ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Apapun yang terjadi tolong rahasiakan


__ADS_3

Setelah kepergian Bella, Elisa kembali ke kamar tidur nya, dia berbaring kembali ke ranjang besarnya. Kakek nya pergi ke perusahaan bersama ke dua kakaknya, jadi hanya ada Elisa dan para pekerja di mansion Elisa. Matanya terpejam namun pikiranya masih kemana mana , tiba tiba Elisa rindu dengan Aditya, dia bangkit dari ranjang dan mengambil laptop nya , dia menghubungi Aditya berharap Aditya tidak sibuk. namun ternyata Aditya tidak mengangkat telefon dari Elisa, dia hanya menghela nafas mungkin Aditya sedang sibuk nanti dia juga mengubungi ku , batin Elisa.


Elisa pun menghubungi dokter Arnold untuk membuat kunjungan dan konsultasi kesehatan. Kebetulan dokter Arnold sedang ada di rumah sakit Brawijaya ( rs milik keluarga Elisa ).


" Hallo dok, apakah dokter ada waktu?" tanya Elisa di telefon.


" Oh ada nona muda, kebetulan saya sedang ada di rumah sakit anda" kata dokter Arnold.


" Emm saya mau konsultasi tentang kesehatan saya dok ,tapi rahasiakan tentang saya mengunjungi anda di rumah sakit ,saya tak mau keluarga saya khawatir" kata Elisa.


" Baiklah nona , jam berapa nona akan ke rumah sakit?" tanya dokter Arnold.


" Sekarang juga ,mumpung keluarga ku sedang keluar" kata Elisa.


" Baiklah nona saya tunggu di ruangan saya" kata dokter Arnold.


Setelah mengubungi dokter Arnold, Elisa segera mengganti pakaiannya dan bergegas menuju rumah sakit. Elisa berpamitan kepada kepala pelayan nya, dan jika nanti kakek dan kakak kakaknya menanyakan di mana Elisa, dia menyuruh mengatakan Elisa sedang keluar mengurus sesuatu. Elisa mengendarai mobil biasa agar tidak mencolok , Elisa juga melarang anak buahnya untuk mengawalnya seperti biasa.


" Tidak usah di kawal, aku pergi ke rumah sakit tempat ibunya Elvan di rawat, di sana juga ada Zidan jadi jangan khawatir nanti aku bilang ke kakek" kata Elisa.


" Baik bos muda" kata anak buahnya.


Mobil Elisa melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan menuju rumah sakit, sekitar 30 menit Elisa baru sampai di parkiran vvip rumah sakit. Elisa menuju lift khusus untuk naik ke lantai 4 di mana dokter Arnold berada. Untungnya Zidan ada di lantai 2 jadi Elisa tidak akan berpapasan dengan nya. Elisa telah sampai di ruangan dokter Arnold dan segera duduk di kursi yang tersedia.

__ADS_1


" Bagaimana kabar dokter?" tanya Elisa sekedar basa basi.


" Baik nona muda, anda sendiri?" tanya balik dokter Arnold.


" Hmm kurang baik, saya di sini untuk memeriksakan diri saya karena saya beberapa kali merasakan ada yang tidak nyaman di tubuh saya" kata Elisa.


" Bisa beritahukan apa dan bagaimana rasa nya ketika tubuh nona tidak nyaman dan sejak kapan?" tanya dokter lagi.


" Aku merasakan dadaku sangat sakit dan nyeri, susah bernafas ,pusing dan hampir kehilangan kesadaran, kondisi ini saya alami sejak aku tertembak sewaktu bertempur dengan geng mafia odordo di Rusia, bukankah anda sendiri yang merawat saya waktu itu?" kata Elisa.


" Hmm saya sudah menduga akan ada kelainan di jantung anda, karena waktu itu otot jantung anda sobek terkena peluru, sekarang saya akan melakukan pemeriksaaan menyeluruh agar saya dapat mendapat diagnosa yang tepat, silahkan nona ikut dengan saya untuk melaksanakan prosedur pemeriksaan" kata dokter Arnold.


" Apakah itu serius?" tanya Elisa dengan raut wajah khawatir.


Elisa menghela nafas berat, dan mengikuti dokter Arnold untuk pemeriksaan. Selama 2 jam Elisa mengikuti setiap prosedur tes kesehatan, setelah selesai Elisa dan dokter Arnold kembali ke ruangan.


" Nona hasil tes akan keluar 3 hari lagi, pada waktu itu saya mohon untuk menyiapkan hati dan mental nona, apapun hasilnya jangan berputus asa, semoga perkiraan saya tidak benar" kata dokter Arnold.


" Apa yang jadi perkiraan anda dok?" tanya Elisa.


" Ini hanya diagnosa awal melihat gejala yang nona alami, nona mengalami kelainan otot jantung" kata dokter Arnold.


" Yah jika saya memang mengidap penyakit itu ,saya terima tapi anda harus merahasiakan itu dari keluarga saya dan semua orang, hanya saya dan anda yang tahu ini, jika keluarga ku ada yang tahu maka orang pertama yang akan saya bunuh adalah anda" kata Elisa dengan penuh penekanan.

__ADS_1


" Ba baik nona saya akan merahasiakan dari siapapun" kata dokter Arnold.


" Bagus, sekarang saya pamit, hubungi saya ketika hasilnya keluar" kata Elisa sambil bangkit dari kursinya.


" Baik nona, " kata dokter Arnold sambil berdiri dan mengantar Elisa sampai depan pintu ruanganya.


Sebelum pulang Elisa menyempatkan mampir ke ruangan di mana ibunya Elvan di rawat, di sana masih ada Zidan dan beberapa anak buah nya. Ibunya Elvan di tempatkan di ruangan vvip dan terpisah dari ruangan pasien lainya dan di jaga ketat oleh anak buah Elisa.


" Hay Zidan, apa semuanya sudah selesai?" tanya Elisa.


" Sudah bos" kata Zidan sambil tersenyum lebar.


" Bagus ,tetap awasi ibunya Elvan " perintah Elisa.


" Siap bos" kata Zidan.


" Ya sudah aku akan pulang nanti kakek mencari ku" kata Elisa.


" Apakah mau di antar bos?" tanya Zidan.


" Tidak usah ,aku bawa mobil sendiri" kata Elisa.


" Oh ya sudah hati hati di jalan bos" kata Zidan.

__ADS_1


Bersambung...........


__ADS_2