ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
RCGM S2 : Akhir pertarungan


__ADS_3

Mereka berdua berada di tanah lapang yang berada di samping kanan taman yang menjadi pelaminan resepsi pernikahan Rafa dan Sekar. Tatapan mereka memancarkan aura membunuh, kedua nya membuang berbagai senjata yang tersembunyi di tubuh masing masing, mereka akan bertarung dengan tangan kosong, para anak buah Elisa berbaris mengelilingi mereka berdua, berantisipasi jika Marcus melakukan kecurangan.


Elisa maupun Marcus kini telah siap untuk pertarungan terakhir antara hidup dan mati, mereka memasang kuda kuda dengan kokoh bersiap untuk segala sesuatu yang akan menyerang mereka. Marcus memulai dengan melayangkan pukulan sekuat tenaga ke arah wajah Elisa, namun Elisa bisa menghindar dengan mudah, gerakan nya lincah selagi menghindar Elisa melayangkan tendangan ke arah perut Marcus namun berhasil di tangkis.


Serangan demi serangan di lancarkan oleh kedua belah pihak, mereka beradu kekuatan dan kecepatan dalam bertarung, mereka berdua sama sama kuat dan tangguh. Sudah tak terhitung luka dan memar yang bersarang di anggota tubuh Elisa dan Marcus, darah mulai mengalir dari pelipis dan juga sudut bibir, keringat bercucuran dan juga nafas terengah engah karena pertarungan yang semakin memanas dan sengit.


Rafa memperhatikan kakak nya dengan pandangan takjub baru kali ini dia melihat dengan langsung kakak nya bertarung, dia masih agak terkejut dengan kemunculan Elisa setelah selama 15 tahun terakhir dia menganggap kakak nya telah meninggal, dia tidak menyangka ternyata selama ini kakak nya masih hidup dan mungkin selalu mengawasinya. Ini masih seperti mimpi namun nyata, mata Rafa tak berkedip menatap kakak nya yang telah kembali.


Marcus semakin terdesak, hari ini dia tak mampu melawan ketangkasan Elisa dalam hal bela diri, dia memikirkan cara bagaimana bisa lolos dari amukan Elisa. Dia melihat peluang ketika Rafa yang masih melamun dan penjaga di sekitar nya lengah. Segera saja Marcus menarik Rafa dan menjepit leher Rafa dengan tangan nya.


" Dasar pengecut kamu Marcus! lepaskan adikku ,kau sendiri yang bilang akan bertarung hingga salah satu dari kita mati" teriak Elisa ,kemarahan nya semakin bertambah.


" Hahaha persetan dengan omongan mu, tapi aku masih ingin hidup, jangan mendekat atau aku patahkan leher adik kesayangan mu ini, hahahahaha" teriak Marcus sambil melangkah mundur pelan pelan.


" Jika terjadi sesuatu dengan adik ku, akan aku kejar kau walau kau lari ke ujung dunia sekalipun dan akan aku potong sedikit demi sedikit tangan mu untuk makan ular kesayangan ku" ancam Elisa dengan sorot mata penuh aura membunuh.

__ADS_1


" Coba saja, sebelum kamu memotong tangan ku, adikmu akan aku kirim ke akherat lebih dulu hahahaha" kata Marcus, dia telah sampai di depan halaman rumah utama.


Sekar yang melihat suaminya di sandra oleh Marcus berteriak panik dan takut, dia akan berlari mendekat dari dalam aula tempat dia sembunyi dengan lainya pun di tahan oleh beberapa penjaga, itu di lakukan agar tidak menambah orang yang terluka dan akan sangat merepotkan nantinya.


" Jangan mendekat lagi atau aku akan membunuh adik mu sekarang juga, biarkan aku pergi dan aku akan melepaskan adikmu di depan gerbang" kata Marcus sambil mengeratkan jepitan di leher Rafa yang membuat Rafa semakin kesulitan bernafas, wajah nya telah memerah.


" Lepaskan adik ku sekarang juga ! oke aku akan biarkan kamu pergi, dalam hitungan ketiga, lepaskan adikku dan aku akan membiarkan mu hidup" kata Elisa mengalah.


" Apa aku bisa pegang janji mu?" tanya Marcus tidak percaya.


" Aku ,Elisa pemimpin mafia Dewa Kematian bersumpah tidak akan membunuh mu ,jika aku melanggarnya aku akan dihukum oleh langit" teriak Elisa lantang.


Setelah mendorong Rafa, Marcus segera menodongkan pistol yang dia sembunyikan di ****** ******** kemudian melepaskan peluru ke arah Rafa yang masih terseok seok berjalan ke arah kakak nya. Elisa menyadari itu dan langsung berlari ke arah adiknya dan menghadang peluru itu dengan tubuhnya.


