
Selama satu minggu ini Aditya dan Meyra tinggal di rumah besar Elisa, Aditya siang dan malam menjaga Elisa ,merawat nya ,menyuapi nya makan. Dan selama satu minggu itu ,Elisa menyuruh Zidan menghubungi WO terkenal untuk mengurus pernikahan Aditya dan juga Meyra yang akan di laksanakan di aula utama rumah mewah Elisa. Aula itu sangat lah luas dengan dekorasi klasik, yang nanti nya akan di tambah dengan dekorasi bunga mawar putih karena tema pernikahan nya mengambil tema serba putih yang menambah sakral nya pernikahan, orang tua dari kedua mempelai pun menyetujui jika pernikahan nya di adakan di sana, toh mereka juga menghormati permintaan Elisa.
Kurang lebih desain nya seperti ini πππ.
Dan jangan tanya kan bagaimana kondisi hati Elisa, ya pasti sakit lah, namun Elisa sebisa mungkin menyembunyikan kesedihan nya. Di hari ketiga sang kakek dan juga kedua kakak nya tiba di rumah besar itu dan langsung menuju kamar Elisa dan mendapati cucu nya sedang duduk di balkon, semua peralatan dan infus sudah di copot, sang kakek memeluk cucu nya dari belakang, beliau telah mengetahui semua nya dari menantu nya kemarin dan memutuskan pagi pagi sekali langsung terbang ke Korea Selatan.
" Kenapa tidak beritahu kakek " kata kakek nya.
" Seperti biasa Elisa akan berkata ,agar kakek tidak khawatir" kata kakak nya James.
" Hehehehe kakak benar" kata Elisa.
" Sudahlah kek, Elisa sangat bahagia sekarang, kakek jangan membenci Aditya, aku yang menyuruhnya menikah dengan Meyra, kakek, seperti nya Elisa akan segera pergi, jadi kelak kakek nggak boleh nangis kakek harus relain Elisa ya kek" kata Elisa.
" Kamu ini ngomong apa sih?" kata kakek nya kesal.
" Kamu pasti sembuh nak, kakek percaya itu, jangan putus asa begini dong" kata Kakek nya lagi.
" Iya kek" kata Elisa sambil tersenyum.
Di hari ke lima, Elisa mendapat misi dari militer, ya pihak militer tidak mengetahui mengenai penyakit Elisa, dan juga beberapa bulan ini Elisa bebas tugas dari dunia militer. Dan baru hari ini Elisa menerima misi kembali, tak pikir panjang Elisa menerima misi tersebut, Elisa tidak berpikir dengan bagaimana jika penyakit nya kambuh di tengah misi, tentu itu akan mempengaruhi semua pasukan yang akan dia pimpin, namun Elisa tidak peduli ,dia terus menyugesti diri nya untuk kuat. Dia bertekad akan menyelesaikan misi ini sebelum waktu nya habis, dia ingin berguna bagi banyak orang di masa masa terakhir nya. Elisa pun mengendap endap mempersiapkan semua keperluan nya, dia pun memanggil Zidan secara diam diam.
__ADS_1
" Zidan tolong, kamu bawa barang barang ini ke mobil tapi pastikan tidak ada orang yang tahu, atau begini saja kamu gunakan pintu rahasia di kamar ku ,kamu akan sampai di parkiran basemant, kemudian tunggu aku di luar gerbang" kata Elisa.
" Bos mau kemana?" tanya Zidan.
" Aku mau menyelesaikan sesuatu, antarkan aku ke basis pusat militer Korsel, aku mau mengundurkan diri" kata Elisa berbohong.
" Sudah jangan banyak tanya cepat" kata Elisa dan Zidan pun segera pergi menuju pintu rahasia di kamar Elisa dan segera menghilang di balik pintu itu.
Elisa pun mempersiapkan diri, memakai sweater berwarna hitam dan juga celana katun panjang berwarna krem, dia mengendap endap keluar rumah ,dan beruntung anggota keluarga nya tidak memergoki nya, dia hanya bertemu beberapa pelayan dan penjaga. Sampai di gerbang ,dia mendapati Zidan telah menunggu di dalam mobil, penjaga yang bertugas di depan menunduk hormat, Elisa memperingati mereka jika ada yang bertanya tentang nya bilang saja tidak tahu, mereka pun menuruti perintah bos mereka.
