
Setelah elisa mengistirahatkan tubuhnya selama 2 hari ,kondisi kesehatanya kembali membaik dan pulih,elisa mulai menjelajahi villa mewah pemberian kakeknya, villa itu terdiri dari 3 lantai dan di penuhi pelayan pelayan untuk melayaninya dan kedua kakaknya angkatnya, ini sih bukan villa tetapi istana . Lantai 1 satu adalah area kamar dan berkumpulnya para pelayan, Lantai 2 adalah area majikan yang terdiri dari ruang tamu besar, 1 kamr tidur utama, 3 kamar tamu, ruang bersantai, ruang kerja, dan balkon besar menghadap ke depan , lantai 3 adalah lantai yang berisi ruangan ruangan terdiri dari gudang senjata, ruang latihan pribadi elisa,perpustakaan,ruang gym, bioskop mini, ruang karaoke,ruang rapat,dan balkon yang menghadap ke belakang villa,dari balkon lantai 3 elisa bisa melihat kolam renang, landasan hellykopter ,taman yang sangat luas yang sekarang tertutup tebalnya salju yang turun. villa elisa berada di kawasan elit dimana hanya kalangan selebriti dan tokoh tokoh politik penting yang bisa tinggal di kawasan itu, walau kawasan elit tetapi jarak antar banguna yang satu dengan yang lainya sangat lah renggang ,apalagi area villa elisa lebih besar dari pada yang lainya, villa elisa berada di di tanah selebar 50 hektar dan di kelilingi hutan buatan sebagai pagar pembatas dan di setiap perbatasan area villa telah di bangun tembok setinggi 3 meter dan di lengkapi sistem keamanan paling canggih dan di tanam juga dengan senjata super canggih ,dan akan keluar ketika ada gerakan mencurigakan dan telah terkonfirmasi dengan sistem di dalam ruang sistem tekhnologi yang di kendalikan penuh oleh elisa.
Elisa bosan ,dan menuju lantai 3 menggunakan lift khusus dimana hanya elisa dan kedua kakaknya yang boleh menggunakanya. setelah sampai di lantai 3, elisa bergegas menuju ruang latihan , disana elisa mengasah ketajaman matanya dengan pistol dan panah, dan semuanya tepat sasaran tidak ada satupun yang melenceng, setelah puas, elisa mendekati tempat ke 3 pedang kesayanganya bertengger, elisa mengambil pedang yang bertengger paling atas dan mencabutnya dari sarung pedang berwarna merah dengan ukiran khas dari emas. pedang elisa telah lama tidak mendapat guyuran darah dari musuhnya. terapi pedang itu tidak berkarat sama sekali bahkan masih berkilau dan masih menyisakan bercak bercak darah , elisa mengambil lap sitra dan alkohol untuk menghilangkan nodanya, tetapi lap sutra elisa tidak dapat menahan ketajaman pedangnya dan terbelah menjadi 2.ketika asyik mengelap pedang dan menghabiskan setengah lusin lap sutra, ada pelayan yang mengetuk pintu dengan hati hati,takut nonanya marah.
__ADS_1
tok ...tok.....tok..
"iya masuk!" ( dengan bahasa rusia)
__ADS_1
"oh iya ,aku akan segera turun ,sampaikan kepada kakakku ,tunggu sebentar ,oke?"
"baik nona muda ,akan saya sampaikan" kata pelayan itu sambil membungkuk hormat dan berlalu untuk turun menyampaikan pesan nona mudanya.
__ADS_1
Setelah mencuci tangan elisa dan mengembalikan pedangnya ke posisi semula ,elisa bergegas turun untuk sarapan dengan kedua kakaknya , menu sarapan pagi ini khusus hidangan khas rusia, ya elisa yang memintanya, dia ingin merasakan menu makanan rusia di musim dingin. Dan dengan senang hati koki handal yang kakek kirim memasakkan reques dari nona majikanya . elisa selalu memperlakukan semua pelayan dan orang orang yang bekerja di sana dengan sangat baik ,sehingga mereka semua selalu bersemangat mengikuti perintah elisa.