
Setelah makan malam hari itu, Aditya dan Elisa kembali menjalani hubungan jarak jauh. Waktu melesat sangat cepat sudah 3 tahun telah berlalu, kini Elisa berusia 20 tahun, perusahaanya telah berkembang pesat dan selalu menjadi no 1 perusahaan paling sukses dan berjaya selama beberapa tahun ini dan mungkin akan terus mempertahankan gelar tersebut. dan juga kini semua aset ,perusahaan dan tampuk kepemimpinan mafia telah di serahkan kepada Elisa , dan sekarang kakek Brawijaya memilih pensiun menikmati hari tuanya di mansion , beliau juga menyerahkan beberapa perusahaan dan properti dan juga bisnis perhotelan dan resort kepada James dan juga Alex , ya mereka juga ikut kebagian warisan karena mereka berdua telah di anggap cucu sendiri oleh kakek Brawijaya dan nama belakang mereka pun telah menyandang nama Brawijaya. Hubungan Elisa dengan Aditya pun semakin dekat, selama 3 tahun ini mereka kerap bertemu karena kerja sama antara perusahaan mereka berdua. Elisa juga membeli sebuah lahan perbukitan dan tanah di sekitaran danau di Korea Selatan dan membangun kastil dan juga sebuah desa yang akan menjadi tempat tinggal beberapa anggota mafia Dewa Kematian ,dan dia juga membangun markas bawah tanah dan juga mendirikan sebuah divisi yang berisi para profesor dan juga pemuda pemudi berbakat yang akan menjalankan sebuah sistem tekhnologi canggih dan juga melakukan berbagai penelitian untuk kepentingan mafia Dewa Kematian. Dan untuk saat ini kastilnya telah jadi ,kastil tersebut di bangun di balik sebuah bukit yang berada di pinggiran sebuah kota di Korea Selatan, kastil itu yang akan menjadi tempat tinggal sementara ketika Elisa berada di Korea Selatan. Di dalam nya berisi para pelayang perempuan yang merupakan mantan agen agen rahasia yang tak di ragukan lagi kemampuan nya ,mereka tergiur menjadi pelayan karena gajinya berkali lipat dari gaji seorang agen rahasia.
Hari ini adalah hari ulang tahun Elisa yang ke 20 tahun, kakek Brawijaya mengadakan pesta untuk cucunya ,awalnya beliau ingin mengadakan pesta yang meriah dan akan mengundang kolega kolega bisnis dan orang orang berpengaruh ,namun Elisa menolak ,dia tidak suka itu, dia lebih memilih mengadakan pesta di mansion bersama keluarga dan para pelayan beserta anak buahnya ,itu jauh lebih berarti bagi Elisa karena semua keluarga nya ada di saat Elisa nambah umur😁. Kakek Brawijaya menyetujuinya dan melakukan persiapan di bantu oleh kedua cucu laki laki nya dan para pelayan beserta anak buah nya selagi Elisa ke kantor. Tepat pukul 6 petang Elisa pulang dari kantor, dia mengajak Bella untuk pulang bersamanya, sesampainya di mansion Elisa di kejutkan dengan meriahnya pesta yang di lakukan di taman kediamannya. Semua orang memakai topi ulang tahun dan tema yang meriah di tambah lampu kelap kelip dan sebuah kue besar melengkapi pesta petang itu. Elisa segera di tarik ke depan menghadap kue ulang tahunya , mereka semua menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan kemudian Elisa meniup lilin nya sambil sebelumnya memohon sesuatu. Setelah itu Elisa memotong kuenya dan menyuapi kakek nya kemudian kedua kakaknya dan tiba tiba Aditya muncul dari belakang James yang membuat Elisa terkejut sekaligus bahagia, dia juga menyuapi Aditya kue ulang tahunya. Setelah selesai saatnya pemberian hadiah dan ada pertunjukan musik spesial dari Aditya, dia menyanyikan OST drama Descandant of the sun ( i love you ).
Setelah menyanyikan lagu Aditya turun dari panggung dan menghampiri Elisa dan duduk di sebelah nya. Pesta berjalan meriah dan ramai dengan canda dan tawa ,semua orang bahagia. Seketika raut wajah Elisa berubah, dia menahan sakit di dadanya , wajahnya langsung pucat ,tangan nya meremas rok ny a, dia panik, bagaimana ini, obatnya ada di kamar nya ,apakah Elisa bisa bertahan. Dengan tiba tiba Elisa bangkit dan berlari menuju mansion dan masuk ke kamarnya . Semua orang terkejut karena Eliaa tiba tiba saja lari ke dalam ,semua orang bertanya tanya.
