
Acara lamaran pun berakhir, keluarga Rafa telah meninggal rumah Sekar untuk kembali ke rumah nya Rafa. Mereka semua langsung bersih bersih karena seharian berkeringat, setelah itu mereka makan malam bersama, meja makan di penuhi oleh berbagai masakan khas Indonesia yang di masak oleh bibi yang di pekerjakan Rafa, setelah semua berkumpul , mulai lah mereka makan, semua kursi terisi semua, ya Rafa membeli meja makan yang panjang ,sehingga kalo keluarga besar nya ke sini, semua kebagian tempat duduk.
" Wah sudah lama sekali aku tidak makan masakan yang seperti ini" kata James yang melahap makanan nya dengan semangat.
" Iya ,sejak Elisa pergi, kami tidak pernah lagi makan masakan Indo, dulu dia lah yang sering memasak makanan seperti ini" imbuh Alex.
" Benarkah? kakak bisa masak?" tanya Rafa karena dia tidak mengenai hal itu.
" Dia sangat pandai memasak, namun ya emang dia yang jarang masak, hanya ketika di mansion kakek dulu saja dia masak dan ketika dia kuliah di Rusia dulu" kata James.
" Wah Rafa baru tahu kakak bisa masak, kirain cuma bisa mainin pisau nya saja" kata Rafa.
" Kakak mu itu bisa segala nya, tapi ya itu, dia tidak memperhatikan kesehatan nya ,dia sangat gila kerja, bahkan dalam perjalanan bisnis nya yang keliling dunia, dia di pesawat nya tidak berhenti mengotak atik laptop nya, dan juga tidak istirahat, setelah selesai urusan nya di perusahaan yang satu dia akan langsung berangkat ke perusahaan yang lain nya, begitulah, jadi perjalanan bisnis nya sangat singkat, bahkan pilot nya mengeluh kelelahan kalau mengantar Elisa perjalanan bisnis" kata Alex panjang lebar.
" Ya ,aku aja heran nggak ada capek nya kayak nya, bahkan saat sakit pun dia masih kerja dan melaksanakan misi militer nya ,berkelahi juga" kata James.
" Rafa tidak akan meniru kebiasaan kakak yang gila kerja itu, Rafa akan memperhatikan kesehatan Rafa karena apa? karena Rafa akan menikah dan akan punya istri juga anak di masa depan" kata Rafa.
" Iya iya ,yang akan jadi pengantin baru, selamat ya, cepat beri kakak ponakan" kata James.
" Siap bos, oh iya kakak kakak kapan nikah nya sih?" tanya Rafa.
" Hmm setelah kamu menikah tentu nya ,kami akan mengadakan double wedding, puas ?" kata James dengan ekspresi kesal.
__ADS_1
" Bener lho kak ,setelah Rafa menikah ,kak James dan kak Alex akan menikah, Rafa tunggu kabar baik nya" kata Rafa sambil nyengir.
" Kalo kak Alex sih siap siap saja nikah nya setelah kamu, karena kakak sudah punya pasangan, entah lah kalo kakak mu James" kata Alex.
" Aku juga udah punya pasangan ya ,kalian saja yang nggak tahu" kata James.
" Siapa? kenapa Rafa nggak pernah lihat kakak deket dengan wanita" kata Rafa.
" Dia temen masa kecil kakak, dia tinggal di Florida Amerika, jadi jarang ketemu" kata James.
" Ha temen masa kecil? sejak kapan kamu punya ? dan setahuku kamu nggak pernah tuh komunikasi dengan wanita" kata Alex.
" Ya punya lah, kapan kapan akan aku jemput dia dan mengenalkan nya kepada kalian deh, udah ah lanjut makan lagi, nanti di habisin lagi sama Aditya makanan nya" kata James.
" Issh siapa juga yang mau ngabisin makanan nya sih kak, mana sanggup Aditya makan sebanyak ini" kata Aditya yang dari tadi hanya menjadi pendengar setia perdebatan kakak beradik itu.
" Kebiasaan deh, kalo kalian berdebat pasti ujung ujung nya pasti Aditya yang jadi pelampiasan" gumam Aditya yang masih di dengar oleh James.
" Apa kamu bilang? coba sekali lagi kamu katakan? " tanya James dengan muka garang.
