
Pagi pagi sekali Aditya beserta keluarganya berangkat menuju bandara dan akan ikut penerbangan paling pagi menuju Korea Selatan. Sebelum berangkat Aditya menyempatkan berpamitan kepada Elisa. Dan berangkatlah Aditya menuju negara kelahiran nya, dan sejak hari itu Elisa dan Aditya menjalani hubungan jarak jauh demi mengejar cita cita / impian masing masing. Sebenarnya Elisa sangat sedih karena harus berpisah namun mau bagai mana lagi, impian keduanya berbeda ,tuntutan untuk mereka berdua juga berbeda sekaligus tanggung jawab yang berbeda pula, toh mereka berdua masih sangat muda juga, nanti juga masih bisa bertemu walau nggak sering.
Satu minggu kemudian........
__ADS_1
Hari ini jadwal Elisa untuk pulang ke Indonesia bersama keluarganya, ya tentu kecuali para pegawai di villanya, mereka tetap berada di sana untuk merawat villa tersebut. Setelah pelayan selesai memasukkan koper terakhir ke dalam mobil barang, Elisa beserta keluarganya berangkat menuju bandara. Mereka akan naik jet pribadi milik Elisa, tanpa menunggu untuk cek visa dan segala macam karena Elisa punya status khusus jadi boleh keluar masuk bandara, dan tak lama mereka pun berangkat dan Alex lah yang menjadi pilotnya. James menemani saudaranya sepanjang waktu penerbangan ,sementara Elisa sibuk dengan laptop dan juga tab nya, ya dia sedang bekerja mengurus dokumen dan data data perusahaanya. E-mailnya penuh dengan pesan, dan di laptopnya menumpuk dokumen dokumen penting yang wajib Elisa periksa setiap hari, ya kehidupan sebagai presdir memang sangat melelahkan apalagi usia Elisa yang masih sangat muda yakni 16 tahun, namun kinerjanya tidak bisa di ragukan karena dirinya menyandang gelar bocah jenius dan multitalent. Sedangkan kakeknya sedang tertidur ,maklum usianya kini tidak lagi muda dan tenaganya tidak sekuat dulu, sekarang dirinya sering kelelahan karena kesibukan sehari hari nya. Setelah menempuh beberapa jam penerbangan sampailah jet pribadi itu di bandara internasional Soekarno-Hatta. Di sana mereka sudah di sambut para anak buah kepercayaan kakek Bramantyo untuk menjaga keamanan serta keselamatan para tuan dan nona mereka, mereka adalah pasukan berani mati dan beberapa jam yang lalu ketika di beri kabar bahwa bos besar akan pulang maka tanpa di perintah mereka melakukan pengamanan dan penyisiran radius 1 KM untuk mencari kemungkinan adanya pembunuh bayaran. Elisa tertidur setelah tadi menyelesaikan pekerjaanya, wajahnya menunjukka kelelahan yang amat sangat, tidak ada yang tega membangunkan nya, akhirnya James sang kakak tertua menggendong Elisa menuju mobil, dia tidak merasa terganggu sama sekali saking lelahnya. Setelah sampai di kediaman Bramantyo yang ada di Jakarta, James membawa Elisa menuju kamarnya dan membaringkan Elisa di kasur empuknya kemudian menyelimutinya. Tak lama Alex juga masuk ke dalam kamar membawa laptop, ipad dan koper Elisa.
" Udah yuk kita keluar, biarin adek kita ini istirahat, jarang jarang lho Elisa tidurnya nyenyak" kata Alex sambil menepuk pundak James yang masih duduk di tepi ranjang adiknya.
__ADS_1
"Ya aku tahu, tapi inilah yang dia ambil sebagai jalan hidupnya, jadi dia berusaha sekuat mungkin untuk terus bertahan walau terkadang dia tak mampu" kata Alex sedih.
"Hmm ya kita berdua hanya bisa mendukung nya dari belakang dan menjadi tempat sandaran untuknya walau sering kali dia menolak berbagi bebanya dengan kita, ah sudahlah kenapa kita harus selalu berkutat dalam kesedihan , yuk kita keluar" kata James ,dan dia pun beranjak keluar dari kamar Elisa di ikuti oleh Alex.
__ADS_1
Bersambung