
Aditya pov
Sudah satu minggu Elisa tidak bisa di hubungi , nomor telefon Elisa tidak aktif. Aditya sangat mengkhawatirkan keadaan Elisa karena menghilang tidak ada kabar, dia sudah menghubungi Bella asisten sekaligus sekertaris Elisa, namun Bella tidak mau memberitahu yang sebenarnya , Bella terus memberikan alasan jika Elisa sedang perjalanan bisnis ke Jerman dan Paris dan tidak bisa di ganggu. Hal tersebut membuat Aditya semakin curiga bahwa telah terjadi sesuatu pada Elisa , karena biasanya jika Elisa ada perjalanan bisnis dia akan mengabari Aditya terlebih dahulu dan rutin memberi kabar. Aditya juga heran ketika keluarga Meyra sering berkunjung ke rumah entah membicarakan apa lagi pula Aditya malas bertemu dengan mereka karena pasti akan terus mengungkit tent8ang pertunangan.
Aditya pov end.
Di mansion keluarga Brawijaya.....
Pagi hari.......
Elisa sedang mencari ponsel nya yang selama satu minggu ini entah kemana, dia pun turun ke bawah menemui keluarganya yang sedang bersantai di ruang keluarga.
" Kek lihat ponsel Elisa nggak?" tanya Elisa kepada kakek nya.
" Emm coba tanya James kayaknya kakek titipin ke kakak mu" kata kakek nya.
" Kak lihat ponsel adek nggak?" tanya Elisa kepada James yang sedang fokus dengan layar televisi.
" Kakak taruh di laci kamar kakak dek" kata James tanpa mengalihkan matanya dari layar televisi.
Elisa pun berjalan menuju kamar kakaknya dan mengambil ponselnya yang di simpan James. Ternyata baterai nya habis , Elisa pun menuju kamar nya untuk mencharge ponselnya, setelah mengisi beberapa persen ,Elisa mengaktifkan ponsel nya setelah menyala tak lupa Elisa mengaktifkan data seluler juga. Ponselnya langsung bergetar dan banyak panggilan tak terjawab dari satu minggu yang lalu hingga hari ini dan juga pesan beruntun yang sangat banyak dari Aditya. Elisa menghela nafas dan menguatkan hatinya. Setelah getaran di ponselnya berhenti Elisa membuka pesan chat dari Aditya. Semua chat tersebut berisi tentang menanyakan kabar, kenapa ponsrlnya nggak aktif, kenapa tiba tiba menghilang, k ke luar negeri kok nggak ngabarin, dan lain sebagainya. Belum selesai Elisa membaca semua pesan tersebut , ponsel nya bergetar karena ada panggilan telefon dari Aditya..
" Hallo, ada apa?" kata Elisa dengan suara dingin dan cuek.
" Kenapa reaksimu dingin sekali setelah menghilang satu minggu ?" tanya Aditya.
" Kita tidak ada hubungan lagi, kenapa aku harus menghubungi mu?" kata Elisa.
__ADS_1
" Ada apa dengan mu, tidak ada hubungan? apa maksud nya hah?" tanya Aditya agak kesal.
" Iya kita putus dan jangan hubungi aku lagi ,mengerti" kata Elisa sambil menahan kesedihan yang sedang bergejolak di dada nya.
" Kenapa tiba tiba? ada apa sayang ? jangan menakuti ku" kata Aditya.
" Sudahlah kita memang tidak harus bersama dan kenapa kamu nggak beritahu aku lebih awal?" kata Elisa.
" Apa? apa yang harus aku katakan pada mu lebih awal, aku tidak mengerti sama sekali" kata Aditya.
" Jangan mengelak, aku kecewa dengan mu dan aku sangat membencimu, sekarang aku mau kamu jauhi aku ,jangan hubungi aku dan yang lebih penting lupakan aku" kata Elisa.
" Nggak nggak aku nggak mau, kamu bercanda kan sayang ? kenapa kamu jadi begini apa yang terjadi ? dan apa salahku?" tanya Aditya.
" Jangan pura pura nggak tahu ya, udah deh sekarang kita putus, lepasin aku kamu harus mikirin perasaan tunangan kamu, dan aku nggak mau jadi perusak hubungan orang, jadi aku yang akan mengalah" kata Elisa.
" Tunangan apa sih? aku ngerti ,yang tunangan tu siapa? nggak aku nggak mau pisah dari kamu, pokoknya cuma kamu yang boleh jadi istri aku" kata Aditya.
