
Sementara itu......
Setelah kepergian Meyra, Elisa tidak bisa lagi menahan tangis nya, hati nya sakit sekali melepaskan Aditya, namun diri nya juga tidak berdaya, dia tidak mau nanti jika dia tetap memaksa bersama Aditya namun hidup nya tidak lama lagi, dia tidak ingin membuat Aditya sedih dan sekarang dengan menitipkan Aditya kepada sahabat nya, setidak nya ada orang yang dia percaya untuk menjaga Aditya. Cukup lama Elisa menangis tanpa suara, hanya isak kan pilu dan air mata nya yang keluar. Kemudian Elisa bangkit dan menguatkan hati nya, dia harus bangkit dan semangat ,dia harus memanfaat kan waktu yang tersisa untuk melakukan semua yang menjadi impian nya selama ini
Di sore hari Elisa pulang dari kantor, di mansion dia di sambut oleh adik nya Rafa yang telah rapi setelah mandi. Rafa memeluk kakak nya dengan sayang dan membawa kakak nya duduk di sofa ruang tamu, dia melepaskan sepatu highhels kakak nya dan memijat kaki Elisa. Elisa yang mendapat perlakuan manis dari adik nya mengusap pucuk kepala Rafa.
" Adek ,kenapa pijitin kaki kakak, nanti capek lho" kata Elisa.
" Yang capek itu kan kakak, seharian kerja jadi Rafa pijitin kaki kakak biar nggak pegel lagi" kata Rafa dengan suara nya yang lucu.
" Wah adek kakak perhatian sekali" kata Elisa.
" Kakak sekarang ada Rafa yang akan melindungi dan menjaga kakak, jadi kakak nggak usah khawatir lagi hehehe" kata Rafa sambil nyengir.
Kakek Brawijaya dan menantu nya yang akan turun ke bawah, menyaksikan interaksi kedua adik kakak itu pun meneteskan air mata, kini cucu perempuan nya punya penghibur hati ketika diri nya terluka atau sakit, sang kakek berpikir ,setidak nya adik nya yang akan menjadi alasan Elisa bertahan hidup dan mau untuk menjalani operasi kelak.
" Sudah sudah, kaki kakak udah nggak pegel lagi, sini duduk sama kakak" kata Elisa sambil membawa Rafa dan menduduk kan Rafa di pangkuan nya.
" Dengar kan kakak, apakah Rafa akan selalu melindungi kakak? " tanya Elisa.
" Iya , tunggu Rafa besar nanti, Rafa akan selalu menjaga kakak dan ibu kita, karena sekarang kita tidak punya ayah yang akan menjaga kita ,namun sekarang ada Rafa kak, Rafa akan belajar dengan rajin dan sering sering berlatih dengan kak James dan kak Alex" kata Rafa antusias sekaligus sedih.
" Iya ,hanya adek satu satu nya laki laki yang kakak punya sekarang, baiklah adek besok kakak daftar kan di sekolah paling bergengsi di kota ini, adek mau?" kata Elisa.
" Mau mau, adek mau kak, adek harus menjadi sepintar dan sehebat kakak, adek janji tidak akan mengecewakan kakak" kata Rafa.
" Baiklah, belajar yang rajin ya adik kecil ku yang tampan" kata Elisa sambil memeluk Rafa yang kemudian di balas juga oleh adik nya..
__ADS_1
Malam nya Elisa merencanakan untuk melakukan inspeksi dadakan ke sejumlah perusahaan nya yang berada di luar negeri, jadi malam ini Elisa akan bersiap siap untuk melakukan tur bisnis ke beberapa negara, dan tak lupa menghubungi Zidan untuk bersiap siap, ya kalau Elisa ke luar negeri Zidan lah Elisa bawa, dia berperan sebagai sekertaris, aspri ,dan juga bodyguard nya Elisa😂😂. Dia juga berencana membawa adik dan ibu nya ke rumah besar nya di Korea Selatan sebelum adik nya masuk sekolah.
Pagi hari ,Elisa ,Zidan ,Rafa dan ibu nya berangkat ke bandara dan naik jet pribadi milik Elisa. Adik dan juga ibu nya terpukau dengan jet mewah tersebut, dan tak henti henti berdecak kagum. Selama penerbangan Elisa fokus kepada layar laptop nya sementara adik dan ibu nya istirahat di kamar yang tersedia di sana. Sementara Zidan malah bergabung dengan pilot di depan.
Setelah beberapa jam penerbangan ,sampai lah mereka di bandara Incheon Korsel, dari sana mereka langsung menuju ke kawasan pinggir kota di mana rumah besar Elisa berada, Rafa sangat menikmati perjalanan itu, dia selalu berteriak antusias setiap melihat hal baru yang menarik untuk nya. Dan sampailah mereka di rumah besar Elisa.
Setelah semua nya turun ,mereka di sambut oleh beberapa penjaga dan pelayan, Elisa menuju kamar utama ,sedangkan ibu dan adik nya di antar pelayan menuju kamar timur di lantai 2. Setelah berada di kamar nya ,Elisa langsung melaksanakan ritual mandi nya di kamar mandi besar nya. Kamar mandi nya sangat besar , di sana bukan cuma ada bath up namun juga ada kolam air panas pribadi nya. Elisa pun berendam di kolam air panas untuk sekedar memanjakan tubuh nya dan merefreskan pikiran nya.
