ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Aku takut kehilangan mu


__ADS_3

Setelah membuat kerusuhan , Elisa menjeda serangan nya namun hanya sebentar, kemudian Elisa memerintahkan para prajurit penyergap yang berada di garis depan untuk maju satu persatu menyelinap ke dalam dan memecah fokus mereka sehingga tim penyelamat akan mudah untuk mengevakuasi para korban di dalam, Elisa pun ikut maju ke depan bersama dengan rekan yang lainya. masing masing kompi menyelinap mendekati sasaran, Elisa dan beserta prajurit lainya berjalan perlahan namun penuh kewaspadaan, senjata teracung kedepan, mata awas mengamati setiap pergerakan. Elisa berencana mengalihkan perhatian musuh agar para korban tidak terluka ketika penyelamatan, Elisa mengintip mengamati suasana di dalam sana, tampak sepi, tangan nya memberi kode kepada anak buahnya untuk terus maju, ketika melangkah lebih dalam Elisa dan anak buahnya di sambut dengan segerombolan para mafia dengan senjata lengkap tengah menodongkan senjata mereka kepadanya, Elisa mundur berlindung dan di ikuti para anak buahnya yang lain, ketika rentetan tembakan menghujami mereka , beruntung di sana ada tumpukan tabung baja sehingga peluru tidak bisa menembus nya, Elisa dan yang lainya juga membalas serangan mereka dengan menembakkan peluru bertubi tubi ke arah mereka , satu persatu gerombolan mafia itu tewas terkena peluru , pasukan Elisa terus mendesak mereka hingga mereka terpojok dan terjebak karena jalan lainya sudah di blokir oleh pasukan Elisa yang lain, mau tak mau mereka menyerah dengan meletakkan senjata mereka dan mengangkat tangan mereka ke belakang sebagai tanda penyerahan diri. Dan segera mereka di ikat oleh pasukan Elisa, setelah membereskan mereka, Elisa menghubungi pasukan lainya.


" Tim 1 telah menyelesaikan misi, kami berhasil menangkap 10 orang karena mereka menyerah, laporan selesai" kata pemimpin tim 1.


" Bagus," sahut Elisa.


" Tim 2 juga telah menyelesaikan misi, kami tidak menagkap satu pun anggota mafia yang hidup, mereka memilih mati dari pada menyerah, laporan selesai" kata ketua tim 2.


" Tim 3 telah menyelesaikan misi, kami juga tidak menangkap satu pun dari mereka hidup hidup" kata pemimpin tim 3.

__ADS_1


" Hmm baiklah sekarang tinggal proses penyelamatan dan menangkap bos dari mereka , kepung posisi tengah tengah dari bagunan ini, aku yakin mereka bersembunyi di dalam sana, tim penyelamat segera evakuasi para korban, dan yang lainya ikut denganku menangkap tersangka utama, laksanakan" perintah Elisa.


Tim penyelamat melakukan tugas mereka, sedangkan Elisa dan semua timnya mengepung sebuah ruangan yang tepat berada di tengah tengah bangunan tersebut, namun ketika hendak mendekati ruangan itu ,Elisa mendengar bunyi sensor yang sepertinya itu adalah bom. Sial, batin Elisa. ini adalah jebakan. dengan cepat Elisa memerintahkan semua tim untuk segera keluar dari gedung secepat mungkin, dan tim penyelamat bergerak semakin cepat dan tepat ketika korban terakhir keluar dari gedung, bom tersebut meledak , untung saja tidak ada yang masih berada di dalam sana, dan hanya beberapa prajurit yang terluka karena keluar paling akhir namun tidak merenggut nyawa mereka.


"Hosh.... Hoshhh" Elisa terduduk dengan nafas memburu, dia tidak menghiraukan keadaanya ,dia langsung menghubungi semua prajuritnya untuk memastikan keselamatan mereka,untungnya tidak ada yang kehilangan nyawa , Elisa bernafas lega, namun beberapa saat kemudian rasa sakit di dadanya kembali menyerang , wajahnya langsung pucat, urat urat di wajahnya terlihat jelas karena menahan sakit yang amat sangat, tubuhnya gemetar ,tanganya memegang dadanya, Elisa berusaha bangkit dengan susah payah, dia segera berjalan cepat menjauh dari para prajuritnya agar mereka tidak khawatir, ya Elisa pergi menjauh tanpa di ketahui para prajurit yang lainya, Elisa memenangkan dirinya agar rileks berharap bisa mengurangi rasa sakit yang di alaminya.


" Ada apa dengan ku? kenapa rasa sakit ini kembali lagi, ku kira waktu itu hanya efek dari obat setelah aku tertembak , tapi kenapa itu datang lagi padahal aku sudah lama berhenti mengonsumsi obatnya, ada yang tidak beres dengan tubuhku, ukhhh ...kapan rasa sakit ini akan hilang, rasanya dadaku seperti di tusuk tusuk" kata Elisa kepada dirinya sendiri.


lokasi misi, semua prajurit dari ke 4 tim berkumpul menjadi satu untuk di data apakah sudah lengkap atau ada yang tewas dari mereka, setelah semuanya semuanya selesai, mereka menyadari bahwa pemimpin mereka menghilang, semuanya terkejut dan panik ,tak terkecuali Aditya, wajahnya langsung pias , dia dengan kalap berusaha mencari Elisa di sisa puing puing bangunan yang telah hancur dan sebagian masih berkobar api , Aditya di tahan oleh beberapa rekanya karena itu berbahaya,

__ADS_1


" Tidak aku harus menemukan Elisa , aku harus, lepaskan aku, cepat lepaskan aku" kata Aditya histeris, sambil memberontak melepaskan cengkraman dari beberapa rekanya.


" Sabar Dit, tapi berbahaya jika kamu masuk kesana lagi, lihatlah bangunan itu hancur dan terbakar ,mungkin Kapten selamat dan sedang berada di mana belum kembali, kita harus positif thinking Dit" kata salah satu rekan Aditya.


Aditya lunglai dan terjatuh ke tanah sambil menangis , dia tidak rela jika Elisa pergi , semua rekan nya dan prajurit lainya heran dengan respon Aditya ketika kapten mereka menghilang, ada hubungan apa dengan mereka? kenapa Aditya sebegitunya mendengar Kapten Elisa menghilang? pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak mereka, namun tidak berani menanyakan langsung.


Dan tak beberapa lama Elisa berjalan mendekat ke arah para prajuritnya sedang berkumpul dan heran dengan Aditya yang sedang menangis terduduk di tanah dan pandanganya ke arah bangunan yang telah runtuh itu.


" Ada apa ini? dan kenapa Sersan Aditya menangis? apa tidak malu di lihat banyak orang? " tanya Elisa, dan sontak saja suaranya mengagetkan banyak orang termasuk Aditya yang langsung bangkit dan memeluk Elisa dengan erat.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2