" Ada apa Aditya? kenapa Elisa terburu buru masuk ke dalam" tanya kakek Brawijaya.
" Saya tidak tahu kek , coba Aditya susul ke kamar nya" kata Aditya sambil menggelengkan kepalanya.
" Ya sudah cepat sana kamu susul, kakek khawatir ada apa apa" kata Kakek Brawijaya.
" Baiklah kek, semoga saja tidak ada apa apa, kalau begitu Adit ke atas dulu kek" kata Aditya.
" Ya baiklah" kata kakek.
Pesta kembali berlangsung ,sementara Adit menyusul Elisa ke kamar nya. Di kamar mandi, Elisa tengah meminum obatnya dengan terburu buru, dia menyembunyikan obatnya di rak belakang cermin kamar mandinya, di sana aman karena tidak ada siapapun yang berani membuka nya. Aditya masuk ke kamar Elisa dan tidak mendapati kekasihnya di dalam, dia beralih ke kamar mandi yang tertutup, dia mengetuk pelan pintu tersebut.
__ADS_1
Tok...... tok..... tok....
" Sayang kamu nggak kenapa napa kan? kenapa tiba tiba lari?" tanya Aditya dari luar dengan suara agar keras, hal itu membuat Elisa terkejut dan langsung mengembalikan semua obatnya ke tempatnya semula dengan panik.
" Ya ,aku tidak apa apa kok, cuma kebelet pipis aja, bentar aku cuci tangan sama muka dulu, soalnya dari tadi belum cuci muka sehabis pulang kerja" kata Elisa dari dalam , hmmm sudah 3 tahun lebih Elisa menyembunyikan penyakitnya dari keluarganya termasuk Aditya.
" Oh aku kirain kenapa , ya sudah aku tunggu di kamar mu ya" kata Aditya.
" Iya sayang" kata Elisa dari dalam.
Elisa mengatur nafasnya agar kembali normal dan berusaha menahan rasa sakit yang masih menderanya , kemudian dia mencuci tangan dan wajahnya setelah itu mengeringkan wajahnya dengan handuk . dia memakai perona pipi dan lipstik tipis agar wajahnya tidak terlihat pucat, setelah semua kegiatanya selesai, dia keluar dari kamar mandi dan melihat Aditya sedang duduk di pinggir ranjangnya sambil melihat ponselnya.
" Ok sayang" kata Elisa sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.
Mereka berdua berjalan beri iringan menuju tempat pesta kembali. Di sana suasana masih meriah dan ramai, Elisa memilih duduk dan menikmati hidangan ringan yang di sediakan, di temani Aditya dan duduk di depan nya sambil menatap Elisa yang sedang makan. Elisa yang sadar di tatap dengan tajam oleh Aditya memalingkan mukanya.
" Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Elisa.
__ADS_1
" Emm aku merasa kamu kok kayaknya lagi sakit ya, lihat wajah mu pucat walau kamu tutupi dengan perona wajah dan bibirmu di tutupi lipstik tipis, apakah aku benar?" tanya Aditya tanpa mengalihkan tatapan nya.
" A aku sehat kok mungkin aku hanya kelelahan akhir akhir ini, kamu terlalu banyak menduga" kata Elisa.
" Benarkah, tapi aku merasa kamu sedang menyembunyikan rahasia besar dari ku " kata Aditya yang membuat hati Elisa semakin berdebar.
Bagaimana ini, apa Aditya tahu sesuatu tentang penyakit ku? batin Elisa.
" Enggak kok, kenapa juga harus merahasiakan dari mu" kata Elisa.
" Tatap mataku Elisa" perintah Aditya.
" Aku tidak berbohong ,Hejoon aki tidak punya hal yang harus aku sembunyikan dari mu" kata Elisa sambil menatap mata Aditya, namun tidak lama , karena tatapan mata Aditya yang tajam seperti menghujam jantungnya.
" Baiklah" kata Aditya sambil mengalihkan tatapanya.
Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu dari ku Elisa, mungkin kamu bisa membohongi keluargamu namun tidak dengan ku, akan aku selidiki itu batin Aditya.
__ADS_1
Bersambung.........