Ruang Rindu

Ruang Rindu
Episode 85


__ADS_3

Mas Pras POV


Aku sedang sibuk mempersiapkan keperluanku. Tak banyak yang kubawa, hanya beberapa stel pakaian yang kutaruh dalam ransel juga berkas-berkas penting yang ikut serta kumasukan ke dalamnya.


"Mas gak bawa koper saja," celetuk Anna yang tengah memperhatikan aktivitasku.


"Tidak. Ini lebih praktis," sahutku dengan masih menjejalkan beberapa pakaian.


Terdengar Anna berdecak kemudian beranjak mendekat ke arahku. "Itu sudah gak muat. Tuh lihat! Dokumen milik Mas terlipat. Bisa-bisa nanti sobek," gerutunya.


"Biasanya juga muat," sahutku dengan masih sibuk meneruskan kegiatanku sementara Anna kini beralih menuju almari, dan setelah kuperhatikan dia nampak menggapai koper yang berada di atasnya. Dan dengan cepat aku pun bergegas menyusulnya lalu menggapai koper itu sebelum benar-benar jatuh menimpanya.


"Bahaya! Kenapa gak panggil Mas saja," hardikku usai meletakkan koper di lantai.


"Cuma ambil itu doang," sahutnya. "Lagi pula kan gak berat," sambungnya dengan beralih menarik koper menuju ke arah barang bawaanku.

__ADS_1


Aku pun hanya mampu menghela napas. Mulai memperhatikan pergerakannya yang mulai membongkar isi barang-barangku, kemudian mulai menata kembali. Memasukkannya ke dalam koper. Menatanya dengan sangat rapi.


Aku menyadari inilah kali pertama dirinya melakukan itu untukku, dan aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku masih tetap berdiri terpaku dengan sorot mata lekat memandanginya.


Batinku menyeru. Apa dia telah berubah? Apa hati yang selama ini kuharapkan telah tergerak memberi balasan untukku? Bila itu benar terjadi, maka penantian dan juga usaha yang kulakukan selama ini tak menjadi sia-sia. Hingga berbagai cara aku lakukan, untuk hanya sekadar menahannya untuk tetap berada disisiku. Iya, aku marah dan mendiamkannya. Tapi itu semua kulakukan sebagai bentuk dari rasa kecemburuanku.


"Mas, kenapa malah berdiri disitu? Segera bersiap, nanti terlambat," ucapnya mengingatkan namun justru menyadarkan aku dari lamunan. Dan kulihat koperku telah siap.


Mataku kini beralih padanya, tapi yang kulihat Anna justru menatapku bingung. Tanpa mengucapkan apa-apa kini aku melangkah cepat ke arahnya. Menariknya yang kemudian merengkuh tubuh kecinya masuk ke dalam pelukanku. Dengan sedikit membungkuk aku menenggelamkan kepalaku pada bahu kecilnya.


Aku menghirup dalam aroma tubuhnya, ya walau ini masih pagi dan dia belum mandi. Tapi seakan aku tak peduli. Karena semua yang ada dalam dirinya merupakan candu pada diriku.


"Mas—,"


"Biarkan Mas memelukmu seperti ini," sahutku cepat memotong ucapnya. Kurasakan Anna mengerti. Dia mulai mengangguki ucapanku lalu membalas rengkuhanku dengan satu tangannya yang bergerak mengelus kepalaku, meski dengan gerak kaku.

__ADS_1


"Rasanya Mas begitu egois," ucapku dengan suara nyaris bergetar. Anna yang menyadarinya langsung menarik diri, dengan tangan bergerak menangkup wajahku yang tadinya sedikit menunduk.


Dia seakan menatapku tak percaya. "Mas menangis," ucapnya tercekat yang menatap manik mataku yang terasa mengabur sebab air mata.


"Mas jangan begini," ucapnya lalu menyeka air mataku yang malah kulihat dia ikut-ikutan menangis.


"Mas gak nangis. Mas hanya terharu. Terharu karena rasa rindu yang Mas miliki sudah terbalaskan olehmu," ucapku dengan setengah tersenyum haru.


Dengan mata berkaca Anna mengangguki ucapanku. "Maaf sudah membuat Mas lama menunggu," ucapnya yang terdengar terbata sebab isakan yang makin menenggelamkan suaranya.


Aku menggeleng dan mengunci tatapannya, dengan perlahan jemariku merambat ke pipinya. "Kamu membalasnya saja rasanya sudah lebih dari cukup," sahutku yang perlahan bergerak memajukan wajahku untuk memberinya kecupan-kecupan ringan yang sarat akan kerinduan dari ruang hatiku dan kulihat Anna juga menikmati perlakuanku. Hingga tak kuasa aku membisikan sesuatu pada telinganya, yang sontak dia langsung memberikan satu hadiah cubitan di lenganku.


Dan kalimat yang kubisikan adalah Rasanya Mas ingin tetap seperti ini bersamamu, ke Samarinda diundur dulu.


To be Continue

__ADS_1


Jangan lupa Jempol, komentar juga di VOte yaaaa


__ADS_2