Setelah mandi, Elisa memutuskan jalan jalan di sekitaran danau yang berada di kawasan taman belakang rumah besar nya, dan duduk di kursi yang menghadap danau sambil menikmati sinar matahari sore, dia menggunakan pakaian agak tebal karena sekarang awal musim gugur. Di taman itu banyak orang lalu lalang, mereka adalah pekerja kebun yang sedang membersihkan daun yang berguguran dan juga beberapa penjaga. Di taman itu ,Elisa pun memandangi foto diri nya dan Aditya.
" Kenapa takdir tidak membiarkan kita bersama,padahal kita saling mencintai" gumam Elisa.
" Kau tahu ,aku sangat merindukan mu ,aku rindu suara mu yang setiap hari selalu mengisi gendang telingaku, aku rindu melakukan misi militer dengan mu, aku rindu ketika kamu berteriak khawatir kepada ku, aku rindu kamu yang selalu mengomel jika aku telat makan atau tidak istirahat" kata Elisa bermonolog sendiri.
Keesokan hari nya........
Elisa sarapan dengan adik dan juga ibu nya setelah itu meminum obat pagi nya dan berangkat ke kantor bersama Zidan. Dari pihak perusahaan nya tidak tahu menahu soal kedatangan Elisa karena dia memang merahasiakan nya, sesampai nya di gedung kantor nya ,dia di sambut oleh resepsionis dan seperti nya mereka baru karena tidak mengenali Elisa ,ya emang sedikit sih yang kenal dengan Elisa karena dia juga jarang ke sana.
" Maaf nona, ada yang bisa saya bantu" tanya seorang gadis cantik yang menjaga meja resepsionis.
" Tidak perlu , aku akan langsung menuju ruangan ku saja" kata Elisa dengan wajah datar.
" Tapi kalau boleh tahu nona ini siapa ya ,soal nya baru kali ini saya melihat nona." tanya nya sekali lagi.
" Oh aku adalah pemilik perusahaan ini, bagai mana sudah ingat?" tanya Elisa.
__ADS_1
" Maaf ,saya adalah pegawai baru, jadi belum begitu mengenal dengan para petinggi perusahaan " kata orang itu.
" Hmm" balas Elisa.
Diapun menuju ke ruangan nya dan memerintahkan Zidan untuk mengumpulkan seluruh CEO untuk meeting, para CEO pun kaget dan dengan segera langsung menuju ke ruang meeting bersama sekertaris nya masing masing.
" Mulai laporan kalian" kata Elisa dingin.
Para Ceo pun membawa berkas masing masing dan melakukan presentasi satu persatu. Elisa mengangguk angguk menandakan diri nya puas dengan kinerja mereka.
" Baiklah, aku puas dengan kinerja kalian, em tuan Yun bagaimana perkembangan dari proyek film Cinta Musim Salju ? apakah ada kendala?" tanya Elisa.
" Semua nya berjalan dengan lancar Presdir, tidak ada kendala sampai hari ini, nanti saya akan mengantarkan berkas lengkap nya kepada Presdir" kata tuan Yun.
" Ya ya ya, nanti aku tunggu di ruanganku, baiklah untuk kalian semua tingkat kan kemampuan kalian dan aku yakin perusahaan ini akan semakin berjaya di tangan kalian, jangan pernah mengecewakan aku ,semua harapan ku ,aku serahkan kepada kalian" kata Elisa berwibawa.
" Baik ,Presdir kami akan selaku mengingat kata kata anda" kata salah satu CEO.
Meeting pun berakhir dan Elisa kembali ke ruangan nya, dia seharian itu dia mengecek keseluruhan yang bersangkutan dari perusahaan nya. Sore hari Elisa pun pulang ke rumah besar nya dan mempersiapkan jadwal penerbangan yang selanjut nya. Dia meninggalkan ibu dan adik nya di sana untuk menikmati suasana yang tenang karena rumah itu berada di kawasan perbukitan jadi Elisa berharap bisa membuat ibu nya melepas beban di hati nya. Elisa berangkat setelah makan malam.
" Nak apa nggak sebaik nya besok saja berangkat nya, ini sudah malam dan juga kamu seharian tadi bekerja nak, ingat kesehatan mu lebih penting" kata ibu nya.
" Tidak bu, ya inilah resiko menjadi pembisnis harus siap bepergian jauh dan kelelahan, jangan khawatir bu Elisa membawa seorang dokter di jet, dan nanti Elisa akan istirahat di jet saja bu" kata Elisa.
" Ibu nggak percaya kalau kamu akan istirahat di jet, ibu lihat di penerbangan kemarin ,kamu malah fokus dengan laptop mu" kata ibu nya.
" Bener bu, nanti Elisa akan istirahat deh, ibu di sini aja ya sama Rafa, Elisa ingin ibu menenangkan pikiran di sini dan syukur kalau bisa melepas sedikit saja beban di hati ibu, jadi nikmati waktu selama di sini, Elisa akan pergi selama seminggu, dan ibu tidak usah khawatir ,jika butuh sesuatu panggil pelayan mereka bisa berbahasa Indonesia kok ,ya sudah Elisa berangkat dulu ya" kata Elisa sambil mencium tangan Ibu nya.
__ADS_1
" Hmm iya iya , hati hati nak" kata ibu nya sambil memeluk putri nya, sementara Rafa juga meminta peluk kepada kakak nya.