ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Hejoon? aku suka panggilan itu


__ADS_3

Aditya menemani Elisa tidur sampai pagi, Elisa tidur di pangkuan Aditya sedangkan Aditya tidur bersandar ke sofa yang ada di ruangan itu. Elisa terbangun lebih dulu, matanya mengerjap untuk menyesuaikan dengan cahaya di sekitarnya,ketika matanya terbuka sempurna, dia menangkap wajah tampan Aditya dengan wajah terpejam dan dagu bersender di kepalan tangan nya. Elisa tersenyum dan bersyukur ketika pertama membuka mata hati itu, dirinya sudah di suguhi manusia tampan ciptaan tuhan. Tiba-tiba Aditya membuka matanya dan pandangan mereka bertemu , Elisa segera mengalihkan pandanganya dan bangun dari pangkuan Aditya.


" Kenapa bangun? emang udah puas melihat wajah tampanku ini? kata Aditya menggoda Elisa.


" Ih narsis amat dah jadi orang, siapa juga yang liatin kamu" kata Elisa mengelak.


" Alah ngaku aja deh, dan tentu saja aku ini tampan ,baik hati lagi" kata Aditya membanggakan dirinya sendiri.


" Ni anak kesambet apaan ya, otaknya jadi gesrek wah bahaya ," kata Elisa .


" Yee pacar sendiri di bilang gesrek ,sini aku hukum" kata Aditya sambil meraih pinggang Elisa dan menggelitiki perutnya.


Elisa tertawa keras karena kegelian, dan memberontak tapi tidak bisa terlepas dari Aditya.


" Udah udah, aku nyerah deh, ampun ,ih geli tau" kata Elisa memelas.


Aditya menghentikan aktifitasnya itu karena kasiahan juga melihat Elisa yang terengah engah karena ulahnya. Elisa duduk dan mengatur ulang pernafasanya, setelah di rasa sudah agak teratur, dia mulai mengomeli Aditya.


" Kamu mau aku mati kehabisan nafas ya? " kata Elisa ngambek.


" Habisnya kamu ngatain aku deh" kata Aditya.


" Huh aku nggak mau tahu alasan mu, sekarang pokoknya aku marah ya sama kamu?" kata Elisa.


" Hahaha katanya marahan tapi masih manggil aku kamu" gumam Aditya tapi masih dengar Elisa.


" Apa kamu bilang? bosan hidup ya?" kata Elisa sambil teriak.

__ADS_1


" Nggak nggak, ampun bos nggak berani lagi aku" kata Aditya sambil mengangkat kedua tangan nya ke atas tanda menyerah.


" Tau ah nyebelin, sana balik ke kamarmu sendiri, aku mau mamdi habis ini pulang" kata Elisa sewot dan mendorong Aditya keluar dari ruannganya.


Aditya hanya pasrah saja, karena kalau Elisa lagi ngambek tidak bisa di bujuk karena bisa tambah ngamuk dia๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Aditya pun kembali ke ruanganya untuk mandi karena sebentar lagi akan harus ikut apel pagi. Setelah selesai Aditya bergegas menuju lapangan di mana semua tentara sudah berkumpul, Elisa pun sudah berada di sana sedang merapikan barisan. Aditya segera memasuki barisanya takut Elisa tambah ngamuk lagi karena dia tidak disiplin. Apel pagi pun berjalan lancar , sebelum di bubarkan Elisa mengecek satu satu anggotanya begitu juga dengan para ketua tentara lainya, dan mengumumkan kepulangan nanti siang. Setelah apel pagi selesai, Elisa segera menuju ke ruangannya untuk berkemas karena Elisa harus kembali pagi ini, dia sudah di jemput kakaknya Alex menggunakan jet pribadi di bandara internasional Afrika. Setelah semuanya di kemas , Elisa bergegas keluar untuk berpamitan dengan semua rekan rekannya, Aditya terkejut Elisa akan pulang pagi ini juga, rencananya dia akan mengajak Elisa jalan jalan sebentar sebelum pulang, namun Elisa malah pulang duluan, dengan perasaan kecewa Aditya mengantar Elisa sampai bandara.


