ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Foto Keluarga


__ADS_3

Elisa menangis sampai tertidur dan bangun ketika kakeknya membangunkanya di sore hari. Mata Elisa sembab dan merah , ya dan itu tak luput dari pengamatan kakeknya. Elisa bangun dengan rambut acak acak.an dan masih setengah sadar. Kakek Brawijaya duduk di pinggir ranjang cucunya , dan mengelus puncak kepala Elisa.


" Ada apa nak? sepertinya kamu habis menangis, lagi berantem ya sama Adit?" tanya kakek nya.


" Enggak kok kek ,mungkin Elisa sedang kangen ibu kek, makanya Elisa nangis😁😁" kata Elisa.


" Oh ibu kejam seperti itu kamu rindukan ?" kata sang kakek.


" Walau bagaimana pun dia adalah ibu Elisa kek, dialah yang mengandung dan melahirkan Elisa, tidak ada seorang anak yang sanggup membenci ibunya sekejam apapun dia" kata Elisa sambil memeluk kakeknya.


" Hmm maafkan kakek nak, sungguh hati mu sangat mulia dan lembut tidak seperti kakek yang selalu penuh prasangka buruk" kata kakek .


" Tidak kek, kakek tidak salah, aku tahu jika kakek selalu berprasangka buruk, itu karena kakek telah mengalami berbagai kejadian pengkhianatan sehingga kakek tidak mudah percaya dan selalu curiga" kata Elisa.


" Sungguh kakek sangat beruntung punya cucu seperti mu nak , hah kakek sudah tua sudah tidak sekuat saat kakek masih muda, sekarang kakek punya kamu , kakek bisa pergi dengan tenang" kata kakek.


" Kakek ini kenapa ngomong gitu sih, walau kakek sudah tua tapi kakek masih sehat dan bugar, nyatanya kakek masih sanggup memimpin begitu banyak orang" kata Elisa menghibur sang kakek.


" Nak ketahuilah , tidak semua anggota kita setia sama kita, apalagi sekarang kakek sudah tua kemungkinan kudeta pasti ada , apalagi mereka sudah tahu bahwa penerusku adalah seorang wanita, mereka pasti meremehkan kamu , kakek khawatir tidak bisa melindungi mu nak" kata kakek.

__ADS_1


" Kakek tenang saja , aku punya cara tersendiri menundukkan mereka dan membuat mereka segan dan takut kepadaku hingga mereka tidak akan punya pikiran untuk berkhianat" kata Elisa.


" Baiklah kakek percaya padamu, sekarang sudah sore mandilah dan turun ke bawah jangan tidur di sore hari itu tidak sehat ,lebih baik temani kakek jalan jalan di taman " suruh kakek Brawijaya.


" Siap kakek, Elisa akan mandi dulu😁😁" kata Elisa sambil melompat dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandinya dengan semangat.


Kakek Brawijaya tersenyum melihat kelakuan cucunya , beliau pun beranjak dari kamar Elisa dan menuju ruang keluarga untuk menunggu Elisa selesai mandi dan bersiap. Elisa mandi dengan cepat dan mengenakan busana sorenya, memakai skincare dan menyisir rambut panjang hitam nya yang indah. Setelah selesai Elisa turun ke bawah menemui kakek nya yang sedang membaca majalah di ruang keluarga.


" Kakek kakek ,ayo katanya mau jalan jalan" kata Elisa sambil menarik tangan sang kakek.


" Iya iya nak pelan pelan, nanti kakek jatuh kalo di tarik tarik" kata kakek.


" Mereka sudah di taman sambil ngopi " kata kakek.


" Ih kok mereka pada nggak bangunin Elisa sih malah asyik sendiri" kata Elisa.


" Sudahlah, biarkan saja ini juga kita mau nyusul kan?" kata kakeknya.


" Hehehe iya kek, yuk kek" ajak Elisa sambil menggandeng tangan sang kakek.

__ADS_1


Elisa dan kakeknya sampai di taman dan di sambut oleh kedua kakak nya yang lebih dulu sampai. Elisa langsung medudukkan dirinya ke kersi. Elisa heran dengan peralatan memotret telah terpasang di depan.


" Kakek kenapa ada peralatan memotret di sini?" tanya Elisa.


" Ya untuk berfoto lah masa di pajang" kata James.


" Ih jangan mulai ya kak" kata Elisa.


" Kalian ini , sore ini kakek kumpulkan kalian semua untuk melakukan foto keluarga sayang, kan belum ada" kata sang kakek.


" Ih kenapa nggak bilang sih kek, kalo bilang kan aku dandan dulu pake baju yang formal kan bagus" kata Elisa.


" Kalo yang pakai formal itu besok, hari ini kakek mau yang gaya santai " kata kakek.


" Oh ya udah sekarang aja ,nanti keburu petang" kata Elisa.


Juru kamera telah siap memfoto mereka sekeluarga, keluarga Brawijaya berpose dengan beberapa gaya dan tak terasa matahari telah berganti dengan cahaya lembayung petang hari. Elisa dan keluarganya kembali masuk ke mansion.


Setelah makan malam, kakek Elisa mengingatkan untuk besok bangun pagi karena pemotretan di lakukan pagi hari sebelum semua nya berangkat kerja. Setelah itu mereka masuk kamar masing untuk beristirahat. Pagi nya semua anggota keluarga telah siap dengan busana formal masing masing. Pemotretan pun di mulai , Kakek Elisa duduk di sebuah kursi besar dan James , Alex beserta Elisa berdiri mengelilingi sang kakek. Selama 1,5 jam pemotretan itu di lakukan dengan beberapa tema busana , dan semua foto itu langsung di cetak dan di letakkan di figuran besar kemudian langsung di tempelkan di dinding dinding mansion , kakek Brawijaya sangat bahagia menatap semua foto itu. Setelah selesai satu persatu cucunya berpamitan untuk ke kantor, sementara sang kakek masih duduk sambil memandangi foto , hatinya merasakan ada yang kosong dan kurang, kakek seketika sedih mengingat anak laki laki yang dulu di banggakan nya sekarang dia pergi dengan istrinya, ya siapa lagi kalau bukan ayah Elisa. Kakek sedih karena ayah Elisa memilih pergi dari nya, padahal dulu hanya dia harapan satu satunya yang di miliki untuk menjadi penerus nya, tapi takdir memang tidak bisa di tebak, tuhan mengambil anak laki lakinya namun tuhan juga yang mengganti cucu perempuanya untuk menjadi pewaris keluarga Brawijaya.

__ADS_1


Bersambung............


__ADS_2