
Hari ini adalah hari pertunangan Aditya, dia terpaksa menerima pertunangan tersebut karena di ancam oleh ayah nya, kalau Aditya menolak bertunangan dan menikah dengan Meyra, maka ayah nya akan membunuh dirinya sendiri. Aditya walau benci dengan ayah nya namun dia juga masih anak ayah dan ibunya, darah ayah nya mengalir di nadinya. Dia tidak mau terjadi apa apa kepada ayahnya tersebut sehingga dia pun setuju. Pesta pertunangan mereka dia adakan dengan meriah dan tentu sangat mewah, karena keluarga Aditya termasuk dalam keluarga paling kaya dan berpengaruh di Korea Selatan.
Banyak tamu penting yang datang memberi ucapan selamat , tak terkecuali Elisa , ya dia datang ke acara pertunangan Aditya. Dia berangkat pagi pagi dari Indonesia, walau pun Elisa tidak di undang namun, dia ingin datang ke pertunangan tersebut. Elisa sampai di kastil nya dan langsung ke ruangan yang berisi koleksi pakaian, busana ,aksesoris ,sepatu , tas dan lain lain. Dia berdandan dan mengenakan gaun berwarna mint yang cantik, rambut nya di gerai. Dia berangkat menuju tempat pertunangan Aditya di kawal oleh anak buah nya, total 3 mobil mewah yang mengawal Elisa. Sesampai nya di sana dia menjadi pusat perhatian bukan cuma karena mobil mewah dan di kawal ,melainkan karena kecantikan nya yang menawan hati semua orang yang melihat nya.
Ayah Aditya dan juga Meyra ketika mendengar bahwa Elisa datang ke acara pertunangan putra putri mereka pun terkejut dan takut. Mereka segera ke depan menyambut Elisa ,mengingat status Elisa yang jauh di atas mereka. Elisa berjalan dengan ekspresi dingin dan cuek nya menuju altar pertunangan. Dia pun bertemu dengan ayah kedua calon tunangan itu.
" Apa kabar nona Elisa ? kami merasa terhormat mendapati nona datang ke acara kami yang sederhana ini" kata ayah Aditya dengan senyum palsu nya.
" Bukan kah aku tidak di undang? kenapa malah anda merasa senang tuan?" kata Elisa sinis.
" Emmm bukan begitu maksud nya ,kami sebenar nya ingin mengundang nona ,namun kami takut anda tidak sempat karena sibuk mengurus bisnis jadi...." kata ayah Aditya.
" Sudah lah tidak usah basa basi ,aku ke sini juga cuma mau mengucapkan selamat saja ,setelah itu aku pergi" kata Elisa yang memotong pembicaraan ayah nya Aditya.
" Baik lah silahkan masuk nona" kata ayah Meyra.
__ADS_1
" Hmmm" balas Elisa dingin.
Tak lama Elisa masuk , acara pun di mulai ,awal nya Elisa hanya ingin bertemu dengan kedua sahabat nya itu ,namun acara keburu mulai ,jadi mau tak mau Elisa harus menunggu acara selesai. Dia pun duduk di meja paling belakang dan paling pojok, ya Elisa tidak sanggup menyaksikan cinta pertama nya bertukar cincin dengan wanita lain apalagi itu adalah sahabat nya sendiri. Sejak dari mansion Elisa mempersiapkan hati nya menyaksikan ini semua, namun nyatanya masih sesakit ini. Elisa menekan dada nya yang nyeri , walau bagaimana pun Elisa bersembunyi namun dia ada di tengah tengah acara bahagia itu, walau matanya memandang ke arah lainya namun, suara sorak sorai bahagia teetap terdengar di telinga nya. Zidan yang melihat bos nya tidak nyaman segera menghampiri nya.
" Bos , bos anda tidak apa apa?" tanya Zidan.
" Aku tidak apa apa ,hanya kambuh sebentar doang kok" kata Elisa sambil berusaha tersenyum.
" Bos kalau anda merasa tidak nyaman , lebih baik kita pulang saja bos" kata Zidan.
" Baik lah nona" kata Zidan.
Di depan sana , Meyra melihat sekeliling dan tatapanya terpaku di wajah tampan Zidan yang sedang memandang ke arah Elisa yang duduk agak membungkuk dan melihat ke arah lain.
Deg.... ya tuhan , Elisa ada di sini? bagaimana ini, aku semakin takut bertemu Elisa .batin Meyra.
__ADS_1
Hatinya takut dan dia juga teringat dengan cinta nya kepada Zidan, Aditya yang menyadari tatapan Meyra yang menatap satu tempat pun ,ikut melihat ke arah Meyra menatap. Dia pun sama sama terkejut karena ada Zidan ,yang tentu nya Elisa pasti ada. Dan tatapan nya pun segera mencari cari orang yang selama ini dia rindukan. Dan benar saja matanya melihat gadis cantik dengan gaun berwarna mint, sedang menatap ke arah lain dan terlihat sedang kesakitan. Kaki nya refleks ingin berlari ke arah Elisa, namun tangan nya di tahan oleh ayah nya.
Acara pun telah selesai dan kini Aditya dan Meyra telah resmi bertunangan. Dan inilah saat nya para tamu memberi selamat dan juga hadiah kepada keduanya, Elisa yang sudah tidak tahan lagi segera bangkit dari duduk nya ,berjalan menuju ke depan di ikuti oleh Zidan yang membawa hadiah. Suasana menjadi tegang ketika giliran Elisa memberi selamat.
" Hay semua selamat ya atas pertunangan kalian, aku ikut bahagia, oh ini aku bawakan hadiah untuk kalian " kata Elisa sambil memberikan hadiah nya kepada Meyra.
" Ha hay sa, apa kabar sudah lama tidak bertemu" kata Meyra canggung.
" Kabar ku selalu baik kok" kata Elisa sambil tersenyum, menyembunyikan rasa sakit nya.
" Karena waktuku tidak banyak ,aku pergi dulu ya, maaf aku tidak bisa ikut acara pesta nya" kata Elisa yang kemudian pamit pergi.
Elisa sama sekali tidak menyapa Aditya yang sedari tadi menatap nya, dia juga bergegas untuk segera pergi dari tempat yang membuat nya sesak itu. Mobil telah siap di depan gedung acara, Elisa beserta anak buahnya segera pergi meninggalkan tempat itu menuju perusahaan Elisa. Di dalam ruangan nya dia mengganti gaun nya dengan baju kantor , dan mulai mengerjakan semua pekerjaan nya, dia berusaha melupakan rasa sakit nya dengan pekerjaan nya , sampai dia lupa makan dan meminum obat nya. Di saat seperti ini dia menjadi gila kerja ,tidak ada yang bisa membujuk nya.
Bersambung.......
__ADS_1