
Aditya terdiam mendengar perkataan Elisa, pikiran nya sedang mencerna setiap kata yang di lontarkan Elisa kepada nya. Dan kemudian dia sadar ,dia menggenggam tangan Elisa ,mata nya menatap intens kepada Elisa.
" Aku tak peduli walau kebersamaan kita hanya sebentar, dan aku akan berusaha agar kamu sembuh ,kamu tidak akan pergi, kamu akan sembuh aku percaya itu ,jadi jangan kata kan itu lagi ya ya" kata Aditya histeris.
" Semua sudah terlambat , kondisi ku sudah tidak mungkin di selamatkan, jantung ku telah rusak dan akan segera berhenti berdetak, jadi aku mohon lupakan aku ,menikah lah dengan Meyra" kata Elisa yang membuat Aditya menggeleng kuat.
" Tidak tidak, aku tidak mau, kalau begitu aku donorkan saja jantung ku untuk mu, aku tidak rela jika kamu pergi ,lebih baik aku saja " kata Aditya.
" Dit dengarkan aku, dengarkan aku, jangan pernah berpikir memberikan jantung mu untuk ku, sudah berapa kali aku bilang, tubuh mu bukan cuma milik mu , tubuh mu milik orang tua yang telah membesarkan mu, jika kamu memberikan jantung mu dan mati, maka bayangkan saja kebencian ayah mu kepadaku akan semakin besar, dan aku juga nggak butuh jantung mu" kata Elisa.
" Tapi aku nggak mau kehilangan mu" kata Aditya.
" Semua manusia pasti akan mati Dit, dan kamu harus belajar rela dan ikhlas menerima nya, jika memang takdir ku sampai di umur ini ,maka aku juga rela walau berat, yang mati akan tetap mati tidak akan pernah hidup kembali ,sedangkan yang hidup harus terus menjalani hidup dan takdir nya sampai maut menjemput" kata Elisa.
" Tapi aku belum siap jika harus kehilangan kamu untuk saat ini" kata Aditya sambil menangis sesenggukan, sementara semua orang yang berada di kamar itu juga menangis apalagi ibu nya Elisa, beliau sudah tidak bisa menahan tangis dan sesak di dada nya melihat pasangan kekasih itu, hati nya ikut terluka dan jujur beliau pun belum siap jika Elisa harus pergi, hati ibu mana yang bisa menahan melihat putri nya sekarat.
" Siap nggak siap kamu harus siap Dit, semua sudah di garis kan oleh tuhan, kita sebagai manusia hanya menjalani dan apakah kamu merasa aku tidak takut? aku takut dan terpukul dit, setiap hari selalu gelisah dan cemas kalau kalau waktu ku telah tiba, sakit yang terus mendera ku semakin lama semakin sering" kata Elisa dan luruh lah sudah air mata nya yang sedari tadi dia tahan.
" Apa kamu tahu betapa gelisah nya aku? aku belum mencapai impian ku, aku belum membahagiakan ibu dan adik ku, aku belum menuntaskan misi misi ku, dan aku harus menerima kenyataan bahwa umur ku tidak lama lagi, kau tidak akan pernah tahu rasa nya" kata Elisa semua meluapkan emosi nya.
" Maaf kan aku yang nggak menjaga mu , maaf kan aku tidak ada di sisi mu ketika kamu sakit ,maafkan aku yang baru datang untuk mu, walau ini terlambat tapi aku mohon beri aku kesempatan" kata Aditya.
__ADS_1
" Tidak , kamu harus terus melanjutkan hidup mu ,dengan orang yang akan menemanimu sampai akhir, biarlah kisah kita aku bawa sampai mati, dan menjadi kenangan ,lupakan aku dan mulai lah hidup mu yang baru dengan orang yang baru dan kebiasaan yang baru" kata Elisa sambil menggenggam erat tangan Aditya.
" Apakah kamu Elisa ? mana pemimpin mafia yang aku kenal kuat, berani dan berbahaya? mana gadis ku yang selalu ceria ketika berada di dekat ku? di mana presdir yang selalu bertanggung jawab ? mana kapten militer yang selalu bisa membuat pasukan nya selalu menang ?" kata Aditya.
