
Ternyata Rafa berhasil menyelesaikan S1 nya selama 2 tahun, dan sesuai janji nya ,S2 dia mengambil jurusan bisnis international, dan menjalani double degree, yaitu untuk magister robotik masih di jalan kan di KAIST, sementara untuk magister bisnis, Rafa masuk ke Korean University, karena kejeniusan nya, dia di rekrut untuk berbagai penelitian dan proyek robotik bersama para profesor. Selama 2 tahun itu, Rafa jarang pulang ke rumah besar karena jadwal nya yang sangat padat, kuliah setelah itu langsung ke lab melanjutkan proyek nya. Hanya di hari minggu saja Rafa bisa pulang ke rumah, dan waktu libur nya pun tidak dia sia siakan, Rafa melanjutkan pelatihan bela diri dan keterampilan bersenjata dari guru guru nya , dia juga belajar mengatur dan memimpin semua yang berada di rumah nya, dia juga di perkenalkan kepada beberapa anggota mafia Dewa Kematian oleh kedua kakak nya.
Ya ,James dan Alex berencana membiarkan Rafa memilih jalan nya sendiri, jika dia mau masuk ke dunia mafia ,ya biarkan saja, toh Rafa sendiri yang akan menjalani nya. Dia pun melanjutkan pendidikan nya di 2 universitas yang berbeda dan jurusan yang berbeda pula, kini Rafa dapat sedikit merasakan bagaimana mengurus berbagai hal dalam satu waktu ,sama seperti yang dulu kakak nya jalani. Dulu Elisa ketika kuliah, dia sudah belajar mengelola perusahaan kakek nya dan mendirikan perusahaan nya sendiri secara pelan pelan, hingga sekarang telah berkembang pesat dan menjadi salah satu perusahaan paling berpengaruh di kelas global, dan juga masih harus mengurus dan memimpin ratusan ribu anggota nya yang tersebar di beberapa negara yang ikut tergabung kelompok mafia Dewa Kematian.
__ADS_1
Rafa sedikit kuwalahan menghadapi jadwal nya yang sangat padat yang banyak nya tanggung jawab yang harus dia pikul, dan kini di tambah Aditya yang terus memaksa nya untuk segera terjun langsung megurus perusahaan yang di wariskan kakak nya itu ,dan mau tak mau Rafa harus meluangkan waktu nya membantu Aditya di perusahaan, Aditya pun memanggil Bella kembali untuk bekerja kepada Rafa. Dialah yang akan mengatur semua jadwal Rafa sama seperti seperti dulu Bella bekerja di samping Elisa. Rafa pun menyambut hangat mantan sekertaris kakak nya , yang kini akan menjadi sekertaris nya juga. Bella pun mulai melakukan tugas nya, dia mencatat semua kegiatan Rafa dan menyusun jadwal yang tepat untuk bos baru nya itu.
Kalau dari segi usia sih, Bella tidak cocok untuk menjadi sekertaris Rafa, bahkan usia nya dengan Elisa terpaut 5 tahun , jadi Bella dengan Rafa seperti ponakan dan tante nya. Namun pengalaman Bella telah lebih dari cukup menghancurkan perbedaan itu, dia telah mengabdi di perusahaan Elisa selama 25 tahun, bahkan setelah Elisa tiada, Bella menjadi Ceo dan berhasil memimpin perusahaan di Indonesia yang dulu adalah perusahaan utama, namun sekarang telah pindah ke Korea Selatan karena semua keluarga dari kakek Brawijaya ada di sana.
__ADS_1
" Hana ingat ini, kamu hanya mengikuti tuan muda Rafa di perusahaan dan ketika ada pertemuan dengan klien di luar saja dan atau ketika tuan muda yang meminta kamu ikut selain di kantor, selebih nya kamu hanya boleh memberi tahu jadwal tuan muda lewat ponsel ketika tuan muda sedang ada kegiatan di luar kantor ,mengerti kan? jangan buat tuan muda marah, ya dia memang kelihatan nya ceria dan ramah tapi kalo sudah marah jangan tanya deh, kamu bakal langsung di tendang dari sini" kata Bella.
" Baik, bu saya akan berusaha semaksimal mungkin" kata Hana.
__ADS_1
Bersambung.......