Jleb.......

__ADS_1


Peluru masuk ke perut sebelah kanan Elisa dengan darah yang langsung muncrat kemana mana, tak berapa lama, Marcus mendapat tembakan di kepalanya, peluru itu tepat mengenai kening Marcus hingga dia langsung terjatuh tak bernyawa. Semua orang terkejut dengan kejadian itu, darimana peluru itu berasal, tidak ada seorang pun yang berada di sana yang melepaskan tembakan, tak salah lagi itu adalah tembakan jarak jauh yang di lakukan oleh seorang sniper.


Elisa memegangi perutnya yang terus mengeluarkan darah, keningnya berkerut menahan sakit ,sementara tubuhnya di topang oleh adiknya, mata nya memandang sekeliling mencari seseorang yang membunuh Marcus, dan tak lama matanya bersinggungan dengan orang misterius yang berada di atas pohon berjarak sekitar 80 meter dari tempatnya berdiri.


Para anak buah Elisa membersihkan kekacauan yang terjadi di bantu oleh para pelayan rumah utama, mayat Marcus di bawa ke markas dan di buang ke sangkar buaya yang ada di sana. Sementara Elisa jatuh pingsan tak lama setelah dia melihat dan mengenali sniper misterius itu, Rafa langsung panik mendapati kakak nya jatuh tak berdaya dan memejamkan mata nya, ingatannya kembali ke 15 tahun yang lalu dimana Elisa juga 'meninggal' di pangkuanya, dia menangis sejadi jadinya dan memeluk kakak nya, luka dan trauma yang masih terpendam di dalam dirinya kini terbuka kembali, dia menjadi histeris.


Rafa langsung di tenangkan oleh James dan Alex, sementara Elisa di bopong oleh Zidan dan di bawa ke kamar utama untuk mengeluarkan peluru yang masih bersarang di perut Elisa. Untung saja dokter Arnold menghadiri pesta pernikahan Rafa sehingga tidak harus menunggu kedatangan nya. Di kamar itu dokter Arnold sedang berjuang mengeluarkan peluru dengan sangat hati hati dan pelan, setelah peluru di angkat dokter Arnold memeriksa apakah ada kerusakan dengan organ tubuh yang di tembus oleh peluru, beruntung sekali tidak ada yang rusak, peluru itu tembus dan menyelip di antara usus jadi hanya merobek kulit,daging dan selaput perut. Setelah pemeriksaan selesai ,dokter Arnold menjahit robekan nya dan memasang selang tranfusi darah, karena Elisa kehilangan banyak darah, tak lupa dia juga membersihkan luka luka robekan dan memar di wajah dan juga tangan Elisa.


Sementara pesta tetap di lanjutkan , para tamu undangan yang tadi nya berwajah pias karena ketakutan kini mulai lega karena para pengacau telah di bereskan. Para tamu undangan melanjutkan pesta perjamuan di aula utama, namun keluarga inti tidak ada yang terlihat bergabung di pesta itu, hanya Aditya dan juga Meyra yang mewakili pihak keluarga Brawijaya menyambut tamu dan beramah tamah.


Sementara itu, Rafa masih menangis di kamarnya di temani oleh istrinya,kedua kakak nya dan juga beberapa keluarga dari Sekar dan juga ayah dan ibu dari Rafa. Mereka semua berusaha menenangkan Rafa yang kembali di landa ketakutan terbesar nya, ibunya memeluk Rafa dan mengatakan bahwa kakak nya baik baik saja.


" Tenanglah adikku, Elisa mu tidak kenapa napa, dia akan baik baik saja dan akan bangun sebentar lagi, sudah lah jangan menangis malu lah di lihat banyak orang" kata James sambil mengelus puncak kepala Rafa..


" Iya dek, tembakan itu tidak mengenai bagian yang vital, dan juga dia sudah terbiasa dengan semua luka itu, dan peluru hari ini adalah peluru yang 7 mengenai perut nya, bahkan dia dulu tertembak tepat di dada nya dan hanya meleset satu senti dari jantung nya, kakak mu masih selamat walau itu yang menyebabkan jantung kakak mu bermasalah, dan juga sudah tak terhitung peluru yang menembus lengan nya, pundak dan juga punggung kakak mu, di kaki juga belum sabetan benda tajam dan dia dulu baik baik saja" imbuh Alex.

__ADS_1


Keluarga Sekar maupun Sekar sendiri terkejut mengetahui hal yang baru saja Alex bicarakan, mereka berfikir orang macam apa Elisa itu kenapa dia bisa berhadapan dengan situasi yang sangat berbahaya bahkan nyaris menghilangkan nyawanya.


Bersambung...............


__ADS_2