" Mereka semua telah pergi, sekarang hanya ada aku, Elisa yang terbaring lemah menunggu kematian menjemput nya, jangan hirau kan aku, sana menikah lah dengan Meyra , mulai lah lembaran baru , dan jika memang waktu ku telah tiba hanya satu permintaan ku, bantu aku menjaga keluarga ku, didik adik ku jadi seorang pemimpin seperti mu, kakak ini akan pergi dan hanya bisa mengawasi dari alam lain, jadi aku mohon lanjutkan impian ku ,raih dunia di genggaman tangan mu" kata Elisa sambil menepuk nepuk tangan Aditya sebagai bentuk support dari nya.
Aditya hanya menangis tanpa mau menjawab Elisa, hati nya seakan teriris oleh perkataan Elisa.
" Jawab aku Dit, kamu mau kan memenuhi permintaan terakhir ku? setelah aku tiada nanti, jagalah keluarga ku, bawa adik ku untuk kau didik menjadi pemimpin ,tapi jangan biarkan dia masuk ke dunia mafia, biar nanti kak James dan kak Alex yang memimpin menggantikan aku, dan aku percayakan semua perusahaan ku pada mu ,jagalah perusahaan ku sampai adik ku dewasa" kata Elisa.
" Ba baiklah, kali ini aku akan memenuhi semua nya, impian mu, cita cita mu, aku akan menjaga keluarga mu" kata Aditya pada akhir nya di mengalah untuk rela.
" Sebenar nya aku tidak mencintai Aditya Sa, hati ku masih sama ,hanya ada nama Zidan di sana" kata Meyra yang membuat di empunya nama terkejut.
" Jadi bagaimana Zidan apa kamu mau menikah dengan Meyra sahabat ku?" tanya Elisa yang membuat Zidan terpaku diam, hati nya memang belum terketuk untuk mencintai wanita manapun termasuk Meyra.
" Hmm seperti nya dia tidak bisa menerima ku Sa, lebih baik aku menikah dengan Aditya saja ,demi kamu Sa" kata Meyra.
" Tapi apakah kamu tidak akan tertekan?" tanya Elisa.
" Aku akan belajar mencintai nya Sa," kata Meyra.
__ADS_1
" Benarkah? tapi jangan memaksakan hati mu jika kamu memang tidak bisa mencintai Aditya" kata Elisa.
" Tidak akan Sa aku janji, kau telah berkali kali menyelamatkan nyawa ku ,jadi inilah saat nya aku membalaskan budi ini" kata Meyra.
" Baiklah, jadi kapan pernikahan kalian berlangsung, aku ingin sebelum aku meninggalkan dunia ini, aku bisa melihat kalian di pelaminan dengan baju pengantin" kata Elisa.
" Entahlah Sa, aku tidak menyangka ini semua terjadi" kata Aditya sambil menunduk dan kedua tangan nya menyangga kepala Aditya.
" Bagaimana kalau minggu depan? aku akan membantu persiapan kalian" kata Elisa.
" Baiklah terserah kamu saja" kata Aditya.
Seharian itu Elisa dan Aditya menghabiskan waktu berdua, Aditya ingin merawat Elisa sampai pernikahan nya tiba, Sementara Meyra bergabung dengan ibu nya Elisa untuk menenangkan wanita paruh baya yang telah melahirkan Elisa ke dunia, ya beliau hancur sehancur nya melihat dan mendengar semua perkataan putri nya. Meyra mengelus pundak beliau dan memeluk nya.
" Tante, jangan sedih, mungkin ini memang sudah takdir nya Elisa, dan jangan khawatir, tante masih punya saya, anggap saja Meyra sebagai putri ibu juga, apakah boleh Meyra panggil tante mama?" tanya Meyra.
" Sangat boleh nak," kata ibu nya Elisa.
Bersambung......
Kayak nya novel ini akan mendekati akhir nya gaes, jadi pantengin terus ya dan juga dukungan nya dengan like,comment dan vote author yaππππ, sampai bertemu lagi dengan author amatir ini.
__ADS_1