Ruang Rindu

Ruang Rindu
Menegangkan


__ADS_3

Brukk


Senja sekuat tenaga menabrak Mawar dengan tubuhnya, membuat Mawar terjatuh beserta pistolnya.


Dia merintih, sikunya tergores "Awh.. "


Senja langsung mengambil langkah, tapi segera di jagal Melati, membuatnya ikut jatuh.


Merry segera berdiri, mengambil pistol yang berjarak dia meter dari Mawar.


Merry dengan sekuat tenaga berdiri dan mencoba meraihnya, hanya saja pistol itu tak sampai Ia raih ketika tiba-tiba kakinya terasa berat. Ternyata Mawar menahan kakinya, nyaris saja Ia bisa meraihnya. Tinggal beberapa senti, sebelum Melati menendangnya lebih jauh dengan buru-buru.


Pistol kecil itu terlempar jauh dekat jendela, hampir jatuh.


Senja segera memukul Mawar dengan emosi, hingga Merry dapat melepaskan diri.


Senja dan Mawar akhirnya bergulat, bergulung-gulung di atas lantai yang kotor. Saling menjambak, berteriak dan mengumpat satu sama lain.


Penonton dibuat semakin tegang, mereka seperti menyaksikan film, tapi ini bukan aktong tapi benar-benar nyata.


Banyak yang menyemangati, tapi mereka hanya bersorak dalam tulisan komentar.


Di tempat lain, pembawa berita TV Nasional mulai menyiarkan berita. Menyambungkan siaran langsung Merry ke berita LIVE yang langsung viral dimana-mana.

__ADS_1


TV yang lain ikutan, menjadikan berita itu topik utama dan disiarkan semakin luas dan dijangkau semua orang.


Orang-orang jadi heboh keluar di jalanan, demo besar-besaran, protes kepada para polisi yang tidak cepat menangani kasus sebuming ini.


Rio mulai mendengus kesal, saat mobil mereka terkena macet karena aksi protes orang-orang.


"Sial!" keluhnya.


Naila dan Sifa menjulurkan kepala mereka keluar, penasaran apa yang membuat macet dan ribut-ribut.


"Lihat!" pekik Sifa, menunjuk kearah salah satu orang yang membawa papan besar bertuliskan 'Tolong Merry, tolong Senja!"


"Jadi, kita yang ketinggalan?" tanya Naila heran.


"Sepertinya begitu." Sifa semakin terlihat ketakutan.


Dari kejauhan, di kantor polisi terlihat Om Hendra bersama beberapa polisi sulit keluar dari sana karena banyaknya pendemo. Mereka tampak kesulitan menghadapi pendemo yang semakin banyak.


***


Di tempat kejadian,


Merry mulai menyusul langkah Melati yang ingin mengambil pistol yang hampir jatuh dari sisi jendela yang tak ada kacanya alias melompong.

__ADS_1


Merry ketinggalan agak jauh, sedangkan Melati semakin dekat kearah jendela.


Saat Melati berhasil meraihnya, Merry tanpa sengaja terpeleset dan menabrak Melati keras-keras. Membuat gadis itu terlempar keluar jendela, pistolnya juga ikut terjatuh.


Semua penonton memekik ngeri menyaksikan itu.


Merry semakin syok, apakah dia tanpa sengaja membunuh Melati. Melemparnya dari ketinggian beberapa kaki.


Merry menutup mulutnya syok, Ia tak tahu bagaimana nasib penjahat itu?


Sekilas Ia menoleh kepada Mawar dan Senja yang masih bergulat disaksikan puluhan juta penonton secara LIVE, bak acara MMA.


Merry dengan hati-hati dan takut mendekati jendela, tentu kakinya gemetar hebat karena takut terjatuh. Apalagi jendelanya tak ada penghalang sama sekali, Ia takut tiba-tiba terpeleset dab terjatuh.


Dengan rasa penasaran dan takut, Merry mulai menyindongkan tubuhnya ke jendela.


Para penonton bersorak-sorai mencegahnya, tapi percuma. Mereka hanya bisa berteriak lewat tulisan, tanpa suara. Mustahil Merry bisa mendengarnya.


Merry setengah menutup matanya, sebelum tiba-tiba...


"AAAA"


Teriaknya keras-keras saat ada tangan yang menariknya, membuatnya terjatuh ke bawah.

__ADS_1


Mawar dan Senja seketika menghentikan pertarungan mereka, wajah mereka sudah cemong dengan debu dan kotoran kelelawar. Rambut mereka awut-awutan, baju mereka juga sebagian robek. luka cakaran-cakaran juga diterima keduanya di beberapa sisi, seperti lengan dan wajah.


Mereka langsung berlari panik, tentu saja. Karena keduanya adalah adik mereka, dan mereka terjatuh dari ketinggian yang bisa membuat mereka mati seketika.


__ADS_2