
Rindu merasa dibohongi.
Dia mengatakan kepada Beni jangan memberitahu apapun jika dia sudah tahu mengenai Bagas atau Rasta.
Beni hanya bisa mengiyakan apa yang dikatakan oleh Rindu karena dia tidak mampu untuk mengatakan bahwa dirinya juga ingin menutupi semua ini dari Rasta.
"Terima kasih Beni, aku sudah membuatku merasa sadar bahwa dua orang itu memanglah sama, aku menjadi orang yang sangat tidak berguna ketika begitu saja percaya ketika satu hari dia menghubungiku dan memberikan kebahagiaan. Aku bukan orang yang mudah untuk ditipu, tapi dia sangat mudah menipuku!"
Rindu hancurkan, dalam satu hari dia mendapatkan dua kekecewaan.
Rasta masih berlarian bersama Erin tetapi dia khawatir dengan Rindu yang tiba-tiba saja pergi meninggalkan pantai itu.
"Rin, sepertinya Rindu marah ya?" ucap Rasta.
"Aku tidak paham apapun, coba kau susul saja dia!"
"Oke."
...
Rindu berada di samping mobil Rasta dan menangis.
Rasta sudah ada di sampingnya.
"Rindu, apa yang terjadi? apakah kau merasa sakit hati dengan seseorang?" tanya Rasta.
Dia hanya ingin menghibur bukan untuk membuat onar.
__ADS_1
Namun nyatanya Rindu justru menangis.
"Tidak ada apa-apa, kita pulang saja."
"Kau lelah?"
"Iya."
"Oke!"
.
.
.
Tapi sebelumnya keduanya akan membilas tubuh dan berganti baju.
Setelah mereka mengenakan baju yang lebih bersih dan kering, mereka kembali kepada posisi yang sama yaitu tempat parkir mobil.
Kini Rasta dan Rindu sudah berada di dalam mobil.
Di sana begitu hening, Rasta tak memahami kesalahannya tetapi tiap berusaha untuk bersikap.
Namun, tidak ada respon dari seseorang Rindu.
Rasta masih ingin diam karena dia menghormati seorang Rindu yang sepertinya tidak mau diganggu.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju pulang ke rumah, sangatlah penuh dramatisasi.
Rindu terus saja menangis tanpa bisa dia menenangkannya, ditanya apapun tidak menjawab.
Rasta tak terlalu paham mengenai tangis seorang gadis tetapi dia berusaha untuk menanyakannya dan terus menanyakan apa yang terjadi kepada Rindu.
"Aku meminta maaf jika ada kesalahan yang pernah aku buat selama kita bertatap muka, tetapi katakan kepadaku mengenai sesuatu! tak mau hubungan pertemanan kita menjadi rusak hanya karena aku yang berbuat salah!"
Rasta mencoba mengatakan hal yang harus dia katakan, Rindu masih diam dalam tangisnya yang menyesakkan dada.
Hingga Rindu meminta Rasta untuk menghentikan mobilnya di depan sebuah tempat yang cukup indah.
"Kita turun, aku ingin berbicara kepadamu."
"Oke."
Keduanya turun dari mobil.
Rasta dan Rindu berdiri di atas jalan raya dengan pemandangan yang luar biasa di bawahnya, pemandangan laut yang sangat indah dengan sunset.
"Aku tidak pernah merasa dibohongi seperti ini, karena aku sangat mencintai Rasta, perasaan kilat yang begitu saja menjalar ke seluruh tubuhku ketika dia mampu menghibur hatiku yang sangat galau, tetapi mengapa dia justru membohongi dengan identitas sebagai Bagas? apakah dia sangat ingin menyakiti hatiku atau ada misi lain? coba kau katakan kepada Rasta bagaimana perasaannya jika aku menyukainya tetapi juga sangat membencinya?"
Rasta terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Rindu, dia mencoba mengatakan hal yang lebih bijaksana dari apa yang seharusnya dia katakan.
"Rasta tidak bermaksud untuk membohongi Rindu, hanya saja dia tidak bisa mengatakan kejujuran, mendapatkan misi dari Eren untuk menghibur Rindu, awalnya tidak ada cinta sama sekali tetapi ketika mengenal seorang ibu yang ceria dan tiba-tiba murung sangatlah buruk baginya. Rasta, juga sangat mencintai Rindu dengan sepenuh hatinya. Semoga Rindu mau mengerti dan memahami perasaan Rasta."
Rasta akhirnya mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya yang terdalam karena dia sangat mencintai orang yang bernama Rindu itu, awal dari perasaan yang biasa saja tetapi justru muncul benih-benih yang membuat Rasta tak bisa jauh dari seorang Rindu.
__ADS_1
****"