" Aku nggak mau ,aku hanya mau kamu ,aku nggak peduli aku jadi anak durhaka ,aku nggak peduli kalo aku di cabut dari hak waris aku nggak peduli walau dunia menentang kita, pokok nya aku nggak peduli, please jangan tinggalin aku ,ingat janji kita sayang" kata Aditya frustasi.
" Dit tolong kamu jangan membuat ini semakin berat untuk ku, jika kamu harus menikah dengan orang lain karena pilihan orang tua mu, aku ikhlas aku rela , tapi aku mohon kamu lupakan aku jangan lagi muncul di kehidupan aku ,jangan lagi menggoyahkan hati ku yang telah mantap melepaskan mu" kata Elisa memohon.
" Tapi aku nggak bisa sa, nama kamu telah terukir di hati ku dan itu tidak bisa di hilangkan, aku hanya cangkang kosong tanpa kamu yang mengisi hari hari ku" kata Aditya.
" Tolong lupakan aku, aku sudah rela dan sekarang aku mau menata hidup baru, membuka lembaran baru dan semoga saja aku dapat penggantimu di masa yang akan datang dan semoga kamu bahagia dengan keluarga baru mu nanti, selamat tinggal" kata Elisa sambil mengakhiri telefon nya dengan Aditya.
Setelah telefon terputus , Elisa mengeluarkan sim card kemudian membuang nya ke tempat sampah. Tangisnya telah pecah dia menekan dadanya yang terasa sesak dan sakit. Akhirnya perjalanan cintanya bersama Aditya sampai di sini, namun hatinya belum menerima, kata kata ayah nya Aditya masih terngiang dan berputar putar di kepala nya. Semua kenangan pahit yang dia alami tiba tiba muncul kembali seperti gulungan film di memori kepalanya , suara suara yang memojokanya terngiang ngiang di telinganya.
__ADS_1
Kenapa ,kenapa harus aku yang mengalami ini semua tuhan, apa aku tidak pantas bahagia walau sekali saja ,kenapa orang orang yang ku sayangi menghilang satu persatu, ini tidak adil tuhan tolong ambil nyawaku saja ,rasa rasa nya hidup ini sudah sia sia bagiku, batin Elisa sambil menepuk nepuk dada nya.
Tangis nya yang keras mengejutkan kakek dan kedua kakak nya , mereka berlari ke kamar Elisa dan mendobrak pintu kamar dan mendapati Elisa menangis sambil memukul dada dan kepalanya ,dia berjongkok di sebelah tempat tidur nya. Kakek Brawijaya langsung memeluk cucu nya dan kedua kakak nya memegangi kedua tangan Elisa yang menyakiti diri nya sendiri.
" Nak tenang lah ,ada apa dengan mu? kenapa kamu menyakiti diri mu sendiri, hentikan nak hentikan " kata sang kakek sambil menepuk nepuk punggung cucunya agar tenang.
" Iya dek tenang jangan sakiti diri sediri begitu, ceritakan sama kakak" kata James.
" Dek sadar , jangan kaya gini dong!" kata Alex.
Akhirnya Elisa pingsan di pelukan kakek nya, dia segera di gendong dan di baringkan di tempat tidur. Alex menghubungi dokter Arnold, dan tak lama beliau pun datang dan langsung memeriksa Elisa.
" Bagaimana keadaan cucu ku?" tanya kakek Brawijaya.
" Nona mengalami shock dan tekanan yang membuat jantung nya kembali melemah, ini sangat di sayang kan , nona tidak boleh banyak pikiran itu akan sangat berpengaruh pada kesembuhanya tuan besar" kata dokter Arnold.
" Lalu apa yang bisa kita lakukan dok?" tanya James
" Kita harus menghibur nona, jangan biarkan nona mengalami shock , karena jantung nya yang semakin lemah" kata dokter Arnold.
" Apakah ada solusi sehingga cucu ku bisa sembuh ?" tanya kakek.
" Emm untuk kasus nona muda, kondisi jantung nya sudah tidak bisa di sembuh kan dan jalan satu satunya harus operasi tranplantasi jantung tuan" kata dokter Arnold.
" Tolong carikan pendonor untuk cucu ku berapapun biayanya aku tidak peduli, yang penting cucu ku sembuh" kata kakek.
" Tapi tuan masalah nya ada pada nona muda, dia tidak mau untuk operasi karena resiko nya juga besar tuan, walau operasinya berhasil tapi belum tentu tubuh nona bisa menerima jantung baru tersebut, ya itu semua kembali lagi kepada keajaiban tuhan" kata dokter Arnold.
__ADS_1
" Kenapa pelik sekali masalah nya ,dan bagaimana ini solusi terbaik nya" kata kakek putus asa.
Bersambung.............