
Rindu tak pernah menyangka akan menemukan hal ini, dia justru harus menerima kenyataan jika Rasta sudah ada yang memiliki.
Sang gadis hanya bisa terdiam, dia sudah memilih keputusan yang tepat, hanya saja merasa sangat menyedihkan.
"Kau kenapa nak?" tanya sang ayah heran, karena tiba-tiba saja sang putri hanya diam tanpa sepatah katapun.
Dia cemas jika terjadi sesuatu kepada Rindu.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Rasta hanya mencintai kau saja sayang. Kau percayalah padaku!"
Sang ayah hanya mengatakan hal yang dia ketahui dari seorang Rasta.
Namun tidak seperti pandangan seorang Rindu.
Dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa seorang Rasta telah bermain api di belakangnya.
"Yah, cukup! aku tidak ingin mendengar apapun mengenai rasa atau kebaikan yang dia lakukan, aku ingin menenangkan diri!" jelas Rindu dengan tegas.
Gadis itu tak menatap wajah sang ayah, dia berada dalam situasi yang kalut dan tidak menentu.
Sang ayah menuruti apa yang dikatakan oleh putrinya dan fokus terhadap jalan agar bisa sampai ke bandara dengan cepat.
__ADS_1
.
.
.
Bandara internasional kota X ...
Kini mobil sang ayah sudah berhenti di tempat parkir lalu keduanya turun dari mobil itu.
"Ayah, aku tak membawa apapun untuk pergi ke rumah nenek," ucap Rindu.
"Ayah sudah menyiapkan segalanya, kau lihat pria yang ada di sana? dia adalah orang suruhan ayah yang sangat ayah percaya, dia sudah membawa koper dan tiket serta pasport untukmu."
"Iya, ayah sudah mengecewakanmu program kali sehingga ini adalah pertanggungjawaban ayah sebagai seorang yang seharusnya bertanggung jawab terhadapmu."
"Jangan katakan apapun ayah, ayah adalah pria terbaik yang pernah aku miliki. Aku pergi dulu ayah, di sini saja. Aku akan sering menghubungi ayah, ayah masih menggunakan nomor yang lama kan?"
"Iya, ayah akan selalu menanti kabar darimu sayang!"
Ayah Rindu memeluk sang putri dengan sangat erat.
__ADS_1
Baru bertemu dengan sang putri tetapi sudah harus berpisah lagi, ini sangat menyakitkan bagi seorang ayah.
"Ayah akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu jadi kau pergilah, jadilah seorang gadis yang akan selalu menjaga nama baik dirinya sendiri dan keluarga. Ayah, untuk memindahkan kuliahmu ke sana, jangan khawatir akan pendidikan dan jangan pernah khawatir akan biaya hidup di sana. Ayah, memberikan banyak uang untukmu!"
"Ayah!"
Rasanya air mata itu sangat cepat mengalir, pipi sang gadis penuh dengan kesedihan.
"Kau cepat pergi, nanti ayah tidak kuat jika kau tinggal lagi!"
"Hehe, iya yah."
Sang gadis melepaskan pelukan itu dan perlahan meninggalkan sang ayah menuju pria yang sudah menunggunya.
Sang ayah melambaikan tangan untuk sang putri.
"Semoga kau akan bisa mendapatkan ketenangan yang kau inginkan, ayah berharap jika kau bersanding dengan Rasta! tapi apalah daya jika kau memilih jalan yang berbeda, tidak bisa memaksakan apapun yang ada di dalam hatimu. Ayah dengan setulus hati, selamat jalan putri kecilku! semoga kau sehat selalu di sana!" ucap sang ayah masih berada di sana dengan lambaian tangan yang tak henti.
Hingga sang putri sudah berada di area bandara dan tak terlihat lagi.
Air mata itu tiba-tiba menetes, membuat seorang ayah sepertinya benar-benar tidak berguna.
__ADS_1
"Aku tak bisa melakukan apapun untukmu, semoga ini akan membuatmu lebih baik!"
*****