ada yang peduli semua sibuk dengan lamunan mereka masing masing, ketiga keluarga berkumpul di aula tempat pesta tadi malam di langsungkan, mereka duduk dalam diam, ya sangat sunyi dan sepi tidak ada yang berbicara.


Bersambung..................


__ADS_2