Mobil itu melesat membelah jalanan menuju, basis militer pusat Korsel, Zidan mengendarai mobil itu dengan cepat ,tak berapa lama mereka berdua pun sampai di tempat yang di tuju. Mobil itu hanya boleh masuk sampai depan gerbang saja, Elisa pun mengambil tas militer nya dan menyuruh Zidan pulang dan jika ada yang bertanya kemana dia pergi, katakan saja Elisa ke basis militer pusat untuk menyerahkan surat pengunduran diri dan menunggu semua proses pencopotan, Zidan pun mengangguk.
Di depan gerbang itu terdapat beberapa tentara ,mereka menanyakan identitas Elisa dan juga tujuan nya, Elisa pun menunjukkan kartu anggota pasukan khusus militer dunia, dan datang untuk menerima misi dari pimpinan, para tentara itu pun mempersilahkan Elisa masuk. Sampai di dalam Elisa menuju ruangan jendral dan melapor, laporan nya di terima, setelah itu Elisa di bawa ke sebuah ruangan dan di sana sang jenderal meneghubungi para jenderal divisi pasukan khusus militer dunia, dan dengan cepat semua jenderal itu terhubung, di sebuah layar terdapat gambar video dari wajah para jenderal itu termasuk jenderal nya yang berada di Indonesia. Para jenderal itu menjelaskan misi nya, Elisa mendapat kan misi menyelamatkan putra presiden Amerika Serikat, yang saat ini di sekap oleh kelompok bersenjata yang selama ini membenci presiden tersebut. Ya misi ini sangat berbahaya dan berisiko, banyak kapten yang mundur dan hanya Elisa sendiri yang mau memimpin pasukan untuk menjalan kan misi.
Dan sore itu juga ,tepat nya pukul 15.00 waktu Korsel Elisa berangkat menuju ke pinggiran kota Memphis, Tennesse di mana lokasi berhasil di lacak oleh Elisa. Dia berangkat bersama pasukan yang sering di pimpin oleh Aditya yang kini akan di pimpin oleh Elisa sendiri, dan juga tak lupa semua pasukan yang berada di bawah pelatihan dari seorang Elisa ,juga ikut serta berangkat dari Indonesia, dan Elisa beserta pasukan nya sampai pada pukul 17.00 waktu USA.
Mereka juga berhasil menangkap pemimpin dan juga beberapa anggota nya yang memilih menyerah membuang senjata mereka di hadapan Elisa, mereka di bawa ke markas tentara AD USA. Sementara Elisa yang sudah tak mampu mempertahankan kesadaran nya ,terjatuh dan langsung di tangkap oleh seseorang dari pasukan nya. Elisa pun di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, Elisa tersadar beberapa jam kemudian. Di ruangan nya telah ada presiden negara USA dengan para ajudan nya dan juga istri dan putra satu satu nya yang kemarin di selamatkan. Elisa berusaha duduk , namun pak presiden menyuruh nya untuk tetap berbaring. Beliau mengucapkan banyak terima kasih dan memberikan sebuah medali kehormatan dari istana negara untuk Elisa, dia pun menerima nya dengan suka cita, setelah itu pak presiden beserta keluarga dan para ajudan kembali ke gedung putih.
Saat sore hari ,Elisa memutuskan untuk pulang ke Korea Selatan mengingat besok Aditya akan menikah, namun dokter di sana melarang nya, Elisa tetap bersikeras untuk pulang, karena dia sudah baik baik saja ,padahal kondisi nya masih lemah. Sebelum pulang Elisa membeli bunga tulip putih untuk Meyra.
Kemudian bergegas menuju bandar dan naik pesawat kelas bisnis menuju Korea Selatan. Setelah 15 jam penerbangan, sampai lah Elisa di bandara Incheon, di sana sudah ada Zidan yang menunggu nya, sebelum pulang Elisa melapor terlebih dahulu ke basis militer pusat Korea Selatan, di sana Elisa mendapatkan kejutan bahwa Elisa naik pangkat menjadi Laksamana Muda, Elisa pun segera memakai seragam resmi nya dan melakukan upacara naik jabatan, walau pun terkesan sederhana dan mendadak namun Elisa sangat bahagia, tak lupa Elisa memasang pin medali kehormatan dari presiden USA. Waktu menunjukkan pukul 08.00, padahal akad nikah di laksanakan pukul 08.30. Elisa bergegas masuk ke dalam mobil dan menyuruh Zidan untuk melajukan mobil dengan cepat agar tidak terlambat.