" Hey jangan cemberut gitu, nanti kan ada kesempatan lagi , aku harus kembali karena ada hal yang sangat penting, ada sedikit masalah di perusahaan sekarang dan asistenku tidak sanggup menanganinya." jelas Elisa panjang lebar.


" Hmmm iya aku tahu kamu sangat sibuk , tapi jangan lupa jaga kesehatanmu jangan kerja terlalu keras ,aku nggak mau kamu sakit dan tertekan ,kalo ada masalah cerita sama aku ,biar beban mu berkurang , aku tahu tanggung jawab yang kita pikul sangat besar tapi jangan lupa bahagia untuk diri kita sendiri" kata Aditya.


" Iya iya aku selalu menjaga kesehatanku kok, aku makan tepat waktu, istirahat cukup , jadi jangan khawatir lagi pula aku punya mata mata yang setiap hari ngomel ngomel kalo aku bandel, hahahah" kata Elisa sambil tertawa.


" Hahahaha iya ya, aku sampai lupa kamu punya kan James dan kak Alex yang menjagamu ketika kita tidak bersama" kata Aditya yang juga tertawa mengingat betapa posesifnya kak James dalam menjaga dan merawat Elisa.


" Nah kalo tertawa fan tersenyum kan tambah ganteng, dari tadi cemberut jelek tau" kata Elisa sambil mencubit pipi Aditya.


" Hey aku juga baru tahu saat kak Alex telfon dia udah ada di bandara tau" kata Elisa.


Tak terasa ,mereka sudah sampai di bandara yang langsung di sambut Alex yang tersenyum lebar ke arah Elisa, kakaknya yang satu ini jarang tersenyum dan dingin, dia hanya akan bersikap hangat hanya kepada Elisa dan keluarganya. dia juga jarang berbicara dia hanya akan berkomentar jika itu perlu. Elisa langsung berlari menghambur ke pelukan kakaknya yang terlihat cool dengan setelah jasnya.


" Kak Alex aku kangen tau" kata Elisa.


" Lah baru juga 3 hari pergi udah kangen aja" kata Alex sbil mengacak rambut Elisa.


" Ih jangan di acak acak rambutku nanti cantikku ilang, nanti Adit nggak suka lagi sama aku" kata Elisa ngambek sambil merapikan lagi rambutnya pakai tangan nya.


" Awas aja kalo berani buat kamu kecewa dan sedih, nggak bakalan kakak lepasin " kata Alex sambil melirik Aditya .

__ADS_1


" Ampun dah kak ,nggak berani aku hahahaha" kata Aditya sambil memegangi bekakang kepalanya.


" Eh iya kok kamu bisa ke sini sama Elisa?" tanya Alex.


" Oh itu, kami satu tim dalam misi kemari kak" kata Aditya.


" Oh ,kirain kamu liburan " kata Alex.


" Boro boro bisa liburan kak, ini juga kalau nggak karena misi militer nggak akan bisa kemana mana, maklum kak lagi sibuk ngurus perusahaan sama main film" kata Aditya.


" Wah jadi kamu merangkap jadi aktor juga toh, apa nggak akan kacau itu jadwalmu?" tanya Alex.


" Nggak kacau sih kak, cuman capek nya itu lho" kata Aditya.


" Ya iyalah capek , tapi harus tetep semangat jangan mau kalah sama Elisa, dia malah lebih banyak kerjaanya dari pada kamu" kata Alex.


" Maka dari itu ,mohon kak Alex jaga Elisa ya , jangan biarkan dia bekerja terlalu keras kak" kata Aditya..


" Tanpa kamu minta kami sebagai kakaknya udah melakukanya, ya sudah karena kita juga di kejar waktu ,kita pulang dulu" kata Alex.


" Hehehe iya kak, hati hati ya" kata Aditya.


" Dada hejoon ku" kata Elisa.


Aditya tertegun karena ini pertama kalinya Elisa memanggil nama koreanya, Kemudian dia tersenyum dan melambaikan tanganya kepada Elisa.


Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2