Ruang Rindu

Ruang Rindu
Kabur dari kenyataan.


__ADS_3

Ayah dan Rasta duduk di mobil sang ayah, Rasta menanyakan beberapa hal kepada ayah tirinya.


"Aku tidak pernah memahami apapun tentang dirimu, padahal sebelumnya aku menganggap kau seperti Dewa penolong bagi keluargaku setelah ayah kandungku benar-benar memberikan kesan yang buruk terhadap ibu dan adik, tetapi bagaimana bisa kau mengkhianati kami? kenapa harus Rindu, aku sangat mencintainya ayah! dan juga kenapa ayah bisa datang ke sini padahal sedang ada di desa bersama adik dan ibu? apakah panggilan dari mantan istrimu adalah satu hal yang harus dipenuhi padahal di desa tidak ada sinyal? atau ini hanya sebuah kamuflase agar ayah bisa menikah lagi dengan ibunya Rindu?" Rasta membongkar fakta satu demi satu agar dirinya bisa mendapatkan informasi yang cukup untuk memberikan keterangan kepada Rindu.


"Sebelumnya maafkan ayahmu ini yang tak bisa melakukan hal baik kepadamu, ayah merasa bersalah atas apa yang ayah lakukan selama ini. Ayah, selalu terlihat baik di mata kalian ketika tetapi sebenarnya ayah tidak seperti Dewa. Ayah penuh dengan dosa dan tak mampu memberikan yang terbaik untuk kalian bertiga, aku kemari dan menemui rindu merupakan kesepakatan antara aku dan ibunya Rindu. Saat itu, sebelum kami berangkat ke desa, ibunya Rindu menelpon ayah dan meminta ayah untuk menjemput atau membujuk Rindu agar mau pulang ke rumah, wanita itu tahu jika aku paling dekat dengan putri semata wayangku."


"Oh, ternyata cukup menyedihkan kisah kalian berdua, dan yang paling menyedihkan adalah kami adalah korban dari keegoisan kalian berdua! aku bisa mendekati rindu dengan cinta yang aku miliki tetapi karena terhalang tembok kebencian seperti ini bagaimana bisa aku mendapatkan jodoh? apakah ayah bisa memperbaiki semua kesalahan yang sudah tertanam jauh di dalam palung hati Rindu?"


"Maaf nak, ayah akan memperbaiki segalanya berikan ayah waktu! tetapi ayah ingin kau rahasiakan semua ini dari ibumu. Dia akan terluka cukup dalam dan mudah sekali rapuh, aku mohon anakku!"


"Ya, urusan ini akan menjadi penyelesaian untuk kita berdua, bantu aku memberikan keyakinan kepada Rindu bahwa cinta ini memang sangat besar kepadanya."


"Baik! ayah akan melakukannya untukmu."

__ADS_1


Dua orang itu memutuskan untuk mencari Rindu, dia menanyakan kepada Erin beberapa tempat yang biasa dikunjungi oleh Rindu.


Salah satunya adalah sebuah tempat menenangkan yang cukup mampu membuat Rindu tenang.


.


.


.


"Hiks, kenapa semuanya begitu tiba-tiba, aku merasa semuanya sangat tidak masuk akal, hanya saja ... sudahlah!"


Perasaannya tidak menentu, dia mendapati dirinya dalam kesulitan membedakan antara baik dan buruk.

__ADS_1


Dia hanya bisa meratapi apa yang terjadi di dalam kehidupannya.


Jika saja semuanya bisa diputar ulang, dia pasti akan memilih untuk tidak mengenal Rasta.


Dia adalah pria yang mampu membuatnya berubah secara drastis dan mengobati setiap luka-lukanya tetapi juga mampu membuatnya hancur secara tiba-tiba ketika mengecewakan kehidupannya dengan semua pertolongan yang ada bahkan dia merupakan anak dari ayah kandungnya.


Rasta sangat menghujam jantungnya yang sangat lemah itu, dia merasa bahwa kehidupan ini sudahlah berakhir.


Tidak ada pasangan hidup, tidak ada orang tua.


Semuanya terlihat sangat abu-abu dan tak mudah dipercaya, sang gadis masih meringkuk dalam kesedihan yang mendalam dan tak akan mudah untuk bangkit ketika benar-benar jatuh sejatuh-jatuhnya.


***

__ADS_1


__ADS_2