ROMANSA CINTA GADIS MAFIA

ROMANSA CINTA GADIS MAFIA
Sebuah Kesepakatan ( Mati atau Tunduk)


__ADS_3

James mengambil alih Sergio dan menyeretnya menuju lantai dasar sementara Si Kembar menyeret Aretha dan ibunya mengikuti langkah Elisa menuju lift dan turun ke lantai dasar. Setelah sampai, Elisa berteriak lantang sambil mencabut pedang dari sarungnya, gerakan itu menimbulkan suara nyaring ,membuat siapapun yang mendengarnya ngilu. Orang - orang yang sedang bertarung di depan segera terhenti dan menoleh ke arah sumber suara. Anak buah Sergio terbelalak melihat Bos mereka di todong pistol oleh James. Mereka hendak menyerang namun dengan gerakan cepat Elisa menempelkan pedangnya di leher Sergio,, dan saking tajamnya itu pedang, telah menggores leher Sergio hingga berdarah padahal baru di tempelkan saja. Melihat itu anak buah Sergio urung untuk maju menyerang Elisa.


" Kalian berani? maju satu langkah lagi , maka akan ku pastikan kepala ini terlepas dari badanya, kalian lihat betapa tajamnya pedangku!!! baru di tempelkan saja sudah berdarah, apalagi untuk memenggal nya hanya butuh satu kali tebasan" kata Elisa sambil menatap tajam musuh musuhnya , senyum bengisnya pun muncul.


" Apa yang sebenarnya kamu inginkan hah? jika kamu menginginkan nyawaku , bunuh saja aku tapi lepaskan putri dan istriku , dasar kau beraninya cuma mengancam" kata Sergio dengan marah.


" Yo, akhirnya kamu buka suara juga aku kira kamu bisu dari tadi diam saja, apa??!! melepas putrimu ? mimpi kali, dia yang memulai semua ini, dia yang mencari masalah duluan denganku bahkan dengan sombong menantang Dewa Kematian , sekarang kami memenuhi tantangannya kalian memohon untuk melepaskan nya ? hahahahaha lucu sekali kalian ini, kau tahu dengan jelas di dunia mafia tidak ada yang namanya belas kasihan , siapa pun yang berani mengusik maka kami dengan senang hati menghadapi walau nyawa sebagai taruhan , kami bukan sekumpulan orang bodoh seperti kalian yang hanya bisa omong besar dan pengecut , kalian menyerang ,kami juga bisa, kalian membunuh kami juga bisa membunuh , kalian terkenal kejam tapi kami bisa lebih kejam dan bengis dari kalian, paham!!!!" bentak Elisa dengan marah dan beralih menatap anak buah Sergio dengan tatapan membunuh, semua yang di tatapnya menunduk tak kuasa menahan aura yang terpancar dari mata elang Elisa.


" Sialan kamu, aku tidak akan melepaskan mi jika kamu berani menyentuh keluargaku, bahkan sampai aku mati dan jadi setan sekalipun , aku akan membuat hidupmu menderita ,akan aku buat kamu merasakan hidup tidak matipun segan " kata Sergio dengan nada mengancam.

__ADS_1


" Hahahahahaha lucu sekali, hey kamu pikir aku takut dengan ancaman garing mu ? hahaha dan apa kamu bilang kamu mau buat aku merasakan kehidupan yang seperti kematian? hahah tapi maaf aku sudah berulang kali mengalami nya , aisshh sudahlah kamu orang tua banyak omong nya ya, begini saja kita buat kesepakatan bagaimana?" kata Elisa mengajukan penawaran.


" Cih ,aku tidak sudi membuat kesepakatan dengan mu , dasar gadis licik" kata Sergio sambil meludah ke arah Elisa.


Elisa terlihat kehilangan kesabaran nya , tanganya mencengkram kuat gagang pedang nya, dia menekan mata pedangnya yang membuat Sergio berteriak kesakitan. Ekspresi wajah Elisa sangat mengerikan, aura membunuhnya semakin terasa, bahkan anak buahnya sendiri yang melihat perubahan Elisa menatap takut dan ngeri . Aretha berteriak dan memohon kepada Elisa untuk melepaskan ayahnya, namun ketika Elisa menoleh menatap Aretha, Aretha langsung menunduk ketakutan , badanya gemetar takut dan cemas akan keselamatan sang ayah.


" Tidak akan, kalau aku menyetujui nya itu berarti Odordo bersedia tunduk kepada Dewa Kematian, tidak itu penghinaan lebih baik aku mati daripada tunduk dengan mereka " kata Sergio sambil terengah engah menahan sakit di lehernya.


" Ooo kau memilih untuk mati ,baiklah itu sangat lah gampang aku juga tidak akan rugi , bisnis kalian akan tetap menjadi milikku pada akhirnya, tapi kamu kehilangan nyawamu atau bahkan keluargamu juga akan ikut mati bersamamu hahahaha!!" kata Elisa .

__ADS_1


" ******** kau, jangan sentuh keluargaku !!!" bentak Sergio.


" Hahahaha keputusan ada di tangan mu ,kamu memilih nyawa mu tetap hidup dan juga keluarga mu namun kamu bersedia tunduk kepadaku dan bisnismu tetap berada di tanganmu atau kamu memilih kematian mu dan juga keluarga mu oh dan juga aku akan mengambil alih semua bisnismu , bagaimana? kamu akan memilih yang mana, aku beri waktu tapi jangan lama lama, karena aku orang yang sibuk" kata Elisa memberi penawaran untuk yang terakhir kalinya.


Sergio menatap putri dan istrinya , dahinya berkerut menandakan dia sedang berfikir keras keputusan apa yang harus dia ambil, kemudian dia menatap anak buahnya satu persatu meminta pendapat, anak buahnya menyerahkan apapun keputusan dari Bosnya itu .


Bersambung........


Kira kira apa yang akan di pilih oleh Sergio? Kematian atau keluarganya??......

__ADS_1


__ADS_2