Ruang Rindu

Ruang Rindu
Pacar Bohongan.


__ADS_3

"Itu terserah kau saja, apakah kau mau ikut aturan atau tidak."


Sang Papa memang membuat kehidupannya semakin sulit.


Dia merasa menjadi orang yang tidak berguna, padahal menjadi mahasiswa yang belajar dengan giat juga sudah, meski banyak tingkah.


"Huh, kenapa ya Papa kalau mengajukan syarat juga yang sulit-sulit!" ucap Rasta yang masih saja berdiri, dia tak mau duduk di samping Papa.


"Kenapa ya kau tidak pernah menuruti apa yang Papa katakan?"


Papa Rasta, pandai membalikan fakta dan ingin sekali putranya itu berpikir keras untuk mendapatkan seorang gadis.


"Hadeh!"


Rasta malas meladeni sang Papa yang makin ngelantur saja, dia tak mau ikut aturan Papa, tapi nyatanya dia ingin sekali melakukannya, menjadi seorang yang memiliki kekasih.


Rasta pergi meninggalkan Papanya.


Dia memilih untuk masuk ke dalam kamar.


.


.


.


Kamar Rasta ...


"Huft! kenapa ya? aku harus bertanya kenapa dan kenapa? aku ini sangat ganteng dan memiliki banyak teman wanita, bahkan gadis yang seumuran denganku juga menyukaiku. Namun, mereka sama sekali tidak memberikan perhatian yang lebih seperti seorang kekasih. Justru, mereka terlihat sangat matre dan aku tidak menyukainya.


Apalagi Cahaya, Gadis itu terlalu banyak tingkah, dia tidak mau merusak persahabatan.

__ADS_1


Dia membiarkan Cahaya menjadi sahabatnya untuk selamanya.


"Hm, aku dan Cahaya, adalah teman yang dekat. Aku bisa meminta tolong untuk menjadi kekasihku selama beberapa hari, ya ide yang bagus."


Sang pria merupakan tubuh di atas ranjang kemudian membuat panggilan terhadap Cahaya.


"Yaya, apa kau sedang tidak sibuk?"


"Aku sibuk Ay, ada apa?"


"Papa ku ingin aku memiliki seorang gadis, kau jadi pacar bohongan ku ya?"


"Ha? males banget, kau itu akan merusak reputasiku, jadi jangan bermimpi untuk mendapatkan kesempatan."


"Haha ... makanya aku malas meminta bantuan kepadamu karena ini, kau itu sangat sombong dan aku tidak suka!"


"Haha, maaf Ay! aku sedang sibuk dan ada beberapa pekerjaan, minggu besok bagaimana?"


"What's? Papa mu namanya ingin kau segera menikah?"


"Aku kurang yakin, sepertinya iya."


"Oke, aku akan mengusahakannya."


"Hore! makasih Cahaya."


"Sama-sama Ay!"


Panggilan telepon usai, kini Cahaya yang cantik bisa menjadi pacar bohongan untuk mendapatkan restu dari seorang Papa.


"Aku sudah menemukan kunci dari segala kerumitan dalam hidupku, fix! Cahaya akan datang minggu ini!"

__ADS_1


Rasta mana bisa mendapatkan kesempatan lagi untuk naik mobil sport meskipun warnanya sudah berganti, nyatanya dia memiliki satu hal yang akan membuatnya bisa berkumpul dengan teman-temannya dulu.


Setelah masalah satu terselesaikan, dia teringat akan Rindu.


"Astaga, apa aku harus mengingat gadis seperti itu? dia kan arogan, tidak mau mengalah dan sangat menyebalkan!"


Namun, sang pria masih penasaran, dia kan bertemu dengan Rindu menggunakan nama Bagas, sedangkan saat menelepon menggunakan nama Rasta.


Ini bisa menjadi acuan yang cukup agar bisa menjadi satu hal yang luar biasa.


"Aku akan mencoba menghubungi dengan nama Rasta, apakah dia akan menjadi lebih garang ketika tidak bertemu dengan seorang pria? atau justru memiliki sifat yang lain?"


Rasta mencoba menghubungi gadis itu, awalnya panggilan tidak bisa dilanjutkan karena mailbox.


Namun setelah itu, nomor tersebut kembali aktif.


"Heh, apa kau telpon aku?


"Sebentar, aku sedang bersedih dan membutuhkan teman, apakah kau tidak mau membantuku?"


"Kenapa? apakah aku harus membantumu? solusi dan memberikan banyak nasehat? maaf aku bukan orang seperti itu!"


"Heh, bentar! kau hanya perlu mendengarkan apa yang aku katakan, setelah itu tidak perlu menjawabnya."


"Hm, sebenarnya kau ingin bercerita apa?"


Rindu terdengar sudah terperangkap oleh jaring Rasta.


Kini saatnya eksekusi.


*****

__ADS_1


__ADS_2