
Sudah satu minggu Elisa istirahat total di rumah sakit, sekarang keadaan nya telah membaik dan stabil dan hari ini juga Elisa telah di perbolehkan pulang. Elisa sangat senang sekali akhirnya bisa keluar dari rumah sakit dan kembali beraktivitas seperti biasa nya. Namun Elisa heran kakek nya tidak menanyakan perihal penyakitnya dan masih diam saja, tapi sekarang Elisa telah menyiapkan mental dan hatinya ketika sewaktu waktu kakek dan kedua kakaknya bertanya.
Kakek Brawijaya telah mengetahui penyebab kenapa cucu nya bisa sampai seperti itu dari Zidan di hari ke 2 Elisa di rumah sakit. Saat itu kakek sangat marah dan berniat menghancurkan keluarga Aditya terlebih James dan Alex yang sangat geram kepada ayah Aditya yang meminta Elisa pergi dari kehidupan Aditya. Namun semua dendam itu mereka tahan sampai Elisa sembuh dan dia mau menceritakan semuanya kepada mereka ,barulah akan di ambil tindakan.
Elisa pulang di jemput oleh James dan Alex, sementara kakek nya menunggu di mansion. Setelah sampai di mansion Elisa di bawa ke kamar nya untuk istirahat. Namun Elisa tidak istirahat di kamar nya ,dia lebih memilih duduk di balkon kamar nya sambil mengamati pemandangan.
" Apa sampai di sini saja kisah kita Adit? tapi aku harus melepas mu, lagian belum tentu aku bisa bertahan menemani mu sampai tua , aku tidak boleh egois , kamu harus mendapatkan kebahagian mu Aditya, aku berharap kamu tidak menunggu wanita yang akan mati ini dan aku berharap kamu melupakan aku" kata Elisa bermonolog dengan deraian air mata.
Ternyata sang kakek mendengar semua itu, kakek bingung dengan perkataan Elisa bahwa dirinya adalah wanita yang akan mati. Apa yang sudah Elisa sembunyikan selama ini, tak mau menunggu lagi sang kakek langsung menemui cucunya dan berjongkok di depan Elisa.
" Nak kakek tidak bisa menunggu lagi, sekarang kamu harus ceritakan semua nya jangan lagi ada yang di sembunyikan , tolong nak jangan bebani kakek dengan penderitaan tersembunyi mu itu, kakek merasakan sakit nya tapi kakek tidak tau apa penyebab nya dan sekarang lah kamu harus menceritakan nya nak" kata kakek sambil mengenggam tangan Elisa.
__ADS_1
" Bukan nya Elisa tak mau bercerita kek, Elisa hanya tidak mau kalian semua khawatir dan menjadi beban untuk kalian, selama Elisa masih sanggup menanggung nya maka akan Elisa tanggung sendiri, tapi hari ini Elisa akan menceritakan semua nya kepada kakek, Elisa memang sudah tak sanggup menahan semua ini sendiri kek, Elisa butuh dukungan kalian semua, dan Elisa juga mau menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga Elisa, bukan cuma kakek dan kakak kakak Elisa ,namun juga Elisa ingin bertemu ibu dan ayah di kampung Elisa ingin menggunakan waktu yang tersisa untuk bahagia kek" kata Elisa sambil menangis sesenggukan, dan akhirnya hari ini Elisa menumpahkan segala yang menjadi beban nya selama 3 tahun lebih di depan kakek nya.
" Kenapa nak ,kamu tidak beritahu kakek, jika kakek tahu semua ini lebih awal, kakek akan berusaha untuk membuat mu sembuh , kakek tidak sanggup kehilangan mu nak, kenapa kamu menahan nya sendiri dan sekarang kakek telah gagal membesarkan mu nak, kakek gagal karena tidak bisa merawat mu hingga sekarang kamu sakit" kata kakek yang juga telah menangis di depan cucunya.
" Hey hey apa yang kakek katakan , kakek tidak gagal malah kakek sangat berhasil dalam membesarkan ku , aku juga bisa bahagia bisa tumbuh besar di samping kakek, ini mungkin memang sudah takdir Elisa kak" kata Elisa sambil memeluk kakek nya.
" Kenapa harus cucu kakek yang sakit, kenapa tidak kakek saja, kakek tidak rela jika kamu pergi lebih dulu dari kakek, kaku adalah harapan kakek dan juga masa depan kakek" kata kakek nya.
" Sudahlah kek, tidak baik berbicara seperti itu, sama saja kita mempertanyakan takdir kepada tuhan, Elisa sudah ikhlas menerima kek, semoga tuhan menolong ku dengan mengangkat penyakit ku kek, kakek nggak boleh sedih dong harus semangat kalo kakek kaya gini gimana Elisa bisa semangat untuk sembuh" kata Elisa.
" Iya kek , emmm kakek bulan depan Elisa ingin pulang ke rumah ayah boleh nggak?" tanya Elisa.
__ADS_1
" Tentu saja nak dia juga ayah dan ibu mu, namun jika nanti mereka tetap kasar jangan salahkan kakek jika menjemputmu paksa" kata kakek nya.
" Nggak apa apa kok kek, yang penting Elisa bisa ketemu sama ayah sama ibu, Elisa rindu sekali kek" kata Elisa sambil tersenyum.
" Apapun yang membuat mu bahagia pasti kakek kasih nak" kata kakek.
" Terima kasih kek ,kakek yang terbaik , Elisa makin sayang sama kakek" kata Elisa sambil memeluk erat kakek nya.
" Ya sudah sekarang istirahat dulu, jangan duduk di sini lagi cuaca agak berangin nggak baik untuk kesehatan" kata sang kakek.
" Siap bos" kata Elisa sambil berjalan menuju ranjang nya dan tidur.
__ADS_1
Bersambung,...............
Dan tak henti henti ya author memohon kepada para pembaca yang budiman untuk mendukung author dengan like ,comment dan vote πππππ