__ADS_1
Dan pas pukul 08.30 Elisa sampai di tempat acara yang tak lain adalah rumah nya sendiri. Di sana telah ramai oleh para tamu undangan yang sekarang duduk rapi di kursi masing masing menyaksikan akad nikah pengantin. Elisa dengan tergesa gesa masuk ke dalam, ketika pintu ruangan utama terbuka, semua mata memandang ke arah nya, Elisa melihat ke depan dan di sana telah ada pengantin laki laki dan juga perempuan yang kini sedang menatap nya khawatir. Elisa berjalan mendekat ke arah mereka ,Elisa memberikan buket bunga tulip putih nya kepada Meyra ,dan Meyra pun memeluk nya dengan erat.
Elisa duduk bergabung dengan keluarga Meyra dan menyaksikan mereka berdua menikah. seragam nya yang berwarna navy sangat kontras dengan tema putih dari pengantin, dekorasi serta para tamu undangan, namun dia tak peduli yang penting dia menyaksikan momen indah itu dengan kepala mata nya sendiri. Sebenar nya kondisi nya tidak bagus, tubuh nya drop ,di tambah mendapat beberapa luka yang mengakibatkan diri nya kekurangan darah, dan juga dada nya terasa nyeri sedari perjalanan nya ke sini. Namun Elisa menguatkan tubuh nya dia tak mau tumbang sekarang, belum saat nya, begitulah dia men sugesti tubuh nya.
" Sah" kata para saksi dan juga tamu undangan membuyarkan lamunan Elisa.
Elisa tak kuasa menahan tangis nya dan ketika pasangan pengantin itu mendekat kepada nya, dia langsung memeluk kedua nya dengan erat. Hati nya merasa senang,bahagia,sedih,terluka ya dia bingung harus merasakan apa. Dia memberi restu nya kepada kedua pengantin, dia menekan dada nya yang semakin nyeri, sang kakek dan juga ibu nya mendekat melihat perubahan wajah Elisa. Elisa menggenggam erat tangan kakek dan juga ibu nya, berusaha menekan rasa sakit nya.
" Sakit " lirih Elisa.
Elisa bangkit dari duduk nya di bantu oleh ibu dan kakek nya, setelah acara akad nikah ,maka acara selanjut nya adalah resepsi. Kedua pengantin masuk ke dalam ruangan rias untuk berganti pakaian dan juga riasan. Elisa mengikuti mereka ke dalam, beserta semua keluarga baik itu keluarga kedua mempelai namun juga keluarga Elisa. Di sana Elisa di tanyai habis habisan karena menghilang selama 2 hari.
" Dari mana saja kamu Sa?" tanya Aditya emosi.
" Aku dari basis militer pusat menyerahkan surat pengunduran diri" kata Elisa sambil menunduk.
" Jangan berbohong, jika kamu ingin mengundurkan diri, lalu lencana apa ini? jelas jelas ini naik pangkat, sekarang pangkat mu adalah Laksamana Muda, lalu ini luka apa di kening mu dan aku yakin kamu pergi untuk menjalan kan misi" kata Aditya sambil menunjuk lencana baru yang terpasang di seragam Elisa.
" Emm maaf" kata Elisa pelan namun masih di dengar semua orang.
" Sa apa kamu tidak memikirkan keselamatan mu? apa kamu tidak mengkhawatirkan penyakit mu jika kambuh di tengah tengah misi? itu bisa saja membunuh mu dan juga pasukan mu" kata Aditya dengan kesal.
" Tapi kan aku masih hidup sekarang, dan walau aku mati ketika menjalan kan misi, namun aku bangga setidak nya saat saat terakhir ku di saat menolong nyawa, aku tahu aku akan mati cepat atau lambat tapi setidak nya aku masih mampu berbuat hal yang bisa berguna" kata Elisa dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
" Sudah sudah, jangan sudutkan Elisa, toh dia juga kembali dengan selamat ,sekarang kalian para pengantin ,cepat bersiap jangan biarkan para tamu undangan menunggu" kata ibu nya Elisa menengahi.
Bersambung........