
Kediaman keluarga Elisa.
Malam hari, kakek Elisa mengadakan pesta besar besaran bersama dengan semua anak buahnya untuk merayakan kelulusan ketiga anggota muda Keluarga Bramantyo yaitu Elisa ,James dan Alex. Pesta itu hanya untuk keluarga dan para anggota mafia Dewa Kematian dan juga para pelayan di izinkan mengikuti pesta, walau terkesan sederhana karena para tamu pesta hanya dari lingkungan villa saja, namun tidak memudarkan suasana bahagia ketiga tuan dan nona muda. Pesta di lakukan di luar villa, dengan acara api unggun dan panggung kecil untuk ketiga bintang pesta malam hari itu, semua orang tertawa senang dan mengucapkan selamat kepada ketiga tuan dan nona muda mereka. Elisa sangat bahagia dengan suasana malam ini, tanganya bergelayut di tangan kekar kakek tersayangnya, karena kerinduan selama 4 tahun tidak bertemu, Elisa menjadi lengket sekali dengan kakeknya. Kemana pun kakeknya pergi Elisa selalu menggandeng tangan kakeknya dan mengikutinya kemana saja.
" Elisa, kau sangat lengket sekali dengan kakek mu , kemana mana tangan mu tak mau lepas dari lenganku , ingat umur kau sudah besar nak, hahahahaha..." kata kakek Bramantyo.
" Aku kan kangen dengan kakek , ya nggak papa lah manja dengan kakek , orang udah 4 tahun nggak ketemu, sehari hari yang aku lihat cuma wajah jutek kak James dan wajah tampan kak Alex saja , aku kan bosan" kata Elisa dengan nada manja
" Apa apaan ? Alex kau bilang tampan dan aku, kamu bilang jutek? awas aja ya kamu , adik nggak tahu di untung, hey selama ini siapa yang selalu membangunkanmu ketika pagi, siapa yang selalu menyiapkan semua keperluanmu hah, awas aja aku jewer nanti" kata James pura pura marah dan berkacak pinggang.
" Huh, iya iya aku tahu kakak yang paling tlaten merawat ku tapi apakah kakak tahu , wajah menyebalkan mu itulah yang membuatku bosan dan seketika melupakan kebaikanmu, lihatlah kak Alex , sudah tampan ,baik, selalu tersenyum nggak kaya kakak" kata Elisa sambil memalingkan mukanya.
__ADS_1
" Eh eh awas aja ya kamu ,sini kakak cubit ,sini kamu jangan kabur" kata James yang berusaha menggapai adik menggemaskan nya itu.
Elisa menghindar dan berlari ke belakang punggung kakaknya Alex, James mengejar dan Elisa beralih menuju belakang punggung kakeknya, James seketika berhenti mengejar Elisa.
" Wleee sini kak kalau bisa tangkap aku, hahahaa" kata Elisa sambil mengejek James.
" Kakek bolehkah aku menangkap adikku yang menggemaskan itu? aku mau memberi nya pelajaran ,eh salah maksudnya mau memberi hadiah" kata James sambil memelas.
" Hahahaa kalian ini masih saja bertengkar , rupanya selama kalian disini ,kalian tidak akur ya? apakah benar Alex? " tanya kakek kepada Alex.
" Hahahaaha kalian ini seperti anak kecil, memang nya apa yang kalian perdebatkan hingga kalian saling berteriak dan kejar kejaran?" tanya kakek kepada kedua kakak beradik itu.
__ADS_1
" Habisnya kak James jahil sekali, masa bangunin aku pakai di seprot air kalau nggak pakai peluit ya sontak aku kaget, dan langsung berteriak dan mengejar kakak James" kata Elisa sambil menunjuk James.
" Hey ,di sini korban nya bukan cuma kamu ya, kamu itu juga jahil tahu, sering sembunyiin handphone aku, lempar barang ke aku, untung yang kamu lempar itu bukan pedangmu yang super tajam itu" kata James tidak mau kalah.
" Sudah sudah kalian ini sudah besar masih saja jahil jahilan, hahaha" kata kakek sambil tertawa.
Elisa terlihat bahagia bisa berkumpul dengan keluarganya ,namun masih ada yang mengganjal di dalam hatinya, dia merindukan rumahnya di kampung, dia merindukan papa dan mamanya , 4 tahun sudah Elisa pergi tanpa saling mengabari.
" Kakek, ketika nanti pulang ke Indonesia, bolehkah aku menelfon papa? aku sangat merindukan nya kek" kata Elisa sambil menunduk.
" Bagi calon penerus ku pantang baginya menunduk ketika meminta sesuatu, angkat kepalamu nak, tentu kamu boleh menghubungi papa mu , bagaimana pun dia tetap papamu" kata kakek.
__ADS_1
" Terima kasih kek" kata Elisa dan langsung menghambur memeluk kakeknya.
Bersambung..........