" Nggak kok kak, ampun dah" kata Aditya.
" Sudahlah, kalian ini ya ,kalo makan itu ya makan nggak boleh sambil bicara, udah berapa kali ibu bilangin, kalian ini nakal sekali padahal udah pads dewasa juga" kata Ibu nya Rafa.
__ADS_1
" Maafin kami bu, nggak akan ngulangin lagi deh" kata Rafa sambil nyengir.
" Iya bu, nggak akan ngulangin deh" kata James juga.
" Ya sudah lanjutkan makan kalian lalu tidur ,jangan begadang kalian bertiga ya, awas aja kalo begadang" kata ibu nya Rafa.
" Iya bu" sahut mereka bertiga bersamaan.
Setelah acara makan malam yang penuh perdebatan 3 kakak adik, mereka semua langsung menuju ke kamar masing masing, ketiga cowok tadi tidur di satu kamar. Ya Rafa di tengah dan kanan kiri nya adalah James dan Alex, itu adalah kebiasaan tidur bertiga yang terakhir karena Rafa sebentar lagi akan menikah. Mereka bertiga kalo berkumpul memang selalu tidur bertiga sejak Rafa berusia 5 tahun, kalo James dan Alex pulang dari Rusia.
Ibu dan juga ayah nya Rafa belum tidur, mereka berdua duduk di ruang tamu.
" Tidak terasa ya, kini anak anak kita sudah dewasa dan sebentar lagi akan menikah, maafkan aku , aku telah menyakiti kalian semua, bahkan putri ku pergi membawa kebencian kepada ku, aku sangat menyesal, aku selalu di hantui rasa bersalah ini, sudah lama sekali aku tidak nyenyak tidur nya" kata sang ayah.
" Aku sudah memaafkan semua kesalahan mu ,aku juga punya dosa kepada putri ku satu satu nya, aku dulu membenci nya , dia dulu tumbuh dengan rasa benci ku, masa kecil nya tidak bahagia dan mengantar nya ke pada jurang kebencian dan menjadikan dia gadis yang brutal karena aku sering menyiksa nya, gadis ku menjadi ketua mafia yang tangan nya selalu berlumuran darah" kata ibu nya Rafa sambil menangis.
" Kita berdua bersalah, kita adalah orang tua terburuk yang pernah ada, kita berdua bersalah kepada anak anak kita" kata ayah nya Rafa.
" Aku sangat merindukan putri kita, aku ingin melihat wajah nya lagi, hati ku sangat sakit mengingat kepergian nya yang sangat cepat, kami belum berkumpul lama, aku ingin mengelus kepala yang lagi dan menemani nya tidur" kata sang ibu.
" Itu sudah tidak mungkin lagi ,dia sudah tiada, ikhlaskan dia , jangan memberat kan dia di sana dengan ketidak relaan mu" kata sang ayah.
" Aku sudah berusaha ,sudah 15 tahun ,tapi hati ini belum bisa rela akan kepergian nya yang mendadak, apalagi aku tidak ada di sisi nya ,dia meninggal tatkala resepsi pernikahan pria yang sangat dia cintai sedang berlangsung, aku tahu hati nya sedang sangat terluka ,menanggung rasa sakit sakaratul maut, sungguh malang sekali putri ku ini" kata sang ibu.
__ADS_1
Ternyata Meyra mendengar perkataan dari ibu nya Rafa, dia langsung menangis bersandar di dinding, dia tak sengaja mendengar pembicaraan ayah ibu dari sahabat terbaik nya itu. Meyra menjadi ingat kematian Elisa, dia meninggal dan merelakan laki laki yang selalu ada di hati nya untuk menikah dengan nya, bahkan dia menyaksikan ijab kabul dengan menahan sakit di hati nya juga menahan luka yang tak terperi, dia pulang dari misi terakhir nya mengenakan seragam militer kebanggan nya, dengan senyum lebar dia menyaksikan pernikahan itu. Meyra tahu itu sangat sakit sekali, Elisa menyembunyikan dan menanggung rasa sakit itu sendirian, Meyra merasa bersalah selama ini.Meyra pun langsung lari ke kamar nya lagi, dan langsung tidur dengan selimut menutupi tubuh nya.
Bersambung................