
Elisa menuju aula utama dimana para petinggi Dewa Kematian telah menunggu kedatanganya.seperti yang di pikirkan Elisa dan kakeknya , semua mata memandangnya dengan sinis dan merendahkan, raut wajah meremehkan, tetapi Elisa tidak peduli karena memang itulah yqng di harapkan Elisa. Melalui tatapan dan ekspresi wajah Elisa bisa mengetahui seberapa setianya mereka kepada kakeknya dan seberapa percayanya mereka dengan pilihan pilihan dan semua keputusan kakeknya pada pandangan pertama mereka.
*H*ah setia apaan bahkan di depan pemimpin mereka , mereka berani menatap sinis ke arah ku dan apa apan ekspresi wajah mereka, sepertinya aku harus mendisiplinkan mereka dulu aku juga harus membangun kesan kejam ku dulu untuk memperingatkan mereka di masa depan, batin Elisa.
Belum saatnya mengungkapkan identitasnya, Elisa masih menunggu saat di mana akan ada orang yang menetangnya secara terang terangan , jika itu terjadi Elisa tidak akan segan segan melukai siapa pun itu, dan memberitahukan seberapa berbahaya dirinya. Mereka tidak akan menyangka bahwa gadis culun di depan mereka adalah seorang gadis paling di takuti di sistem cyber seluruh dunia dimana dirinya mendapatkan julukan ratu hacker ,dan sekarang Elisa sedang mewujudkan impianya menjadi gadis yang paling di takuti di dunia mafia dan menaklukkan dunia, mereka tidak akan mengira di usianya yang masih sangat muda Elisa sudah sangat terlatih bela diri, mahir menggunakan senjata terutama pedang, teknik pedangnya sangat mematikan ditambah lagi otaknya yang sangat pintar sehingga dirinya bisa duduk di kursi teratas untuk masuk universitas paling bergengsi di rusia dan ikut dalam deretan orang orang jenius terpilih dari seluruh belahan dunia.
Kakek Elisa duduk di kursi paling depan menghadap para bawahanya dan Elisa duduk di sebelahnya. Melihat itu beberapa petinggi penting seperti pimpinan divisi perdagangan ilegal sedikit meradang.
*Ah*a sepertinya ada satu yang memakan umpanku batin elisa dengan senyum tipis.
"Ehem ehem baiklah aku tidak akan bertele tele disini,langsung keintinya, aku di sini untuk memperkenalkan cucu perempuanku sekaligus calon pemimmpin kalian setelah diriku" kata Kakek Elisa sambil menopang kan dagunya ke kepalan tangannya.
__ADS_1
"Ketua apakah kau akan menyerhkan kepemimpinan Dewa Kematian kita kepada gadis kecil ini?" tanya pemimpin divisi perdagangan .
"Hey aku bukan gadis kecil, jaga ucapanmu ya" bentak Elisa.
" Apa? bahkan gadis kecil ini tidak sopan dengan yang lebih tua?" kata pemimpin divisi perdagangan tidak suka.
"Oh ya bagaimana dengan mu? apakah kamu juga menghormati kakekku?" kata Elisa sambil menajamkan pandanganya.
"Tentu saja anak kecil sepertimu mana mengerti?" katanya dengan arogan.
"Kau berani menghinaku? awas kau !" kata pemimpin divisi perdagangan tambah meradang.
__ADS_1
" Lihat kakek bawahan mu ini berani mengancam calon ketua mereka ,sungguh ironis harus di pertanyakan dimana kesetiaan yang mereka sumpahkan hhaaha" kata Elisa sambil memeluk lengan Kakeknya.
Kepala divisi penjualan ilegal meradang dan bangkit dari kursinya dan mengangkat pistol ke arah Elisa, namun belum sempat menembakan pelurunya, Elisa lebih dulu melemparkan sejenis pisau tapi berukuran kecil dan menancap tepat di atas jantung kepala divisi itu. Kecepatan Elisa dalam melemparkan pisau itu, membuat semua orang yang berada disana terpukau sekaligus bergidik ngeri, bagaiman tidak ,lemparan Elisa lebih cepat dari gerakan mengeluarkan pistol kepala divisi perdagangan ilegal dan menancap dengan dalam dan langsung melumpuhkan lawanya.
" Apakah kalian para bawahan selalu bersikap seperti ini ? rupanya kalian sudah bosan hidup, apakah karena kakekku sudah tua jadi kalian mengira dia tidak mampu melawan kalian?jangan lupa disisi kakekku ada aku, apa kalian tahu siapa aku?" kata Elisa murka.
"Maafkan kami nona, kami tidak tahu siapa nona" kata mereka serempak.
" Hah dengar, panggil aku Elisa, aku adalah ratu cyber paling di cari di seluruh dunia, aku juga terlatih beladiri sejak umurku 7 tahun, aku bisa menggunakan berbagai senjata baik itu modern maupun senjata tradisional, dan juga otakku sangat pintar , aku sangat membenci setitik kesalahn,sikap tidak sopan apalagi pengkhianatan , siapa saja yang berniat berkhianat di dalam organisasiku bersiaplah untuk ku penggal langsung kepala kalian dan mengirim kepala kalian kerumah keluarga kalian, mengerti!!!" bentak Elisa, kali ini Elisa benar benar marah.
" Ka ka kami mengerti nona, maafkan ketidak sopanan kami, dan kami akan memperbaiki diri kami" kata mereka gugup karena ketakutan.
__ADS_1
" Hmmm sudahlah untuk saat ini aku memaafkan kalian , tapi tidak ada kesempatan lain kali, dan jangan coba coba untuk membocorkan setitik rahasia organisasi dan berkhianat ,atau kalian tanggung sendiri akibatnya" kata Elisa melunak namun masih dengan penekanan kalimat.
Semua orang bergetar ketakutan mendengar ancaman gadis muda bernama Elisa, mereka tidak menyangka seorang gadis muda yang mereka anggap lemah ternyara lebih berbahaya dari pembunuh bayaran paling terkenal, kesan pertama yang mereka tangkap dari sosok Elisa adalah kejam, diktator,dan tidak punya empati dan belas kasihan.